Kebutuhan seperti biaya kesehatan atau perbaikan rumah sering kali datang tanpa diduga dan melebihi anggaran yang telah direncanakan. Akibatnya, Anda mungkin membutuhkan dana tambahan untuk menutupi kekurangan tersebut. Salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan adalah mengajukan pinjaman.
Pinjaman yang bisa dicicil menawarkan jangka waktu (tenor) yang beragam, mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang. Jika Anda berencana mengajukan pinjaman jangka pendek, penting untuk mengetahui kelebihan, kekurangan, dan kapan sebaiknya memilih tenor pendek. Simak informasi selengkapnya di bawah ini.
Apa Itu Pinjaman Jangka Pendek?
Pinjaman jangka pendek adalah jenis pinjaman dengan jangka waktu yang relatif singkat, biasanya dalam 3 bulan hingga 1 tahun. Jika tenor atau jangka waktu lebih dari itu, maka sudah tergolong pinjaman jangka menengah atau panjang.
Pinjaman jangka pendek sering kali dipilih sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan mendesak yang tidak terlalu besar. Dengan begitu, kewajiban pembayaran bisa selesai lebih cepat sehingga Anda tidak terikat utang terlalu lama.
Keunggulan Pinjaman Jangka Pendek
Salah satu alasan utama mengapa banyak orang memilih pinjaman jangka pendek adalah karena mereka ingin segera bebas dari kewajiban utang. Selain itu, pinjaman jangka pendek juga menawarkan keunggulan lain, seperti berikut.
1. Total Bunga Lebih Rendah
Semakin pendek tenor pinjaman, semakin kecil total bunga yang harus dibayarkan. Misalnya, jika Anda meminjam Rp10 juta dengan bunga 2% per bulan selama 3 bulan, total bunga yang harus dibayarkan adalah Rp600.000.
Di sisi lain, jika Anda memilih tenor panjang hingga 24 bulan, total bunga yang harus dibayarkan bisa mencapai Rp4.800.000. Selisih jumlahnya cukup besar sehingga banyak yang menjadikannya sebagai pertimbangan utama dalam memilih tenor pinjaman.
2. Lebih Cepat Terlepas dari Beban Cicilan
Seperti namanya, pinjaman jangka pendek memiliki masa pelunasan yang lebih singkat. Alhasil, Anda bisa segera bebas dari kewajiban membayar cicilan setiap bulannya. Hal ini bisa memberikan ketenangan pikiran dan membantu Anda untuk merencanakan langkah keuangan berikutnya dengan lebih leluasa.
3. Membantu Memperbaiki Skor Kredit
Jika Anda mampu melunasi pinjaman dalam waktu singkat dengan disiplin, hal ini akan tercatat positif dalam kolektibilitas kredit Anda. Riwayat pembayaran yang baik dapat meningkatkan skor kredit sehingga memudahkan akses ke produk keuangan lain di masa depan.
4. Minim Terpengaruh Kondisi Ekonomi
Perubahan suku bunga yang terjadi di tengah periode pinjaman dapat memengaruhi jumlah cicilan yang harus dibayarkan. Jika demikian, bukan tidak mungkin cicilan per bulan menjadi lebih besar dan membuat anggaran keuangan Anda terganggu. Hal ini terutama berlaku untuk pinjaman jangka panjang yang lebih rentan terhadap fluktuasi ekonomi.
Namun, dengan memilih pinjaman jangka pendek, Anda bisa meminimalkan risiko terkena dampak perubahan suku bunga atau kondisi ekonomi yang tidak stabil. Karena jangka waktunya singkat, kemungkinan terjadinya perubahan signifikan selama masa pinjaman juga lebih kecil sehingga jumlah cicilan cenderung tetap atau tidak berubah drastis.
5. Cocok untuk Pinjaman Kecil
Pinjaman jangka pendek sangat cocok untuk Anda yang membutuhkan dana dalam jumlah kecil. Ini karena pinjaman jangka pendek biasanya memiliki plafon yang lebih rendah dibandingkan pinjaman jangka panjang. Dengan begitu, jumlah cicilan per bulannya juga tidak terlalu membebani keuangan Anda.
Kekurangan Pinjaman Jangka Pendek
Meskipun menawarkan banyak kelebihan, pinjaman jangka pendek juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu Anda pertimbangkan. Berikut adalah beberapa di antaranya.
1. Cicilan Bulanan Lebih Besar
Karena total pinjaman harus dilunasi dalam waktu yang singkat, cicilan bulanannya pun akan lebih besar dibandingkan pinjaman jangka panjang. Tanpa perhitungan yang matang, cicilan besar ini bisa mengganggu arus kas bulanan Anda.
Oleh karena itu, sebelum memilih tenor, pastikan Anda telah menghitung kemampuan bayar dengan cermat untuk meminimalkan risiko kredit macet.
2. Akses Pinjaman Lebih Terbatas
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, pinjaman jangka pendek biasanya memiliki plafon yang lebih rendah. Artinya, jika Anda membutuhkan dana dalam jumlah besar, opsi ini mungkin bukan pilihan yang tepat.
Selain itu, jika jumlah cicilan bulanan melebihi 30-40% dari penghasilan, lembaga pembiayaan mungkin akan menolak pinjaman Anda. Oleh karena itu, pinjaman jangka pendek lebih cocok untuk pinjaman dalam jumlah kecil.
Baca juga: 6 Alasan Pinjaman Ditolak dan Cara Mengatasinya
3. Tekanan Finansial Lebih Tinggi
Cicilan yang lebih besar dapat menyebabkan tekanan finansial yang lebih tinggi. Ini karena cicilan tersebut dapat mengganggu alokasi dana untuk kebutuhan lain, seperti tabungan, dana darurat, hingga biaya hidup sehari-hari.
Tekanan ini bisa meningkat jika terjadi hal-hal tidak terduga, seperti kehilangan pekerjaan atau biaya medis mendadak. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan stres dan kesulitan dalam mengelola keuangan secara keseluruhan.
4. Fleksibilitas Keuangan Lebih Terbatas
Jangka waktu pinjaman yang pendek menuntut kemampuan untuk mengatur anggaran dengan lebih ketat. Anda harus memastikan bahwa alokasi dana untuk cicilan tidak mengganggu pos pengeluaran lainnya. Jika tidak, kemungkinan Anda akan kesulitan memenuhi kebutuhan lain dan kewajiban pembayaran tepat waktu.
Sumber Pinjaman Jangka Pendek
Ada beberapa sumber pinjaman jangka pendek yang bisa Anda pertimbangkan, mulai dari perusahaan pembiayaan hingga fintech lending. Berikut adalah penjelasannya.
1. Perusahaan Pembiayaan
Perusahaan pembiayaan adalah lembaga keuangan nonbank yang menyediakan berbagai produk kredit dengan jangka waktu yang bervariasi. Salah satu perusahaan pembiayaan yang menawarkan pinjaman jangka pendek adalah BFI Finance.
Adapun produk BFI Finance yang cocok untuk pinjaman jangka pendek adalah pembiayaan jaminan BPKB motor dan BPKB mobil. Keduanya memiliki tenor yang fleksibel, yakni mulai dari 3 bulan hingga 24 bulan untuk BPKB motor dan 48 bulan untuk BPKB mobil. Dengan pilihan tenor tersebut, Anda dapat memilih jangka waktu yang sesuai dengan kemampuan finansial.
2. Bank
Beberapa bank juga menyediakan produk pinjaman yang bisa dilunasi dalam jangka waktu yang singkat. Pinjaman ini bisa berupa kredit tanpa agunan (KTA) dengan tenor yang beragam, tergantung pada kebijakan masing-masing bank.
3. Koperasi
Bagi anggota koperasi, lembaga ini bisa menjadi alternatif untuk mendapatkan pinjaman jangka pendek. Biasanya, koperasi mengutamakan anggotanya dalam pemberian pinjaman sehingga prosesnya bisa relatif lebih cepat.
4. Fintech Lending
Fintech lending adalah platform pinjaman berbasis digital yang bisa diakses dengan mudah kapan saja dan di mana saja, salah satu contohnya adalah Gopay Pinjam. Fintech lending biasanya menawarkan pinjaman dengan tenor pendek serta persyaratan yang lebih sederhana.
Baca juga: GoPay Pinjam BPKB: Pengertian, Syarat, dan Cara Pengajuan
Kapan Sebaiknya Memilih Pinjaman Jangka Pendek?
Pinjaman dengan tenor pendek bisa menjadi pilihan yang tepat jika Anda berada dalam situasi berikut:
- Ada kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi, seperti biaya kesehatan, perbaikan rumah, atau biaya pendidikan.
- Anda memiliki penghasilan yang stabil dan yakin mampu melunasi cicilan dalam waktu singkat, misalnya 3–12 bulan.
- Riwayat kredit belum cukup kuat untuk mengakses pinjaman jangka panjang.
Demikian penjelasan mengenai pinjaman jangka pendek yang bisa menjadi solusi finansial Anda. Sebelum memutuskan tenor pinjaman, pastikan untuk mempertimbangkan kemampuan bayar dan kebutuhan Anda secara menyeluruh. Dengan begitu, Anda dapat mengelola keuangan dengan lebih bijak dan terhindar dari masalah keuangan di masa depan.
Dalam hal ini, BFI Finance melalui produk pinjaman jaminan BPKB motor dan BPKB mobil dapat menjadi pilihan andalan karena menawarkan tenor fleksibel yang bisa disesuaikan. Selain itu, Anda juga bisa mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah/ruko/rukan untuk mendapatkan plafon yang lebih besar dengan bunga yang kompetitif.
BFI Finance telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga Anda dapat bertransaksi dengan lebih nyaman dan tenang. Untuk itu, segera wujudkan segala kebutuhan pembiayaan Anda, karena #SelaluAdaJalan bersama BFI Finance.
Baca juga: 8 Perbedaan Multifinance dan Fintech yang Wajib Kamu Tahu