Artikel

Cara Agar Pinjaman Disetujui dengan Meningkatkan Skor Kredit

2022-06-22 00:00:00 695
Cara Agar Pinjaman Disetujui dengan Meningkatkan Skor Kredit

Ada beberapa hal yang mempengaruhi pengajuan pinjaman ditolak, baik di bank maupun lembaga pembiayaan lainnya. Sebelum melakukan peminjaman, pastikan Anda memiliki skor kredit yang baik. Skor kredit sendiri adalah ukuran kelayakan apakah pengajuan pinjaman seseorang layak diterima atau ditolak. Semakin rendah skor kredit, maka akan semakin tinggi risiko orang tersebut mengalami gagal bayar. 

Lalu, apakah ada cara untuk memperbaiki skor kredit? Berikut tim BFI Finance berikan cara yang dapat Anda terapkan untuk meningkatkan skor kredit. 

 

Apa Itu Skor Kredit?

Skor kredit adalah sistem penilaian yang digunakan untuk mengetahui kelayakan apakah calon debitur dapat diberikan fasilitas kredit atau tidak. Skor kredit yang valid dapat diakses melalui layanan SLIK OJK. Nantinya, debitur akan mendapatkan salah satu dari lima skor kredit yang didasarkan atas histori transaksi keuangannya. Jika debitur memiliki skor kredit buruk, maka besar kemungkinan pengajuan pinjaman atau kreditnya akan ditolak oleh kreditur. Sebaliknya, jika debitur memiliki skor kredit yang baik, memiliki kemungkinan besar pengajuan kredit atau pinjamannya dapat diterima.

Memiliki skor kredit yang buruk tentunya lebih banyak menimbulkan kerugian bagi debitur. Namun, jangan khawatir, skor kredit yang buruk dapat diperbaiki dengan menerapkan kebiasaan keuangan yang sehat.

Klasifikasi Skor Kredit

Klasifikasi atau tingkatan skor kredit dibagi menjadi 5 sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 40/POJK.03/2019. Kelima tingkatan skor kredit tersebut yaitu:

1. Skor Kredit 1: Kolektabilitas Lancar

Debitur memiliki skor kredit 1 apabila dalam pembayaran hutang pokok dan bunganya selalu membayar dengan tepat waktu.

2. Skor kredit 2: Kolektabilitas Dalam Perhatian Khusus (DPK)

Debitur memiliki skor kredit 2 apabila dalam pembayaran hutang pokok dan bunganya mengalami keterlambatan bayar mulai dari 1 hingga 90 hari dari jatuh temponya.

3. Skor kredit 3: Kolekatabilitas Kurang Lancar

Debitur memiliki skor kredit 3 apabila dalam pembayaran hutang pokok dan bunganya mengalami keterlambatan bayar 91 hingga 120 hari dari jatuh temponya.

4. Skor kredit 4: Kolektabilitas Diragukan

Debitur memiliki skor kredit 4 apabila dalam pembayaran hutang pokok dan bunganya mengalami keterlambatan bayar 121 hingga 180 hari dari jatuh temponya.

5. Skor kredit 5: Kolektabilitas Macet

Debitur memiliki skor kredit 5 apabila dalam pembayaran hutang pokok dan bunganya mengalami keterlambatan bayar lebih dari 180 hari dari jatuh temponya.

 

Cara meningkatkan skor kredit

Cara Meningkatkan Skor Kredit. Image Source: Unsplash/CardMapr.nl

Cara Meningkatkan Skor Kredit

Gunakan Kartu Kredit 

Menggunakan kartu kredit bisa menjadi salah satu cara meningkatkan skor kredit seseorang. Dengan memiliki kartu kredit, Anda akan memiliki histori kredit. Dari histori tersebut, pihak lembaga keuangan seperti bank atau lembaga pembiayaan dapat melihat profil hingga risiko yang ada. Jadi, pastikan Anda paham bagaimana cara menggunakan kartu kredit dengan bijak dan membayarnya tepat waktu.

Pastikan Kartu Kredit Tetap Aktif

Jika Anda memiliki beberapa kartu kredit, pastikan kartu kredit yang tidak terpakai masih tetap aktif. Menurut ahli, salah satu cara perusahaan global menilai kredit nasabah dengan melihat jumlah kartu kredit yang aktif. Tetapi dengan syarat, kartu kredit yang tidak terpakai memiliki histori pembayaran yang baik. 

Bayar Cicilan Kartu Kredit Secara Penuh

Meskipun pihak Bank menawarkan pembayaran cicilan minimum, tetapi usahakan lakukanlah pembayaran cicilan kartu kredit secara penuh. Hal ini bertujuan untuk menghindari hutang yang menumpuk dan gagal bayar. Semakin banyaknya hutang yang belum terbayarkan tentunya akan menambah beban suku bunga yang semakin besar. Jika mengalami keterlambatan bayar, selain akan memperburuk skor kredit, denda keterlambatan bayar akan menghampiri Anda.

Berhutang dengan Sehat 

Memiliki hutang sehat juga menjadi penilaian dari kredit seseorang. Seseorang dapat dikatakan memiliki hutang sehat selama tidak melebihi dari 30% penghasilan bulanan. Angka ini menjadi angka aman yang dapat menilai kelayakan seseorang dalam mengajukan pinjaman. Selain itu, besarnya hutang yang dimiliki debitur dapat digunakan sebagai instrumen perhitungan debt service ratio atau rasio hutang terhadap pendapatan yang Anda terima setiap bulannya.

Membayar Tagihan Tepat Waktu 

Apabila memiliki hutang, sudah selayaknya untuk dibayar. Dengan membayar secara tepat waktu, skor kredit Anda dapat meningkat atau mempunyai nilai yang baik. Adapun beberapa cara agar Anda dapat membayar tagihan tepat waktu seperti berikut : 

  • Pasang pengingat 
  • Sisihkan uang untuk membayar hutang di awal bulan 
  • Memisahkan pos keuangan hutang dengan pos lainnya

Restrukturisasi Kredit

Jika Anda menghadapi kondisi kredit macet atau sedang mengalami kesulitan keuangan, ada baiknya Anda mengajukan restrukturisasi kredit. Restrukturisasi kredit bertujuan untuk meringankan pembayaran angsuran debitur dengan kondisi tertentu. Tidak semua pengajuan restrukturisasi kredit akan diterima oleh kreditur. Dalam hal ini, kreditur perlu melakukan analisa kelayakan apakah Anda benar-benar memerlukan layanan tersebut.

Terdapat paling tidak 6 cara dalam melakukan restrukturisasi kredit, tetapi yang paling umum mungkin melalui 3 cara berikut ini:

1. Rescheduling (Penjadwalan Kembali)

Metode rescheduling adalah metode pengalihan pembayaran hutang pada debitur tertentu dengan mengubah tenor atau jangka waktu pembayaran hutang. Misal, debitur dengan tenor awal 36 bulan, dengan metode rescheduling, tenor akan berubah menjadi tenor 48 bulan.

2. Reconditioning (Persyaratan Kembali)

Sementara itu, metode restructuring adalah metode pengalihan hutang pada debitur dengan kondisi tertentu dengan mengubah sebagian atau seluruh syarat perjanjian kredit. Perubahan perjanjian kredit ini dapat berupa perubahan pada suku bunga yang dikenakan, tenor, maupun pengurangan sebagian pokok pinjaman.

3. Restructuring (Penataan Kembali)

Selanjutnya, metode restructuring adalah metode pengalihan hutang debitur dengan kondisi tertentu dengan mengubah persyaratan kredit yang mencakup perubahan jumlah pokok hutang dan penambahan dana.

 

Nah, itu dia cara-cara yang bisa Anda lakukan agar pengajuan diterima atau tidak ditolak dengan cara meningkatkan skor kredit. Dengan skor kredit yang baik, Anda bisa mengajukan pinjaman secara mudah di BFI Finance. Selain menjadi perusahaan pembiayaan yang aman dan terpercaya, BFI Finance sudah memiliki sekitar 300 kantor cabang dan gerai yang tersebar di seluruh Indonesia. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, ajukan pinjaman untuk segala keperluan di BFI Finance.

 

Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Mobil

Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Motor

Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah

 

Selalu Ada Jalan Bersama BFI Finance.

Sumber: