Gaya Hidup

Belajar Saham dari Nol: 11 Cara Investasi untuk Pemula

Diterbitkan: 27 March, 2026
Diperbarui: 27 March, 2026
32
Belajar Saham dari Nol: 11 Cara Investasi untuk Pemula

Menabung uang di celengan atau rekening biasa adalah hal wajar bagi sebagian orang. Namun, apakah menabung saja cukup untuk membangun kekayaan jangka panjang dan mencapai kebebasan finansial, atau apakah investasi saham diperlukan?

Dalam hal ini, saham bisa menjadi opsi yang tepat karena memiliki potensi besar untuk mendatangkan imbal hasil maksimal (lebih tinggi). Apalagi, dengan kemajuan teknologi, banyak platform yang memudahkan pemula untuk mulai berinvestasi saham dengan cara lebih sederhana dan aman.

Bahkan, bisa dimulai dengan modal minim. Lantas, bagaimana cara investasi saham bagi para investor, khususnya pemula? Tenang, Anda tidak sendiri! Mari membahasnya lebih lanjut di artikel berikut.

 

Cara Investasi Saham

Seiring berkembangnya teknologi, seperti aplikasi saham dan informasi online, saham menjadi salah satu jenis investasi yang semakin digandrungi masyarakat dari berbagai usia. Faktor pendorong utamanya adalah potensi keuntungan yang tinggi dalam waktu relatif singkat.

Namun, perlu dipahami bahwa selalu ada risiko, seperti volatilitas pasar dan kerugian modal, di balik imbal hasil yang diterima. Oleh karena itu, dibutuhkan pemahaman yang cukup untuk memulainya. Berikut ini adalah beberapa cara investasi saham yang bisa dipertimbangkan.

1. Pahami Saham Terlebih Dahulu

Sebagai investor yang cerdas, jangan pernah ragu untuk memahami istilah-istilah teknis dalam saham, seperti jenis, risiko, hingga potensi return investasi saham sebelum melangkah lebih jauh.

Ilmu dasar ini dapat dipelajari dari mana saja, seperti buku, materi seminar, atau video di internet. Anda pun diperkenankan untuk berdiskusi bersama komunitas atau konsultasi ke pihak yang sudah lebih berpengalaman.

2. Kenali Profil Risiko

Ketika hendak berinvestasi saham, sebaiknya kenali profil risiko Anda. Artinya, seberapa besar toleransi atau kesiapan Anda untuk menghadapi fluktuasi harga. Profil risiko sendiri terdiri atas tiga jenis, yaitu:

  • Konservatif: Cenderung tidak menyukai risiko tinggi dan menghindari penurunan nilai pokok investasi karena tujuannya adalah melindungi modal dari kerugian.
  • Moderat: Lebih berani untuk mengambil risiko, namun tetap berhati-hati. Selain itu, relatif nyaman dengan fluktuasi jangka pendek. Tujuannya adalah untuk mencari pertumbuhan moderat dengan keseimbangan antara risiko dan hasil.
  • Agresif: Siap menanggung risiko penurunan nilai investasi yang besar (volatilitas tinggi) demi mengejar keuntungan karena bertujuan untuk pertumbuhan maksimal.

3. Tetapkan Tujuan Investasi

Setelah memahami informasi dasar terkait saham, jangan lupa tentukan tujuan investasi yang hendak dilakukan. Anda bisa menerapkan prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-bound).

Dalam hal ini, Anda perlu menetapkan alasan spesifik, misalnya untuk membeli properti, dana pernikahan, dana pensiun, dana pendidikan anak, biaya kesehatan, dan lain sebagainya.

Kemudian, tentukan nominal target (uang yang dibutuhkan) hingga jangka waktu untuk mencapainya. Berikut ini penjelasannya.

  • Jangka Pendek (< 1 tahun): Biaya liburan dan dana darurat.
  • Jangka Menengah (1-5 tahun): Modal pernikahan dan down payment rumah.
  • Jangka Panjang (> 5 tahun): Dana pensiun dan biaya pendidikan anak.

4. Siapkan Modal Investasi

Selanjutnya, yaitu siapkan modal investasi saham. Sebaiknya, gunakan idle cash atau uang dingin agar tidak mengganggu budget kebutuhan primer maupun pos prioritas lainnya. Jadi, hindari pemakaian dana darurat atau utang.

Persiapan modal bisa dilakukan secara bertahap dengan menyisihkan minimal 10% dari pemasukan bulanan. Lalu, mulai dari modal terkecil dahulu dan bukan one go (mengalokasikan uang sekaligus ke saham).

Tujuannya adalah supaya Anda bisa lebih memahami kondisi pasar setiap hari. Misalnya, membeli saham minimum 1 lot = 100 lembar di Bursa Efek Indonesia. Apabila harga saham Rp1.000 per lembar, maka hanya memerlukan modal awal sekitar Rp100.000 saja.

 

Baca juga: Apa Itu Investasi Properti Online? Ini Jenis & Kelebihannya

 

5. Tentukan Sekuritas dan Buka Rekening Saham

Cara investasi saham lainnya, yaitu membeli saham. Dalam hal ini, Anda harus membuka rekening saham terlebih dahulu di perusahaan sekuritas (perantara dengan Bursa Efek Indonesia).

Biasanya, pendaftaran bisa dilakukan secara online dengan mengisi data diri dan menyetorkan dana awal. Namun, pastikan kamu memilih sekuritas yang tepat dengan memperhatikan beberapa hal berikut.

  • Reputasi dan Keamanan: Tentukan sekuritas berdasarkan rekam jejak positifnya dan sudah terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD): Jumlah MKBD yang semakin besar menunjukkan finansial sekuritas dalam kondisi stabil.
  • Kemudahan Akses dan Penggunaan: Cek dan pastikan aplikasi sekuritas yang dipilih user-friendly, layanan customer service responsif, serta memiliki fitur analisis.

6. Pilih Saham Secara Tepat

Bagi investor pemula, memilih saham yang tepat cukup tricky. Apalagi, terdapat klasifikasi baru untuk mengenali kelompok industri dari setiap emiten, yaitu IDX-IC (Indonesia Stock Exchange Industrial Classification) yang diperkenalkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ada beberapa langkah yang bisa dipertimbangkan oleh para pemula, di antaranya:

  • Mengandalkan daftar saham yang sudah diseleksi menurut kriteria tertentu oleh lembaga kredibel, seperti IDX.
  • Menjadikan indeks sebagai acuan, seperti IDX30, IDX80, atau yang telah melewati seleksi kinerja finansial maupun likuiditas perdagangan saham atau LQ45.
  • Mengecek laporan keuangan, rasio utang, laba bersih, hingga pertumbuhan penjualan untuk melihat fundamental emiten.
  • Memilih sektor yang dibutuhkan banyak orang dan tidak memiliki siklus naik turun drastis, seperti consumer goods, perbankan, telekomunikasi, serta lain-lain.

7. Lakukan Diversifikasi

Ketika berinvestasi saham, salah satu hal yang perlu diperhatikan pemula adalah hindari memasukkan semua telur ke dalam satu keranjang. Artinya, lakukan diversifikasi investasi.

Sebaliknya, alokasikan modal ke dalam beberapa aset investasi. Cara main saham untuk pemula ini akan melindungi Anda dari risiko kerugian total dan mengoptimalkan keuntungan.

Langkah diversifikasi juga bagus untuk menjaga kestabilan aset. Misalnya, Anda memilih tiga jenis saham blue chip di sektor yang berbeda, yaitu energi terbarukan, kesehatan, dan perbankan.

8. Hindari Perdagangan Jangka Pendek

Berikutnya, yakni hindari perdagangan jangka pendek, terutama bagi pemula yang tergoda trading harian. Walaupun tampak profitabel, mayoritas trader jangka pendek justru mengalami kerugian karena beberapa alasan, antara lain:

  • Mudah dikuasai emosi sehingga terlalu serakah atau mudah panik.
  • Harus melawan algoritma yang canggih serta investor dengan modal besar.
  • Biaya transaksi berisiko menumpuk.

Investor pemula lebih disarankan untuk fokus pada investasi jangka panjang, seperti menabung saham setiap bulan pada produk saham pilihan secara rutin.

 

Baca juga: Simak Kenapa Anda Harus Investasi Emas Mulai Hari Ini

 

9. Pelajari Analisis Saham

Saat telah menjadi investor saham, Anda akan semakin terbiasa dengan pergerakan naik turunnya nilai saham. Alih-alih intuisi belaka, Anda harus mendasarinya dengan analisis secara mendalam.

Caranya, yaitu dengan mempelajari portofolio atau laporan keuangan perusahaan selama beberapa tahun terakhir. Jangan lupa pula untuk mengikuti perkembangan perusahaan lewat informasi atau berita terbaru.

Dengan mempelajarinya, Anda bisa memprediksi nilai saham mana yang nantinya akan menghasilkan return maksimal. Jadi, pembelian saham tidak didasari oleh FOMO atau ikut-ikutan tren semata.

10. Realistis dan Konsisten

Selayaknya instrumen lain, berinvestasi saham juga membutuhkan waktu dan komitmen. Sebab, tidak ada sesuatu yang instan dalam sebuah proses. Oleh karena itu, usahakan untuk konsisten dalam menabung saham.

Anda dapat mencoba metode dollar cost averaging (DCA). Misalnya, membeli saham suatu emiten senilai Rp300.000 setiap bulan tanpa peduli harganya sedang naik atau turun. Dalam jangka panjang, rata-rata harga beli Anda nanti akan lebih stabil.

Selain itu, tetap realistis, berpegang teguh pada data, serta informasi akurat ketika berinvestasi. Jadi, jangan sampai cenderung terbawa emosi dalam setiap pengambilan keputusan meskipun sudah dipenuhi ekspektasi terlalu tinggi karena tidak akan baik.

11. Pantau dan Evaluasi Portofolio

Cara investasi saham berikutnya yaitu selalu memantau dan mengevaluasi portofolio. Langkah ini penting untuk memastikan apakah kinerja saham sesuai harapan atau justru merugikan.

Apabila terdapat saham yang terus merugi tanpa adanya proses pemulihan, apakah masih layak dipertahankan atau sebaiknya dijual saja? Cobalah luangkan waktu untuk mempelajari laporan keuangan dari saham yang Anda miliki.

Kemudian, bisa juga dengan mencari sumber yang telah membuat analisis terhadap laporan keuangan tersebut untuk menilai langkah selanjutnya. Sebaiknya, fokuskan pada fundamental perusahaan, bukan fluktuasi jangka pendek semata.

 

Itulah beberapa cara investasi saham untuk pemula. Pastikan untuk menjaga konsistensi selama berinvestasi. Namun, tetap ingat bahwa fluktuasi harga pada investasi saham cenderung tajam meskipun menawarkan potensi keuntungan besar.

Alhasil, diperlukan kesiapan mental yang matang. Salah satu risiko terbesar dalam investasi saham, yaitu saat terpaksa menjual rugi (cut loss) karena sedang membutuhkan dana mendesak.

Inilah mengapa investor pemula dianjurkan untuk memisahkan dana investasi dengan dana operasional demi menjaga agar napas investasinya panjang. Maka dari itu, pastikan kebutuhan dana mendesak ter-cover dengan baik tanpa harus mengorbankan modal investasi.

Jika memerlukan tambahan finansial atau pendanaan praktis untuk urusan produktif, BFI Finance hadir sebagai mitra solutif dan kredibel.

Terdapat berbagai pilihan pendanaan di BFI Finance yang bisa dipertimbangkan, mulai dari fasilitas pembiayaan dengan jaminan BPKB MobilBPKB Motor, hingga Sertifikat Rumah/Ruko/Rukan.

BFI Finance menawarkan proses yang transparan dan legal karena berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tunggu apa lagi? Ajukan pembiayaan dan kelola finansial lebih fleksibel sekarang karena #SelaluAdaJalan bersama BFI Finance!

 

Baca juga: Mengenal Tentang Obligasi: Pengertian, Manfaat, dan Jenis-Jenisnya

Kategori : Gaya Hidup
Kukut Ragil Walujodjati

Kukut Ragil Walujodjati

SEO & Content Writer

Kukut Ragil Walujodjati adalah SEO Strategist dan Content Writer dengan pengalaman lebih dari 3 tahun yang berfokus pada pembiayaan berbasis jaminan. Kukut Ragil merupakan lulusan Far Eastern Federal University, program studi Manajemen. Bidang penulisan yang dikuasainya meliputi topik pinjaman, bisnis, UMKM, gaya hidup, dan edukasi finansial. Ia secara aktif mengikuti perkembangan regulasi dan dinamika pasar pembiayaan di Indonesia, sehingga setiap artikel yang ditulis selalu mengutamakan ketepatan konteks dan relevansi praktik di lapangan. Tujuan utamanya adalah membantu pembaca memahami keputusan finansial secara lebih matang dan terinformasi.