Pinjaman

Bolehkah Ajukan Pinjaman Usaha Saat Pandemi? Simak Fakta Berikut Ini!

Admin BFI
6 July 2022
2571
Bolehkah Ajukan Pinjaman Usaha Saat Pandemi? Simak Fakta Berikut Ini!

Di tengah pandemi ini, ada banyak tantangan yang harus dihadapi dalam menjalankan usaha. Salah satunya yaitu tantangan finansial. Sebagi wirausahawan atau entrepreneur pertanyaan berikut mungkin terlintas di benak Anda, “Apakah mengajukan pinjaman usaha saat pandemi seperti ini merupakan hal yang bijak?”

Sebagai seorang entrepreneur, tentunya Anda sangat paham bahwa modal usaha merupakan hal yang penting untuk keberlangsungan bisnis Anda. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kekurangan modal. Salah satunya ialah mengajukan pinjaman usaha saat pandemi melalui lembaga keuangan, misalnya perusahaan pembiayaan. 

Meski demikian, tak jarang masih banyak wirausahawan atau entreprenur yang khawatir akan terlilit hutang manakala mereka memutuskan untuk mengajukan pinjaman usaha. Terutama di tengah pandemi seperti sekarang, saat segala keputusan finansial harus dipertimbangkan secara matang.

1. Keuntungan Mengajukan Pinjaman Usaha Saat Pandemi

Dilansir dari KoinWorks, berikut ini adalah alasan mengapa keputusan mengajukan pinjaman usaha saat pandemi untuk keperluan bisnis merupakan hal yang bijak untuk dilakukan!

Pinjaman Usaha Saat Pandemi

Image Source: Pexels.com

1.2. Inovasi

Sebagai seorang entrepreneur, melakukan inovasi merupakan salah satu kunci agar usaha Anda dapat terus berkembang dan up-to-date. Dua hal ini dinilai penting karena memiliki dampak yang baik bagi keberlangsungan bisnis Anda kelak.

Dengan mengajukan pinjaman usaha saat pandemi, nantinya dana yang Anda peroleh dapat dimanfaatkan untuk bereksperimen, melakukan riset bisnis, serta menemukan inovasi untuk mengembangkan produk atau jasa yang dibutuhkan di tengah pandemi seperti sekarang. 

Tidak hanya itu, pinjaman usaha saat pandemi juga tentunya sangat berguna apabila Anda memiliki ide usaha yang potensial dan hendak diwujudkan, yang mana ide tersebut sudah lama tertunda karena kekurangan biaya. 

1.3. Merawat Peralatan

Pinjaman usaha bisa juga dimanfaatkan untuk merawat maupun menambah peralatan usaha. Sehingga, kegiatan operasional usaha Anda dapat berjalan lebih efisien. Terutama jika bisnis Anda sudah berjalan cukup lama, dengan adanya dukungan dari teknologi terkini maka efisiensi bisnis Anda akan lebih baik.

1.4. Melancarkan Arus Kas

Di tengah pandemi ini, pasokan produksi dan kuantitas pelanggan yang berkurang sedikit banyak mempengaruhi arus kas Anda. Terutama apabila Anda masih memiliki banyak pengeluaran yang belum tertutupi sejak awal menjalankan usaha. Dengan adanya pinjaman usaha saat pandemi, Anda dapat menggunakannya untuk menutupi biaya pengeluaran tertentu. Pastikan juga dana yang diperoleh digunakan sebaik mungkin, ya!

Baca juga: Tips Usaha; Tanda Anda Butuh Pinjaman Modal Usaha

2. Tips Mempertahankan Bisnis Saat Pandemi

Berikut ini beberapa tips mepertahankan bisnis saat pandemi yang dapat Anda coba. 

2.1. Memperoleh Dana Pinjaman Usaha

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, mengajukan pinjaman usaha saat pandemi sah-sah saja untuk dilakukan. Sebab, hal ini dapat menyelamatkan bisnis Anda dari kebangkrutan. Oleh karena itu jangan ragu untuk mengajukan pinjaman.

Pastikan Anda memilih perusahaan pembiayan yang sudah legal serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), salah satunya yaitu BFI Finance. Perusahaan pembiayaan terpercaya dengan pencairan dana yang cepat,  mudah, dan aman. Siap sedia membantu Anda dalam mengatasi masalah keuangan.

2.2. Mengatur dan Mengavaluasi Cash Flow

Pandemi sangat erat kaitannya dengan kecemasan. Tidak semua pihak yakin kapan wabah Covid-19 akan berakhir dan situasi akan kembali normal. Ketidakpastian ini perlu diatasi oleh pelaku usaha dengan mengkaji catatan keuangan dan mengukur kemampuan usaha.

Pelaku usaha dapat mengubah model usahanya menjadi survival mode setelah mengetahui posisi keuangan terkini. Dengan kata lain, perusahaan perlu mencapai cost-effectiveness dalam aktivitas bisnis yang cukup memakan biaya.

Beberapa hal yang bisa Anda tunda adalah ekspansi bisnis, proyek kampanye skala besar, dan meminimalkan biaya branding bisnis Anda.

2.3. Membuat dan Menerapkan Strategi Pemasaran yang Baru

Tentu saja, strategi utama yang perlu Anda terapkan adalah menggunakan berbagai online marketplace sebagai sarana pemasaran produk Anda. Tapi bukan berarti  bisa menyelesaikan semua masalah bisnis. Pasalnya, persaingan di pasar semakin ketat. 

Ribuan usaha kecil dan menengah (UMKM) berkumpul untuk menjual produknya di berbagai pasar, dari perusahaan besar yang sudah memiliki toko fisik. Ketatnya persaingan antar pelaku bisnis di pasar online menjadikan strategi pemasaran menjadi faktor penentu. Pada titik ini, para pelaku usaha harus bijak dalam memicu keputusan pembelian konsumen.

Baca juga: Cara Memperoleh Pinjaman Modal Usaha Untuk UMKM

2.4. Menjaga Loyalitas Konsumen

Menarik konsumen  tidak mudah selama penurunan. Konsumen, di sisi lain, merupakan faktor penting dalam menjaga bisnis Anda berjalan. Namun, masih ada celah yang bisa diatasi untuk menjaga loyalitas pelanggan.

Konsumen tampaknya lebih setia pada produk yang menunjukkan kepekaan dan kepedulian sosial terhadap  pandemi ini, daripada menghabiskan uang berlebih untuk promosi. Merek atau produk Anda sangat mungkin diperhatikan oleh konsumen jika pengusaha dapat menangani kepekaan publik dengan baik.

Menurut studi Harvard Business School, krisis pandemi Covid-19 telah mendorong konsumen  untuk mendidik diri mereka sendiri tentang dampak pandemi pada bisnis. Perusahaan dapat mengatasi situasi ini dengan menghindari komunikasi yang menciptakan ketakutan dan kekhawatiran tentang krisis tanpa memberikan solusi atau harapan kepada pelanggan mereka. 

Tidak hanya itu, perusahaan juga dapat memberi tahu konsumen bahwa mereka dapat mengakses dan membeli produk dan layanan yang mereka butuhkan jika terjadi krisis. Upaya komunikasi tersebut dinilai penting bagi konsumen di masa pandemi Covid-19 ini.

Selain itu, perusahaan perlu memenuhi tren tangkapan yang dibutuhkan pelanggan sasaran mereka. Jelas bahwa kami perlu merancang layanan dan produk yang memenuhi kebutuhan konsumen kami. Asumsi tanpa bukti yang jelas tidak cukup untuk mencari tahu. 

Selama ini, perusahaan perlu mengandalkan data yang andal daripada asumsi dan rumor. Oleh karena itu, melakukan riset pasar menjadi kunci penting untuk membuka lebih banyak peluang  di masa krisis ini.

Krisis pandemi ini bukanlah akhir dari perjalanan bisnis. Ada banyak gerakan dan strategi bisnis baru yang bisa Anda terapkan agar bisnis Anda tetap bertahan menghadapi krisis ini. Inovasi, riset pasar, dan loyalitas pelanggan adalah cara  bisnis dapat dengan cepat beradaptasi dengan situasi baru ini.

Sobat BFI, itulah ulasan kami terkait pengajuan pinjaman usaha saat pandemi. Banyak keuntungan yang Anda peroleh ketika mengajukan pinjaman. Usahakan untuk mengimbanginya dengan bijak mengelola dana yang ada. Jika Anda membutuhkan pinjaman usaha berupa modal atau pun pinjaman lainnya. BFI Finance dapat menjaid solusi yang tepat.

BFI Finance siap sedia membantu Anda untuk memperoleh modal usaha. Prosesnya cepat, aman, dan mudah karena BFI Finance berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kami juga menawarkan beragam pilihan pinjaman yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Diantaranya yaitu:

Jaminan BPKB Mobil

Pencairan dana hingga 85% dari nilai kendaraan dan tenor hingga 3 tahun.

Jaminan BPKB Motor

Pinjaman dana dengan proses cepat dan tenor maksimal hingga 18 bulan.

Jaminan Sertifikat Rumah

Bunga rendah mulai dari 0.9% dengan tenor panjang hingga 48 bulan.

Ikuti terus Artikel kami seputar keuangan, pinjaman, gaya hidup, dan informasi bermanfaat lainnya di BFI Blog. Update setiap minggu dengan beragam artikel menarik!

Kategori : Pinjaman