Artikel

Bandwagon Effect: Definisi, Faktor Penyebab, Dampak, dan Contohnya

2022-11-18 00:00:00 471
Bandwagon Effect: Definisi, Faktor Penyebab, Dampak, dan Contohnya

Apakah Anda termasuk orang yang senang mengikuti tren terkini? Seperti membeli barang atau gadget keluaran terbaru? Fenomena tersebut dikenal dengan sebutan bandwagon effect!

 

Apa Itu Bandwagon Effect?

Bandwagon effect adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan fenomena psikologi dimana seseorang cenderung mengikuti tren, gaya, sikap, dan lain sebagainya karena melihat banyak orang turut melakukan hal yang sama.

Singkatnya, bandwagon effect adalah fenomena ‘ikut-ikutan’. Secara psikologi, fenomena yang satu ini adalah bentuk bias kognitif yang mengakibatkan seseorang atau kelompok mengalami kesalahan dalam mengambil keputusan akibat adanya dorongan dari faktor eksternal dan internal.

Dalam fenomena ini, semakin banyak orang yang mengikuti suatu tren yang tengah viral, maka semakin besar juga orang lain akan ikut-ikutan. Sebagai contoh tren pembuatan video atau challenge yang ada di TikTok.

Faktor Penyebab Terjadinya Bandwagon Effect

Munculnya bandwagon effect bisa disebabkan oleh faktor eksternal maupun internal. Faktor eksternal umumnya terjadi karena adanya dorongan dari lingkungan sekitar. Misalnya, jika ada seseorang yang tidak mengikuti tren atau suatu kegiatan, orang tersebut besar kemungkinan akan mendapat sanksi sosial seperti dikucilkan atau dianggap aneh oleh orang sekitar.

Adapun faktor internal pemicu terjadinya hal ini yaitu dikarenakan banyak orang cenderung mudah terpedaya dengan pendapat orang lain. Pendapat tersebut ditelan secara mentah-mentah tanpa mau mencari tahu kebenaran informasi dan mempertimbangkannya. Misalnya seseorang membeli sebuah produk yang sedang booming tanpa pikir panjang ataupun mempertimbangkan kegunaan produk yang dipilih.

Selain contoh di atas, ada juga faktor eksternal dan internal lainnya yang ikut menjadi sebab mengapa seseorang bisa terjerat fenomena ini.

1. Pemikiran Kelompok (Groupthink)

Faktor yang pertama yaitu pemikiran kelompok. Sebagaimana yang kita tahu, lingkungan tempat kita berada memiliki andil yang besar dalam membentuk perilaku seseorang.

Saat kita tidak mengikuti tren, cara berperilaku, dan beragam hal lainnya yang dilakukan oleh suatu kelompok dimana kita berada, besar kemungkinan kita akan kesulitan bersosialisasi karena adanya tekanan serta sanksi sosial yang mungkin berlaku. Oleh karenanya, mau tidak mau orang tersebut harus bisa menyesuaikan diri.

Hal ini terkadang bisa menjadi sebuah permasalahan yang cukup serius, terutama untuk kesehatan mental. Sebab, ada hal tertentu yang bisa saja berseberangan dengan jati diri kita. Seperti halnya prinsip dan nilai-nilai yang dianut.

2. Keinginan Untuk Diterima Di Suatu Kelompok

Perasaan ingin diterima dan diakui keberadaannya di kelompok tertentu bisa menjadi faktor penyebab bandwagon effect berikutnya. Ini bisa terjadi karena orang tersebut akan rela melakukan apa saja demi bisa diterima dengan baik.

Misalnya, Anda ingin bergabung dalam kelompok fashion kekinian. Di dalam kelompok tersebut, semua anggotanya selalu up to date dengan fashion terbaru. Nah, untuk memudahkan Anda agar diterima dengan baik, Anda perlu menyesuaikan gaya berpakaian dengan kelompok tersebut.

Keinginan untuk diterima dalam suatu kelompok memiliki kaitan yang erat dengan FOMO (Fear Of Missing Out) atau takut ketinggalan tren terkini. Sebab, mereka yang melewatkan tren yang sedang happening cenderung memiliki rasa takut dianggap ‘tidak gaul’ atau tidak keren. Imbasnya, mereka akan latah ikut-ikutan suatu tren tanpa mempertimbangkan baik buruknya.

 

Baca Juga: Lawan Kata Dari FOMO, Ini Dia Manfaat JOMO di Kehidupan Sehari-Hari

 

3. Takut Dikucilkan

Seperti halnya perasaan ingin diterima, perasaan takut dikucilkan menjadi momok tersendiri bagi mereka yang tidak mengikuti tren terkini. Alhasil, agar mereka tidak dibully dan tidak dianggap aneh, orang tersebut akan pasrah mengikuti tren yang ada demi menghindari perlakuan tidak menyenangkan dari lingkungannya.

Dampak Bandwagon Effect

Hadirnya bandwagon effect bisa memberikan dampak positif maupun negatif. Semua itu bergantung pada jenis kegiatan atau tren yang Anda ikuti.

Misalnya jika Anda ikut-ikutan tren yang berkaitan yang gaya hidup sehat seperti rutin berolahraga 15 menit setiap hari atau rajin mengonsumsi buah dan sayur, tentunya tren tersebut dapat memberikan efek yang baik pada diri Anda.

Lain halnya jika tren yang Anda ikuti bertentangan dengan nilai sosial dan justru dapat melukai orang lain. Misalnya tren terkini terkait prank. Ada banyak jenis prank di luaran sana yang alih-alih menjadi hiburan yang seru, kegiatan tersebut justru dapat menyinggung perasaan orang lain bahkan melukai mereka

Ada juga tren berinvestasi. Investasi memanglah baik untuk masa depan, namun bilamana dilakukan secara sembrono dan tanpa dibekali ilmu yang cukup, bukannya untung yang ada malah buntung.

Intinya, bandwagon efek ini bisa menjadi sesuatu yang baik atau buruk tergantung dari lingkungan Anda berada dan bagaimana Anda menyikapinya.

Contoh Bandwagon Effect

Bandwagon effect adalah sebuah istilah yang disematkan bagi mereka yang mengadopsi tren terkini, terlepas dari kepercayaan atau prinsip yang dianut. Fenomena ini sudah ada sejak lama dan hadir dalam bentuk yang berbeda-beda.

Beberapa contoh bandwagon effect yang lumrah terjadi disekitar kita antara lain yaitu membeli suatu produk karena popularitasnya atau demi mendapatkan status di masyarakat. 

Misalnya seseorang baru saja membeli ponsel keluaran terbaru hanya untuk bisa dianggap orang berada tanpa mempertimbangkan kebutuhan serta kemampuan membeli. Tak ayal, mereka yang sering memaksakan diri kerap kali terjerat pinjaman online (pinjol) ilegal. Hati-hati, ya!

Selain contoh tersebut, ada juga beberapa fenomena bandwagon effect yang pernah terjadi Indonesia.

Bandwagon Effect

Image Source: Pexels/cottonbro studio

1. Panic Buying Saat Awal Pandemi

Saat awal pandemi melanda Indonesia pemerintah kita mewajibkan untuk melakukan isolasi mandiri selama 2 minggu. Pada saat peraturan tersebut disampaikan ke publik, banyak masyarakat kita yang berbondong-bondong membeli banyak persediaan makanan dan kebutuhan lainnya hanya karena takut tidak memiliki persediaan. 

2. Tren Naik Gunung

Pada tahun 2012, tanah air sempat dihebohkan dengan tren naik gunung akibat boomingnya film 5 CM. Fenomena tersebut mengakibatkan sampah yang ada di gunung kian meningkat.

3. Prank

Prank adalah sebuah lelucon terapan yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain dengan tujuan membuat kaget. Meskipun secara harfiah prank dikatakan sebagai lelucon, namun pada prakteknya banyak orang dengan sengaja membuat prank yang tanpa disadari justru mencelakai orang lain.

Boomingnya prank sejak tahun 2019 yang dilakukan oleh para YouTuber mampu membuat banyak orang berlomba-lomba untuk ikut meramaikan kegiatan ini tanpa berpikir panjang akan konsekuensi yang mungkin terjadi.

Tips Menghindari Bandwagon Effect

Setelah Anda mengetahui secara sekilas apa yang dimaksud dengan istilah bandwagon effect, tentunya Anda akan bertanya-tanya, apa kiranya tips efektif untuk menghindarinya. Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan sebagai langkah preventif.

1. Jangan mudah percaya terhadap saran dari orang lain. Pertimbangkan dengan matang dan lakukan evaluasi secara mandiri (bersikap kritis).

2. Jangan terburu-buru mengambil keputusan. Beri jeda waktu untuk berpikir sejenak agar keputusan yang Anda buat tidak mencelakai diri sendiri di kemudian hari.

3. Tidak memaksakan diri serta keadaan untuk mengikuti suatu kelompok. Pilihlah lingkungan serta kelompok yang memang sesuai dengan Anda. Baik itu dari segi nilai yang dipegang serta pola perilaku yang ada.

Sobat BFI, itu dia pembahasan terkait bandwagon effect. Pastikan untuk mempertimbangkan segala sesuatunya dengan matang dan tidak tergesa-gesa. Jangan sampai hanya karena ingin eksis dan mengikuti tren terkini, keselamatan Anda jadi taruhannya.

Ingin tahu informasi menarik lainnya seputar gaya hidup, bisnis, pinjaman, dan masih banyak lagi? Ikuti terus artikel terbaru di BFI Blog. Hadir setiap Senin-Jumat!

Dapatkan pinjaman dana cepat dengan proses yang aman di mudah lewat hanya di BFI Finance!

Beragam kebutuhan dari mulai modal usaha sampai dengan gaya hidup, semuanya bisa Anda wujudkan! Informasi selengkapnya terkait pinjaman bisa Anda akses melalui tautan di bawah ini.

Jaminan BPKB Mobil

Pencairan dana hingga 85% dari nilai kendaraan dan tenor hingga 3 tahun.

Jaminan BPKB Motor

Pinjaman dana dengan proses cepat dan tenor maksimal hingga 18 bulan.

Jaminan Sertifikat Rumah

Bunga rendah mulai dari 0.9% dengan tenor panjang hingga 48 bulan.

Tunggu apalagi? Yuk, segera ajukan pinjaman di BFI Finance. Jangan sampai peluang yang ada terlewatkan begitu saja.

Sumber: