Informasi Umum

Benarkah Investasi Emas Menguntungkan? Ini Penjelasannya!

Penulis: Sarah
Diterbitkan: 25 February, 2026
Diperbarui: 25 February, 2026
37
Benarkah Investasi Emas Menguntungkan? Ini Penjelasannya!

Selain investasi properti, emas menjadi salah satu instrumen investasi yang cukup populer hingga saat ini. Banyak orang tertarik karena emas dianggap relatif memiliki nilai yang cenderung stabil dibandingkan aset lain. Namun, apakah investasi emas menguntungkan?

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, sebaiknya pahami terlebih dahulu keuntungan dan risiko investasi emas agar bisa membuat keputusan finansial yang lebih bijak. Untuk membantu Anda lebih mudah memahami semua aspek terkait dengan keuntungan, risiko, hingga tips memulai investasi emas, simak informasi dalam artikel ini.

 

Mengapa Pilih Investasi Emas?

Emas telah lama dianggap sebagai salah satu jenis investasi dengan nilai yang cenderung stabil dibandingkan kebanyakan instrumen lainnya. Salah satu alasan utama memilih emas adalah kemampuannya untuk melindungi nilai kekayaan dari inflasi. Saat harga barang dan jasa naik, nilai emas juga cenderung meningkat sehingga daya beli Anda tetap terjaga.

Selain itu, emas bersifat likuid. Artinya, emas bisa dijual atau dicairkan kapan saja tanpa prosedur yang rumit. Fleksibilitas ini membuatnya menjadi pilihan menarik bagi investor yang ingin memiliki cadangan dana darurat.

Tidak hanya itu, manfaat investasi emas juga termasuk diversifikasi aset portofolio. Dengan menambahkan emas ke dalam aset investasi Anda, risiko kerugian dari instrumen lain, seperti saham atau properti, bisa diminimalkan karena emas menjadi penyeimbang yang membantu menjaga stabilitas portofolio aset Anda.

 

Jenis-Jenis Investasi Emas

Investasi emas bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, masing-masing memiliki kelebihan dan cara pengelolaan yang berbeda. Adapun jenis-jenis investasi emas yang umum dipilih meliputi:

  • Koin emas: Koin emas biasanya dicetak dengan desain khusus yang memiliki nilai artistik dan sejarah tertentu. Faktor unik inilah yang membuat koin emas sering dijual dengan harga premium yang bisa lebih tinggi dibandingkan harga emas per gram standar.
  • Emas batangan: Emas murni dalam bentuk batangan, biasanya memiliki kadar kemurnian hingga 99,99% atau 24 karat. Jenis emas ini bisa dibeli mulai 1 gram dan dijual kembali dengan harga yang berpotensi lebih tinggi dalam jangka waktu tertentu.
  • Emas perhiasan: Jenis emas ini biasanya memiliki kadar kemurnian di bawah 70% dengan ketahanan yang lebih tinggi dari emas batangan. Meski lebih tahan lama, harga jual kembali perhiasan emas umumnya lebih rendah daripada harga belinya.
  • Emas digital atau tabungan emas: Jenis investasi emas yang dilakukan secara online melalui aplikasi atau platform resmi. Anda bisa membeli atau menabung emas digital dalam jumlah kecil secara bertahap, misalnya mulai 0,1 gram, dan saldo emas tersimpan secara virtual.

 

Baca juga: Ini 11 Jenis Investasi untuk Pemula, Lengkap dengan Tips dan Manfaatnya

 

Apakah Investasi Emas Menguntungkan?

Investasi emas bisa menguntungkan, tetapi tidak selalu instan. Salah satu alasannya adalah emas cenderung menjaga nilainya dalam jangka panjang. Saat inflasi naik atau nilai mata uang menurun, harga emas biasanya relatif stabil atau bahkan meningkat sehingga daya beli Anda tetap terjaga.

Namun, keuntungan investasi emas juga dipengaruhi oleh fluktuasi harga dan biaya tambahan. Emas perhiasan misalnya, bisa mengalami selisih harga jual dan beli yang cukup signifikan.

Untuk itu, strategi investasi, seperti memilih jenis emas yang tepat dan membeli pada harga yang rendah atau saat pasar sedang stabil, sangat penting agar potensi keuntungan yang didapat menjadi maksimal.

 

Keuntungan Investasi Emas

Investasi emas menawarkan berbagai manfaat yang membuatnya tetap diminati hingga kini. Berikut adalah beberapa keuntungan utama yang bisa Anda peroleh dari berinvestasi emas:

1. Stabilitas Harga dalam Jangka Panjang

Emas cenderung mampu mempertahankan nilainya seiring waktu meskipun pasar mengalami fluktuasi. Karena harganya relatif stabil dari waktu ke waktu, emas menjadi pilihan investasi yang aman jika Anda ingin melindungi kekayaan dalam jangka panjang.

2. Tahan Inflasi

Emas dikenal sebagai aset yang mampu menjaga nilai kekayaan saat inflasi meningkat. Ketika harga barang dan jasa naik, harga emas cenderung ikut meningkat atau tetap stabil sehingga daya beli Anda tetap terjaga meski nilai mata uang menurun.

3. Mudah Dicairkan

Emas termasuk aset yang mudah dijual atau dicairkan menjadi uang tunai. Baik dalam bentuk fisik maupun digital, Anda bisa menjualnya kapan saja sesuai kebutuhan. Ini membuat emas menjadi pilihan yang nyaman untuk menjaga cadangan dana darurat atau memenuhi kebutuhan mendesak.

4. Tidak Melibatkan Pihak Ketiga

Investasi emas memungkinkan Anda memiliki aset secara langsung tanpa bergantung pada perantara atau lembaga keuangan tambahan. Dengan begitu, transaksi lebih sederhana, kontrol atas investasi lebih besar, dan risiko terkait pihak ketiga bisa diminimalkan.

5. Modal Awal Terjangkau

Hadirnya emas digital membuat investasi emas kini bisa dimulai dengan modal terbatas. Anda bahkan bisa membeli emas digital mulai dari Rp50 ribuan. Selain itu, layanan investasi ini mudah diakses sehingga memudahkan siapa saja untuk memulai menabung emas secara praktis.

 

Baca juga: Cara Menabung Emas Batangan dan Digital: Panduan untuk Pemula

 

Risiko Investasi Emas

Meskipun investasi emas memiliki banyak keuntungan yang menarik, tetap ada risiko yang harus diperhitungkan. Berikut beberapa risiko yang perlu Anda perhatikan:

1. Tidak Cocok untuk Investasi Jangka Pendek

Harga emas dapat berfluktuasi dalam periode singkat akibat faktor ekonomi global, nilai tukar mata uang, atau sentimen pasar. Jika tujuan Anda adalah keuntungan cepat, investasi emas mungkin kurang cocok karena perubahan harga jangka pendeknya tidak terlalu signifikan atau bahkan turun.

2. Tidak Menghasilkan Pendapatan Pasif

Berbeda dengan deposito, saham, atau properti sewa, emas tidak menghasilkan bunga, dividen, atau pendapatan rutin. Keuntungan hanya diperoleh saat harga emas naik dan Anda menjualnya sehingga investasi emas tidak memberikan penghasilan pasif.

3. Selisih Antara Harga Jual dan Beli yang Tinggi

Beberapa jenis emas memiliki selisih harga jual kembali yang cukup besar dibanding harga beli awal. Berarti jika Anda menjual emas dalam waktu singkat, keuntungan yang diperoleh bisa lebih kecil atau bahkan merugi dibandingkan modal yang dikeluarkan.

4. Risiko Kehilangan atau Kerusakan

Investasi emas fisik berisiko hilang, dicuri, atau rusak jika tidak disimpan dengan aman. Sementara itu, perhiasan emas bisa tergores atau berubah bentuk, sehingga nilainya menurun.

Di sisi lain, untuk emas digital, risiko keamanan tetap ada jika platform yang digunakan tidak terpercaya atau mengalami gangguan sistem.

 

Tips Memulai Investasi Emas

Bagi Anda yang masih pemula, berikut beberapa tips praktis untuk memulai investasi emas dengan lebih aman dan menguntungkan:

  • Tentukan tujuan investasi Anda agar strategi dan jangka waktu lebih jelas.
  • Pilih jenis emas sesuai kebutuhan Anda, seperti fisik, perhiasan, atau digital.
  • Pastikan membeli emas di toko emas resmi, bank, atau platform berizin resmi.
  • Mulai dari modal kecil untuk menyesuaikan kemampuan finansial Anda.
  • Beli emas saat harga pasar sedang stabil agar potensi keuntungan lebih optimal.
  • Simpan emas fisik dengan aman untuk mencegah kehilangan atau kerusakan.

Demikian pembahasan mengenai apakah investasi emas menguntungkan, mulai dari keuntungan, risiko, hingga tips memulai investasi dengan cerdas. Memahami semua aspek ini dapat membantu Anda memilih keputusan investasi dengan tepat agar keuntungan yang didapatkan maksimal.

Di luar kebutuhan investasi dan pengembangan portofolio investasi, perhatikan juga kebutuhan finansial Anda di sektor lain, utamanya bisnis. Apabila Anda berencana untuk mengembangkan usaha atau kebutuhan pribadi di waktu dekat ini, pengajuan modal ke BFI Finance bisa jadi pilihan.

Tak perlu mengambil dana pribadi maupun dana hasil investasi, modal yang Anda perlukan bisa didapatkan dengan pembiayaan yang praktis dari BFI Finance bersyarat jaminan BPKB Motor, BPKB Mobil, atau Sertifikat Rumah/Rukan/Ruko. Seluruh layanan dari BFI Finance telah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi, mari wujudkan rencana finansial Anda secara lebih terarah karena #SelaluAdaJalan bersama BFI Finance.

 

Baca juga: Simak 5 Alasan Kenapa Anda Harus Investasi Emas Mulai Hari Ini

Kategori : Informasi Umum
Sarah

Sarah

Content Writer & SEO

Sarah merupakan seorang SEO Strategist dan Content Writer dengan pengalaman lebih dari dua tahun di bidang literasi keuangan dan informasi umum seperti gaya hidup, bisnis, serta edukasi publik. Lulusan Ilmu Komunikasi dari Binus University ini memiliki minat kuat pada pengembangan konten yang informatif dan relevan bagi pembaca.