Artikel

Literasi Keuangan: Pengertian, Manfaat, dan Tingkatannya

2022-08-19 00:00:00 516
Literasi Keuangan: Pengertian, Manfaat, dan Tingkatannya

Bicara mengenai literasi keuangan atau financial literacy, banyak dari kita tentunya sudah tidak asing dengan istilah yang satu ini.

Beberapa tahun ke belakang, literasi keuangan rajin digaungkan oleh pemerintah baik melalui lembaga keuangan maupun penyuluhan langsung di lembaga formal seperti sekolah, universitas, dan lain sebagainya.

Meskipun begitu, nyatanya tidak sedikit dari kita yang masih kebingungan dalam memahami apa itu literasi keuangan yang sebenarnya.

Maka dari itu, pada pembahasan kali ini Tim BFI Finance telah berhasil merangkum poin-poin penting yang perlu Anda ketahui mengenai literasi keuangan. Mari kita bahas selengkapnya di artikel ini.

 

Pengertian Literasi Keuangan

Literasi keuangan adalah pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola keuangan. Adanya kesadaran ini memiliki efek jangka panjang yang dapat menjaga kondisi keuangan tetap stabil, aman, dan sejahtera.

Literasi keuangan tidak hanya penting untuk individu, tetapi juga berpengaruh dalam kemajuan perekonomian suatu negara. Itulah mengapa salah satu indikator suatu negara mengalami kemajuan ditandai dari adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi keuangan. 

Dikutip dari Otoritas Jasa Keuangan, literasi keuangan memiliki 3 aspek penting. Ketiga aspek tersebut meliputi:

1. Pengetahuan (Knowledge)

Artinya seorang individu memiliki pengetahuan atau informasi yang memadai tentang lembaga jasa keuangan, risiko, hak dan kewajiban konsumen, dan lain-lain.

2. Keterampilan (Skill)

Keterampilan atau skill menandakan individu tersebut mampu menerapkan pengetahuan yang dia miliki untuk mengelola keuangan. Misalnya memperhitungkan risiko, menghitung bunga, dan lainnya.

3. Keyakinan (Confidence)

Artinya ada rasa percaya terhadap uang yang disalurkan untuk diolah oleh lembaga atau jasa keuangan terpercaya. Sesuai dengan instrumen pilihan dan ketentuan yang ada.

Selain 3 aspek yang dipaparkan oleh OJK, ada juga 2 aspek penting lainnya yang dikemukakan para ahli. Antara lain sebagai berikut.

Aspek Literasi Keuangan Menurut Chen dan Volpe

1. Pemahaman Pengetahuan Dasar Tentang Keuangan Pribadi

Memahami pengetahuan atau informasi dasar tentang keungan diri sendiri. 

2. Tabungan dan Pinjaman (Savings and Borrowing)

Aspek kedua meliputi pengetahuan tentang tabungan dan pinjaman. Salah satu contohnya yaitu penggunaan kartu kredit.

3. Asuransi (Insurance)

Memahami informasi dasar mengenai asuransi serta jenis-jenisnya. Misalnya asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi kendaraan, dan sebagainya.

4. Investasi (Investment)

Memiliki pemahaman tentang investasi dan segala sesuatu yang berhubungan dengan hal tersebut. Contohnya pengetahuan tentang risiko investasi, produk investasi seperti saham, obligasi, reksa dana, dan lain-lain.

Aspek Literasi Keuangan Menurut Nababan dan Sadalia

1. Dasar Keuangan Pribadi (Basic Personal Finance)

Pemahaman dasar terkait literasi keuangan diri sendiri. Contohnya pengetahuan tentang likuiditas, inflasi, aset, bunga sederhana, bunga majemuk, nilai waktu (time value), dan lain-lain.

2. Pengelolaan Keuangan (Money Management)

Bagaimana seseorang mengelola keuangannya. Semakin baik pemahamannya terhadap literasi keuangan, maka akan semakin baik juga cara orang tersebut mengelola keuangannya.

3. Pengelolaan Kredit dan Pinjaman/Hutang (Credit and Debt Management)

Yakni kegiatan pengumpulan informasi secara sistematis terkait pengkreditan di bank atau perusahaan pembiayaan dan mampu me-managenya dengan baik.

4. Tabungan dan Investasi (Saving and Investment)

Tabungan adalah sebagian dana yang tidak terpakai untuk kegiatan konsumsi. Sedangkan investasi adalah bagian dari tabungan yang dialokasikan untuk hal yang menghasilkan barang atau jasa. Sebagai contoh uang yang ada diinvestasikan untuk membeli saham, P2P Lending (Peer to Peer), obligasi, deposito, dan masih banyak lagi.

5. Pengelolaan Risiko (Risk Management)

Risiko adalah konsekuensi yang hadir karena adanya ketidakpastian. Hal tersebut bisa diatasi dengan mudah jika seseorang memiliki pengelolaan risiko yang baik.

Adanya pemahaman risiko yang baik dapat meminimalisir kerugian dan mengoptimalkan keuntungan yang bisa Anda raih. Khususnya bagi Anda yang membeli produk keuangan seperti saham atau obligasi.

Pentingnya Mempelajari Literasi Keuangan

Literasi keuangan memiliki sejumlah manfaat yang baik untuk Anda terutama untuk kesejahteraan di masa depan. Manfaatnya antara lain sebagai berikut.

Mampu Mengelola Keuangan dengan Baik

Dengan adanya literasi keuangan yang mumpuni, akan lebih mudah untuk kita mengatur keuangan sedemikian rupa. Termasuk diantaranya mengatur cashflow bulanan, menyiapkan dana darurat, asuransi, dan berinvestasi.

Singktanya, jika kita mengerti literasi keuangan dengan baik tidak akan sulit bagi kita untuk memilih strategi dan membuat keputusan yang tepat terkait urusan finansial kita. Hal ini juga banyak sedikit mempengaruhi kekayaan finansial Anda.

Bijak Dalam Menggunakan Keuangan dan Menjadi Sejahtera

Jika kita memiliki keterampilan dalam mengelola keuangan yang cukup, seperti halnya pada produk dan jasa keuangan, taraf hidup kita bisa meningkat secara signifikan karena mampu memanfaatkanya dengan baik.

Terhindar dari Penipuan

Dengan adanya bekal pengetahuan literasi yang cukup, kecil kemungkinan seseorang akan terjerat dalam penipuan. Beberapa contoh penipuan yang cukup marak terjadi di antaranya adalah kasus Skema Ponzi, Monkey Business, Pinjol Ilegal atau Investasi Bodong, dan lain-lain.

 

Baca Juga: Waspadai Pinjol, Ini Ciri-Ciri Modus Penipuan Pinjaman Online

 

Distribusi Kekayaan yang Lebih Merata

Terakhir, adanya literasi keuangan dapat membawa dampak positif bagi khalayak umum secara luas. Hal ini dikarenakan orang kaya lebih senang menginvestasikan uangnya ke lembaga keuangan. Uang tersebut kemudian akan diolah menjadi produk maupun jasa keuangan yang bisa dimanfaatkan untuk hal baik salah satunya yaitu membuka usaha.

Tingkatan Literasi keuangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membagi tingkatan literasi keuangan menjadi 4 macam. Diantaranya yaitu:

1. Well Literate

Pada tingkatan ini individu memiliki pengetahuan yang mumpuni terkait keuangan. Antara lain mengenal produk dan jasa keuangan, serta memiliki kepercayaan terhadap lembaga jasa keuangan.

Bukan hanya sekedar tahu mengenai produk dan jasa keuangan. Mereka yang termasuk ke dalam kategori ini memiliki keterampilan yang mumpuni dalam menggunakan produk keuangan yang ada. Sehingga mampu membuat dirinya menjadi lebih sejahtera.

2. Sufficient Literate

Pada tingkatan ini seseorang memiliki pengetahuan serta keyakinan terhadap lembaga jasa keuangan dan produk keuangan yang ada. Mereka mengenal segala resiko, kewajiban, dan manfaat yang ada pada produk keuangan. 

3. Less Literate

Pada tingkatan ini individu hanya memiliki pengetahuan tentang produk, jasa, dan lembaga. Namun, mereka belum tahu bagaimana caranya mengelola dan menggunakan produk serta jasa keuangan dengan baik.

4. Not Literate

Pada tingkatan ini individu belum cukup memiliki pengetahuan serta keyakinan terhadap produk, jasa, maupun lembaga keuangan. Dengan kata lain, orang tersebut juga belum memiliki keterampilan yang cukup dalam mengelola keuangan pribadinya.

 

Image Source: Deny Kurniawan

Contoh Literasi Keuangan

Sadar maupun tidak, literasi keuangan sangat erat dengan kehidupan kita sehari-hari. Contohnya sebagai berikut.

1. Tabungan beragam jenisnya

Kehadiran beragam jenis Bank dan Perusahaan Pembiayaan menjadi salah satu indikator bahwa kesadaran akan literasi keuangan betul-betul hadir di sekitar kita. Sesederhana kesadaran untuk menabung dan meminjam uang sebagai modal usaha.

2. Masyakarat semakin sadar pentingnya berpartisipasi di sektor keuangan

Adanya literasi keuangan membawa pengaruh kepada masyarakat akan kesadaran pentingnya berpatisipasi di sektor keuangan yang dapat menguntungkan mereka.

3. Adanya kesadaran menabung atau berinvestasi sejak dini

Banyak oramg sadar pentingnya mengelola keuangan mereka sedini mungkin agar masa tua nanti mampu menikmati hidup dengan baik.

4. Mampu memanfaatkan hutang untuk kegiatan yang produktif

Berhutang tidak selalu memiliki arti yang buruk. Jika dilakukan dengan benar, berhutang justru dapat menguntungkan kita. Sebagai contoh berhutang untuk memulai usaha atau merintis bisnis.

5. Meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan

Adanya pengetahuan yang mumpuni terkait literasi keuangan akan membantu siapa saja untuk lebih terampil dalam mengelola keuangannya. Salah satu diantaranya yaitu melakukan perencanaan dan tahu cara memanfaatkan produk dan jasa keuangan.

Alternatif Pinjaman Legal Mudah, Cepat, dan Aman

Butuh pinjaman dana cepat untuk berbagai kebutuhan? BFI Finance siap membantu Anda! BFI Finance merupakan perusahaan pembiayaan yang sudah terverifikasi oleh OJK. Dengan mengajukan pinjaman di kami, Anda akan memperoleh berbagai keuntungan. Diantaranya yaitu:

Jaminan BPKB Mobil

Pencairan dana hingga 85% dari nilai kendaraan dan tenor hingga 3 tahun.

Jaminan BPKB Motor

Pinjaman dana dengan proses cepat dan tenor maksimal hingga 18 bulan.

Jaminan Sertifikat Rumah

Bunga rendah mulai dari 0.9% dengan tenor panjang hingga 48 bulan.

Jangan sampai kelewatan, spesial hari kemerdekaan di bulan Agustus 2022, BFI Finance memiliki promo #PastiMerdeka di mana debitur berkesempatan mendapatkan cashback hingga Rp 77 Juta Rupiah! Promo ini berlaku dari tanggal 1 Agustus 2022 - 30 September 2022. Ketentuan selengkapnya dapat diakses melalui tautan berikut ini, ya!

Sobat BFI, itulah informasi mengenai Literasi Keuangan: Pengertian, Manfaat, dan Tingkatannya. Harapannya semoga artikel ini dapat membantu pembaca sekalian untuk dapat memahami literasi keuangan sebaik mungkin.

Ikuti terus artikel kami mengenai bisnis, gaya hidup, informasi umum, dan sebagainya di BFI Blog. Update setiap Senin-Jumat!

Sumber: