Mobil listrik kini semakin diminati di Indonesia, dengan berbagai pilihan model dan teknologi, seperti BEV, HEV, hingga PHEV. Sebelum membeli, penting untuk memahami kelebihan dan kekurangan mobil listrik sebagai bahan pertimbangan.
Di satu sisi, mobil listrik dikenal ramah lingkungan dan memiliki torsi instan. Namun, di sisi lain, ketersediaan fasilitas pengisian daya masih terbatas. Inilah salah satu alasan mengapa banyak orang masih menimbang untuk menggunakan mobil listrik atau tetap bergantung pada mobil bensin.
Supaya tidak salah langkah memilih mobil listrik, simak ulasan lengkap mengenai kelebihan dan kekurangannya berikut sampai akhir!
Kelebihan Mobil Listrik
Seiring meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik, berbagai keunggulan yang ditawarkan mobil ini mulai menjadi perhatian. Berikut kelebihan mobil listrik yang bisa jadi pertimbangan sebelum Anda membelinya:
1. Ramah Lingkungan
Ramah lingkungan menjadi salah satu alasan utama peralihan ke mobil listrik, baik di Indonesia maupun secara global. Mobil listrik tidak menghasilkan emisi gas buang sehingga membantu mengurangi polusi udara, terutama di perkotaan. Berbeda dengan mobil konvensional yang masih menghasilkan sisa pembakaran bahan bakar, mobil listrik lebih aman bagi lingkungan sekaligus nyaman digunakan.
2. Pajak yang Murah
Pajak yang lebih murah menjadi daya tarik lain dari mobil listrik. Pemerintah memberikan berbagai insentif, seperti pembebasan BBNKB dan tarif PKB yang hanya sekitar 10 persen, seperti yang berlaku di DKI Jakarta. Dengan skema ini, biaya pajak tahunan mobil listrik bahkan bisa kurang dari Rp1 juta sehingga lebih ringan bagi pemiliknya.
3. Perawatan Cenderung Mudah
Perawatan mobil listrik cenderung lebih mudah karena jumlah komponen bergeraknya lebih sedikit dan tidak memerlukan pelumas mesin. Hal ini membuat perawatannya lebih sederhana dan biaya yang dikeluarkan pun relatif lebih ringan. Meski begitu, mobil listrik tetap membutuhkan perawatan, terutama pada komponen fast-moving, seperti kampas rem yang harus diganti secara rutin demi menjaga keamanan.
Baca juga: Yuk, Kenali Lebih Dalam 8 Jenis Mobil Listrik Buatan Indonesia Ini!
4. Bebas Ganjil Genap
Mobil listrik juga mendapat keuntungan bebas dari aturan ganjil-genap di DKI Jakarta sehingga bisa digunakan setiap hari tanpa khawatir terkena tilang. Kebijakan ini diatur dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2019 sebagai bentuk dukungan terhadap penggunaan kendaraan listrik.
5. Pengisian Daya yang Mudah
Pengisian daya mobil listrik tergolong mudah karena cukup menghubungkan baterai ke sumber listrik eksternal. Selain praktis, biayanya juga lebih hemat dibandingkan dengan BBM.
Sebagai gambaran, pengisian baterai untuk jarak sekitar 350 km bisa hanya Rp130 ribu–Rp150 ribu, sedangkan mobil konvensional bisa mencapai Rp500 ribu. Bahkan, pengisian daya juga bisa dilakukan di rumah tanpa perlu antre.
6. Hemat Biaya Bahan Bakar
Mobil listrik juga lebih hemat biaya bahan bakar karena efisiensi energinya lebih tinggi. Sekitar 85–95% energi listrik dapat diubah menjadi energi mekanik, sedangkan mobil konvensional hanya memanfaatkan kurang dari sepertiga bahan bakar sebagai penggerak.
7. Memiliki Torsi Instan
Mobil listrik memiliki torsi instan yang membuat performanya terasa lebih responsif. Saat pedal akselerator diinjak, tenaga langsung tersedia sehingga mobil terasa lincah, terutama dalam kondisi stop and go. Hal ini berbeda dengan mobil bermesin pembakaran internal yang membutuhkan putaran mesin tertentu untuk mencapai torsi puncak.
Kekurangan Mobil Listrik
Meski menawarkan banyak keunggulan, mobil listrik tetap memiliki sisi lain yang tidak boleh diabaikan. Berikut beberapa kekurangan mobil listrik yang perlu diketahui:
1. Harga yang Masih Mahal
Harga mobil listrik di Indonesia masih tergolong mahal bagi sebagian besar masyarakat. Bahkan, model mobil listrik termurah dibanderol mulai Rp200 jutaan dan cenderung menyasar segmen kendaraan komersial. Sementara itu, mobil listrik populer, seperti Hyundai Kona atau Ioniq, dijual di kisaran Rp600 jutaan sehingga belum sepenuhnya terjangkau.
2. Harga Baterai Cenderung Mahal
Baterai menjadi komponen paling mahal pada mobil listrik, meski umumnya sudah dilengkapi garansi panjang hingga 8 tahun atau sekitar 160 ribu kilometer. Seiring pemakaian, kualitas baterai akan menurun dan pada akhirnya perlu diganti dengan biaya yang tidak sedikit. Meski saat ini belum banyak kasus penggantian baterai karena usia kendaraan masih relatif baru, bukan tidak mungkin ke depannya harga baterai akan semakin terjangkau.
3. Tempat Pengisian yang Masih Terbatas
Ketersediaan tempat pengisian daya yang masih terbatas menjadi salah satu hambatan utama penggunaan mobil listrik. Meski pengisian bisa dilakukan di rumah, fasilitas yang tersebar luas tetap dibutuhkan agar penggunaan lebih nyaman. Saat ini, pemerintah melalui PLN terus berupaya memperbanyak Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mendukung kebutuhan tersebut.
Baca juga: Mobil Hybrid: Mobil Eco-Friendly dengan Dua Sistem Penggerak
4. Waktu Pengecasan Cenderung Lama
Waktu pengecasan mobil listrik cenderung lebih lama dibandingkan dengan isi bensin. Pengguna biasanya perlu membiasakan mengisi daya pada malam hari agar siap digunakan keesokan harinya. Durasi pengisian juga bergantung pada metode yang digunakan.
Dengan wall charger, prosesnya bisa memakan waktu sekitar 5–6 jam, sedangkan fast charging di SPKLU sekitar 1–2 jam. Meski begitu, waktu ini masih lebih lama dibandingkan dengan pengisian bensin yang hanya 10–15 menit.
5. Jarak Tempuh Terbatas
Jarak tempuh mobil listrik masih terbatas dan menjadi salah satu pertimbangan sebelum membeli. Dalam sekali pengisian daya, rata-rata mobil listrik hanya mampu menempuh sekitar 150.000–500.000 km. Angka ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan mobil konvensional yang bisa mencapai hingga 800.000 km dalam satu kali pengisian bahan bakar penuh.
6. Limbah Baterai
Meski tidak menghasilkan emisi knalpot, mobil listrik tetap memiliki dampak lingkungan dari limbah baterai. Proses produksi baterai lithium-ion membutuhkan energi dan bahan baku dalam jumlah besar, yang secara tidak langsung turut menghasilkan emisi karbon.
Itulah berbagai kelebihan dan kekurangan mobil listrik yang bisa Anda jadikan pertimbangan sebelum membeli. Dengan memahami keduanya, Anda bisa lebih bijak menyesuaikan pilihan kendaraan dengan kebutuhan, kenyamanan, dan kondisi finansial.
Selain menjadi kendaraan yang dapat diandalkan, mobil listrik juga bernilai tinggi sehingga termasuk aset berharga yang bisa dijadikan sebagai jaminan pembiayaan. Apabila Anda membutuhkan dana cepat, Anda bisa menjaminkan BPKB mobil listrik dan mendapatkan dana pinjaman melalui pembiayaan mobil listrik dari BFI Finance.
Selain itu, tersedia juga berbagai pilihan pembiayaan lain seperti BPKB motor, BPKB mobil, hingga sertifikat rumah/ruko/rukan yang dapat Anda manfaatkan sesuai dengan kebutuhan finansial.
BFI Finance telah beroperasi lebih dari 40 tahun, berizin resmi, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, penuhi kebutuhan finansial Anda tanpa hambatan karena #SelaluAdaJalan bersama BFI Finance.
Baca juga: Jenis Jenis Mobil dan Merk Mobil Terlaris di Indonesia, Terbaru!