Mobil listrik vs. mobil bensin kini jadi topik diskusi hangat di tengah perubahan tren otomotif. Meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan dan naiknya harga bahan bakar membuat mobil listrik mulai dilirik, meski mobil bensin masih tetap jadi pilihan utama karena lebih familiar dan didukung infrastruktur yang luas.
Di sisi lain, perkembangan teknologi menghadirkan pilihan yang semakin beragam dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, mulai dari performa, biaya, hingga dampaknya bagi lingkungan.
Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan mobil listrik dan mobil bensin agar tidak salah memilih. Simak ulasan lengkapnya sampai akhir!
Mobil Listrik vs. Mobil Bensin
Memahami perbedaan mobil listrik dan mobil bensin bisa membantu Anda menentukan pilihan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini beberapa aspek utama yang membedakan keduanya, mulai dari sumber tenaga hingga biaya dan penggunaannya.
1. Sumber Tenaga
Mobil listrik mengandalkan motor listrik yang ditenagai baterai, umumnya lithium-ion atau sejenisnya, sehingga mampu menghasilkan tenaga besar dengan torsi instan serta jarak tempuh yang cukup jauh dalam sekali pengisian daya.
Sebaliknya, mobil bensin menggunakan mesin berbahan bakar bensin atau solar dengan kapasitas tertentu. Meski torsi awalnya tidak secepat mobil listrik, performanya tetap andal untuk kebutuhan harian maupun perjalanan jarak jauh.
2. Dampak Lingkungan
Mobil listrik dikenal lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buang sehingga membantu mengurangi polusi udara, terutama di perkotaan. Selain itu, penggunaan motor listrik yang lebih efisien juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon dan mendukung upaya pengendalian perubahan iklim.
3. Performa dan Pengalaman Berkendara
Mobil listrik menawarkan akselerasi instan karena torsi langsung maksimal sejak pedal diinjak. Tanpa transmisi konvensional, perpindahan tenaga terasa lebih halus, minim getaran, dan cenderung senyap sehingga pengalaman berkendara jadi lebih nyaman.
Sementara itu, mobil bensin memberikan akselerasi yang lebih bertahap namun stabil. Karakter ini terasa familiar bagi banyak pengendara, dan bagi sebagian orang, suara mesin justru menambah sensasi sporty saat berkendara.
Baca juga: Yuk, Kenali Lebih Dalam 8 Jenis Mobil Listrik Buatan Indonesia Ini!
4. Jarak Tempuh
Mobil listrik umumnya memiliki jarak tempuh sekitar 200–500 km dalam sekali pengisian daya. Sementara itu, mobil bensin bisa menempuh jarak lebih jauh, yakni sekitar 600–800 km dalam satu kali pengisian bahan bakar.
5. Perawatan Mobil
Perawatan mobil listrik cenderung lebih sederhana karena hanya melibatkan beberapa komponen, seperti filter kabin dan cairan pendingin. Sebaliknya, mobil bensin membutuhkan perawatan yang lebih rutin dan beragam, mulai dari penggantian oli, filter udara, hingga komponen lainnya.
6. Biaya Bahan Bakar
Dari sisi biaya bahan bakar, mobil listrik jauh lebih hemat. Untuk energi setara 1 liter bensin, mobil listrik hanya membutuhkan sekitar Rp1.500 (1,2 kWh), sedangkan mobil bensin memerlukan sekitar Rp12.900 per liter. Dengan perbedaan tersebut, penggunaan mobil listrik bisa menghemat biaya energi hingga sekitar 80% dibandingkan dengan mobil bensin.
7. Lama Waktu Pengisian Daya
Mobil listrik membutuhkan waktu pengisian daya sekitar 30 menit hingga beberapa jam, tergantung jenis charger yang digunakan. Sementara itu, mobil bensin jauh lebih cepat karena hanya memerlukan sekitar 5–10 menit untuk mengisi bahan bakar hingga penuh.
8. Ketersediaan Stasiun Pengisian Daya
Ketersediaan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) masih terbatas dan umumnya baru tersedia di kota-kota tertentu. Sebaliknya, SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) jauh lebih mudah ditemukan, baik di perkotaan maupun di daerah, sehingga lebih praktis untuk kebutuhan sehari-hari.
9. Pajak dan Insentif
Mobil listrik umumnya dikenakan pajak yang lebih rendah dan bahkan mendapat berbagai insentif dari pemerintah di beberapa negara. Sebaliknya, mobil bensin dikenakan pajak normal dan jarang mendapatkan insentif serupa.
10. Biaya Perawatan
Biaya perawatan mobil listrik cenderung lebih rendah dibandingkan dengan mobil bensin sehingga servis berkala terasa lebih sederhana dan hemat.
Beberapa produsen juga menawarkan layanan purna jual yang menarik, seperti garansi kendaraan hingga 6 tahun/150.000 km, garansi mesin hingga 10 tahun/1.000.000 km, garansi baterai hingga 8 tahun/180.000 km, serta gratis biaya jasa dan suku cadang dalam periode tertentu.
Baca juga: Mobil Hybrid: Mobil Eco-Friendly dengan Dua Sistem Penggerak
Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik
Sebelum memutuskan beralih ke mobil listrik, sebaiknya Anda memahami dulu apa saja keuntungan dan tantangannya. Dengan begitu, Anda bisa menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan dan kondisi penggunaan sehari-hari.
|
Kelebihan Mobil Listrik |
Kekurangan Mobil Listrik |
|
Lebih ramah lingkungan karena emisi gas buangnya jauh lebih rendah. |
Harga awal cenderung lebih mahal dibanding mobil bensin di kelasnya. |
|
Biaya operasional lebih hemat karena biaya pengisian daya dan perawatan relatif rendah. |
Jarak tempuh masih terbatas dibanding mobil bensin dalam sekali pengisian. |
|
Akselerasi terasa responsif berkat torsi instan sejak awal. |
Waktu pengisian daya cukup lama, bisa memakan waktu hingga berjam-jam. |
|
Suara mesin senyap, sehingga berkendara terasa lebih tenang dan nyaman. |
Infrastruktur pengisian daya belum merata, terutama di luar kota besar. |
|
Mendapat berbagai insentif seperti potongan pajak dan keringanan biaya lainnya. |
Biaya penggantian baterai tergolong mahal meski masa pakainya panjang. |
Kelebihan dan Kekurangan Mobil Bensin
Agar gambaran perbandingannya makin lengkap, penting juga memahami kelebihan dan kekurangan mobil bensin. Dengan begitu, Anda bisa menilai mana yang paling cocok dengan kebutuhan dan gaya berkendara sehari-hari.
|
Kelebihan Mobil Bensin |
Kekurangan Mobil Bensin |
|
Harga awal lebih terjangkau dengan banyak pilihan di berbagai segmen. |
Biaya operasional cenderung lebih tinggi karena harga BBM bisa berubah. |
|
Jarak tempuh lebih panjang dalam sekali isi bahan bakar. |
Perawatan lebih rutin, seperti ganti oli dan servis berkala lainnya. |
|
Pengisian bahan bakar cepat, hanya butuh beberapa menit di SPBU. |
Menghasilkan emisi gas buang yang berdampak pada lingkungan. |
|
Infrastruktur lengkap karena SPBU mudah ditemukan di berbagai daerah. |
Akselerasi terasa lebih bertahap dibanding mobil listrik. |
|
Pilihan model beragam, mulai dari city car hingga off-road. |
Tidak mendapatkan insentif atau keringanan pajak seperti mobil listrik. |
Mana yang Lebih Cocok untuk Anda?
Pilihan antara mobil listrik dan mobil bensin pada akhirnya kembali ke kebutuhan dan gaya hidup Anda. Mobil listrik lebih unggul dari sisi emisi, biaya energi, perawatan, serta pajak yang lebih ringan. Sementara itu, mobil bensin masih lebih diandalkan untuk jarak tempuh yang lebih jauh, pengisian yang cepat, dan kemudahan akses ke SPBU.
Jika Anda tinggal di kota besar dengan akses SPKLU yang memadai, mobil listrik bisa jadi pilihan hemat untuk jangka panjang. Namun, untuk mobilitas jarak jauh, mobil bensin tetap praktis digunakan. Jadi, kalau Anda mencari kendaraan yang hemat operasional, senyap, dan lebih ramah lingkungan, mobil listrik layak dipertimbangkan.
Itulah penjelasan terkait mobil listrik vs. mobil bensin yang perlu Anda pahami sebelum menentukan pilihan pembelian kendaraan. Dengan mempertimbangkan kelebihan, kekurangan, serta kebutuhan penggunaan, Anda bisa memilih kendaraan yang paling sesuai dengan gaya hidup dan kondisi finansial.
Selain menjadi kendaraan yang dapat diandalkan untuk transportasi pribadi, mobil juga merupakan aset bernilai tinggi yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan finansial. Anda bisa menjaminkan BPKB mobil di BFI Finance tanpa perlu menjualnya untuk mendapatkan dana cepat dengan proses transparan. Selain itu, tersedia juga pilihan pembiayaan dengan jaminan BPKB motor hingga sertifikat rumah/ruko/rukan.
BFI Finance berizin resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, tidak perlu ragu untuk mendapatkan dana pinjaman kapan saja Anda butuhkan karena #SelaluAdaJalan bersama BFI Finance.
Baca juga: 10 Cara Merawat Mobil yang Tepat Agar Tidak Mudah Rusak