Artikel

5 Jenis Laporan Keuangan dan Manfaatnya Untuk Bisnis

2022-12-28 00:00:00 3230
5 Jenis Laporan Keuangan dan Manfaatnya Untuk Bisnis

Saat Anda merintis usaha, ada berbagai hal yang perlu dipertimbangkan. Salah satu diantaranya yaitu membuat laporan keuangan. Laporan ini memuat aktivitas keuangan yang ada selama periode tertentu dan dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam mengambil keputusan.

Ada 5 jenis laporan keuangan yang sebaiknya Anda pahami untuk mempermudah Anda dalam menyusun maupun membaca laporan keuangan. Simak selengkapnya di informasi berikut ini.

 

Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah dokumen yang berisikan informasi mengenai kondisi keuangan suatu bisnis atau perusahaan pada periode tertentu. Pada laporan tersebut terdapat beberapa informasi penting yang terdiri dari neraca, laba rugi, dan laporan perubahan ekuitas.

Dengan kata lain, segala bentuk transaksi yang terjadi pada suatu bisnis atau perusahaan, mulai dari transaksi pembelian, penjualan, serta transaksi keuangan lainnya, semuanya akan tercatat dalam jenis laporan keuangan. Biasanya, laporan ini dibuat dalam kurun waktu atau periode tertentu, misalnya sebulan sekali atau satu tahun sekali.

Laporan keuangan umumnya disusun menggunakan prinsip akuntansi kewajaran (fair value) dan prinsip akuntansi historis (historical cost).

Adapun pengertian laporan keuangan menurut para ahli telah kami rangkum sebagai berikut.

Pengertian Laporan Keuangan Menurut Para Ahli

1. Kasmir (2016:7)

Menurut Kasmir, laporan keuangan adalah laporan yang menunjukan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau periode tertentu.

2. Arief Sugiono dan Edi Untung (2016:1)

Kedua ahli berpendapat bahwa laporan keuangan adalah hasil akhir dari kegiatan akuntansi (siklus akuntansi) yang mencerminkan kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan dalam jangka waktu tertentu.

3. Irham Fahmi (2017:22)

Beliau memaparkan bahwasannya laporan keuangan adalah suatu informasi yang menggambarkan tentang kinerja suatu perusahaan.

 

Baca Juga: Tips Memulai Usaha Dengan Modal Usaha Kecil

 

Fungsi Laporan Keuangan

Adanya laporan keuangan sangat krusial untuk mengukur kinerja suatu bisnis atau perusahaan dan dapat dijadikan bahan evaluasi untuk langkah berikutnya.

Jika diuraikan secara detail, fungsi dari jenis laporan keuangan meliputi hal-hal berikut ini:

1. Memuat Informasi Mengenai Kondisi Keuangan Suatu Bisnis atau Perusahaan (Transparansi Keuangan)

Laporan keuangan mampu memberikan informasi mengenai kondisi keuangan perusahaan secara transparan atau terang-terangan. Mulai dari informasi tentang laba rugi, aset, kewajiban, serta ekuitas pada waktu tertentu. Sehingga, pemilik bisnis atau pemangku kepentingan suatu perusahaan dapat mengetahui kinerja bisnis yang telah berjalan.

 

Baca Juga: Akurat, Begini Rumus Cara Menghitung Laba yang Mudah dan Benar

 

2. Membantu Mengelola Keuangan Lebih Baik

Bagi para wirausahawan, laporan keuangan sangat membantu Anda dalam mengelola keuangan bisnis menjadi lebih tertata. Anda bisa dengan mudah mengetahui arus kas masuk dan keluar, laba rugi, dan memiliki gambaran tentang bagaimana usaha Anda bisa lebih berkembang.

 

Baca Juga: 9 Cara Mengelola Keuangan Usaha yang Didapat dari Pinjaman

 

3. Sebagai Bahan Evaluasi dan Pengambilan Keputusan

Laporan keuangan berisikan sederet informasi penting yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan pengambilan keputusan. Informasi yang tersaji di dalamnya dapat dipertimbangkan untuk menyusun rencana atau tindakan di masa depan.

Membantu Anda untuk mengidentifikasi peluang yang memungkinkan bisnis berkembang dan menghindari ancaman bisnis yang mungkin terjadi sewaktu-waktu.

4. Laporan Pertanggung Jawaban

Pada perusahaan besar atau terbuka, laporan keuangan biasanya dibuat sebagai laporan pertanggung jawaban yang memuat kondisi suatu perusahaan. Laporan ini nantinya akan diserahkan kepada para investor atau stakeholder.

Selain itu, laporan keuangan juga dibuat untuk memenuhi kewajiban hukum yang berlaku. Misalnya untuk mempermudah proses pembayaran pajak dan sejenisnya.

5 Jenis Laporan Keuangan

Setidaknya ada 5 jenis laporan keuangan. Berikut ini penjelasan beserta contoh singkatnya.

1. Neraca Keuangan

Jenis laporan keuangan yang pertama adalah Neraca Keuangan. Neraca Keuangan adalah laporan keuangan suatu perusahaan yang mencatat informasi terkait aset, kewajiban yang harus dibayarkan kepada pihak lain, dan modal yang dimiliki pemilik bisnis pada suatu periode tertentu.

Dengan adanya Neraca Keuangan ini, akan memudahkan pemiliki bisnis mengidentifikasi aset, kewajiban, dan modal yang dibutuhkan pada periode mendatang.

Tidak semua jenis perusahaan melakukan pencatatan melalui laporan Neraca Keuangan ini, terutama pada bisnis konvensional dan tergolong kedalam skala kecil. Lain halnya, jika suatu perusahaan yang sudah berskala besar dan berpayung hukum, umumnya mereka telah memiliki Laporan Neraca Keuangan.

Bentuk Neraca Keuangan terbagi menjadi dua yaitu scontro (horizontal atau berbentuk T) dan staffel (vertikal).

Pada jenis laporan keuangan Neraca, wajib memuat 3 unsur dibawah ini:

  • Aktiva

Aktiva adalah aset yang dimiliki oleh entitas bisnis yang digunakan untuk penunjang kegiatan bisnis dan dapat dirubah kedalam bentuk uang tunai. Aset tersebut dapat berupa aset fisik maupun non-fisik yang berasal dari kegiatan transaksional atau aktivitas masa lalu.

Contoh aset dalam sebuah bisnis yaitu kas/uang, tanah, peralatan mesin, peralatan inventaris, dan properti.

Sementara, untuk aset yang berbentuk non-fisik dapat berupa royalti, hak paten, dan kekayaan intelektual.

Umumnya, suatu perusahaan memiliki 4 jenis aktiva, yaitu:

  • Aset lancar (Current assets)
  • Aktiva tetap (Fixed Assets)
  • Investasi jangka panjang (Long term investment)
  • Aktiva tetap tidak berwujud (Intangible Fixed Assets).

Biasanya, pos Aktiva berada di posisi kiri pada Laporan Neraca Keuangan.

  • Kewajiban

Kewajiban adalah hutang yang dimiliki suatu entitas bisnis dan sifatnya wajib dibayarkan kepada pihak yang memberikan hutang. Contoh dari pos kewajiban ini adalah pinjaman jangka pendek dan jangka panjang, pajak, obligasi, dan lain-lain. Biasanya pos kewajiban berada di sisi kanan pada Laporan Neraca Keuangan.

  •  Ekuitas

Ekuitas adalah modal yang disertakan oleh pemilik suatu perusahaan. Dengan kata lain, ekuitas adalah hak kepemilikan atas aset perusahaan setelah dikurangi dengan kewajiban. Jumlah ekuitas ini akan berkurang jika pemilik perusahaan menarik sejumlah aset tertentu. Biasanya, letak pos ekuitas ini berada di sisi kanan Laporan Neraca Keuangan bersamaan dengan pos kewajiban.

2. Laporan Laba Rugi

Jenis laporan keuangan yang kedua adalah laporan laba rugi. Sesuai dengan namanya, laporan laba rugi berisi tentang informasi apakah suatu perusahaan tersebut mengalami kerugian atau keuntungan pada periode tertentu. Laporan laba rugi biasanya dibuat pada akhir tahun atau akhir bulan. Jenis laporan keuangan ini sangat penting bagi manajemen karena sebagai bahan evaluasi kinerja keuangan selama 1 tahun. Poin-poin apa yang dapat menyebabkan untung atau rugi, apakah terdapat biaya yang terlalu besar dibebankan atau pendapatan yang didapatkan sudah sesuai dengan target atau belum.

Terdapat 4 unsur yang dimuat dalam laporan laba rugi, yaitu:

  • Pendapatan (revenue)
  • Beban (Expenses)
  • Keuntungan (Profit)
  • Kerugian (Loss)

Untuk menentukan laba yang didapatkan, juga dibedakan menjadi 5 jenis, yaitu:

1. Laba Kotor

2. Laba Operasional

3. Laba Sebelum Pajak

4. Laba Bersih

5. Laba Operasional Berjalan

3. Laporan Arus Kas

Jenis Laporan Keuangan

Image Source: KoinWorks

 

Jenis laporan keuangan yang ketiga yaitu laporan arus kas. Laporan arus kas atau yang biasa disebut cash flow adalah jenis laporan keuangan yang berisikan informasi mengenai pengeluaran dan pemasukan kas yang dilakukan suatu entitas bisnis selama periode tertentu. Informasi tersebut berisi detail mengenai jumlah kas yang diterima, beban dan pembayaran hutang, dan lain sebagainya.

Fungsi laporan arus kas adalah sebagai sarana evaluasi kemampuan perusahaan untuk kegiatan bisnis yang akan datang. Dari laporan arus kas, dapat terlihat apakah perusahaan tersebut dapat membayar kewajiban/hutangnya atau tidak.

Terdapat 3 unsur penting yang harus dimuat dalam laporan arus kas, yaitu:

1. Aktivitas Operasi (Operating Activities)

Arus kas dari aktivitas operasional dapat berasal dari penjualan barang atau jasa dari customer, pembelian perlengkapan dan peralatan perusahaan yang memiliki umur aset kurang dari 1 tahun, dan beban operasional lainnya. Dengan kata lain, arus kas dari aktivitas operasional memuat aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan.

2. Aktivitias Investasi (Investing Activities)

Sementara itu, arus kas yang berasal dari aktivitas investasi adalah arus kas yang memuat transaksi atas pembelian aset yang memiliki umur lebih dari 1 tahun atau manfaat dalam jangka panjang. Contohnya, pembelian saham dan obligasi, pembelian properti, dan perlengkapan lainnya.

3. Aktivitias Pendanaan (Financing Activities)

Komponen terakhir dari laporan arus kas adalah komponen yang berasal dari aktivitas pendanaan. Aktivitas pendanaan ini dapat berasal dari aktivitas yang dapat menambah atau mengurangi modal perusahaan. Karena itu, pos aktivitas pendanaan berkaitan erat dengan pembayaran dividen, pelunasan kredit/hutang jangka panjang, dan sejenisnya.

4. Laporan Perubahan Modal

Jenis Laporan Keuangan

Image Source: Aksaragama

Laporan perubahan modal atau ekuitas adalah jenis laporan keuangan yang memuat informasi mengenai perubahan ekuitas pada waktu tertentu. Melalui laporan ini, pembaca dapat melihat berbagai perubahan yang ada terkait modal yang masuk dan yang digunakan. Laporan ini umumnya disusun setelah laporan laba rugi dan neraca keuangan.

Laporan perubahan modal terdiri dari beberapa bagian penting:

  • Modal Awal

Memuat informasi jumlah modal ada pada periode waktu tertentu.

  • Penambahan Modal

Berisikan informasi terkait penambahan modal bisnis atau perusahaan selama periode waktu tertentu. Misalnya penambahan modal berupa pembayaran dividen, laba ditahan, penambahan modal disetor.

  • Penurunan Modal

Menyajikan informasi terkait penurunan modal yang ada di waktu tertentu. Misalnya penurunan modal di kuartal II akibat pembayaran dividen tahun lalu yang belum terbayarkan.

  • Modal Akhir

Menampilkan jumlah modal akhir untuk waktu tertentu.

Adanya laporan perubahan modal sangat berguna bagi pemilik bisnis, stakeholder, investor, dan pihak yang memiliki wewenang terhadap perusahaan untuk mengetahui perubahan ekuitas, mengevaluasi, dan merencanakan keuangan perusahaan di masa depan.

 

Baca Juga: 15 Peluang Usaha di Desa, Dari yang Konvensional Sampai Kekinian

 

5. Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK)

Jenis laporan keuangan yang kelima adalah Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK). Laporan ini berisikan informasi tambahan dari keempat laporan di atas untuk membantu para pembaca memahami laporan keuangan yang ada.

Jenis Laporan Keuangan

Image Source: Pexels/Pixabay

Catatan tersebut biasanya terdiri dari beberapa sub bagian yang meliputi:

  • Informasi Umum

Umumnya berisikan informasi mengenai suatu bisnis atau perusahaan. Misalnya nama perusahaan, alamat, dan tujuan didirikannya.

  • Prinsip Akuntansi yang Digunakan

Prinsip yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan, seperti prinsip akuntansi kewajaran (fair value) dan prinsip akuntansi historis (historical cost).

  • Asumsi-Asumsi yang Ada

Asumsi yang digunakan untuk menyusun laporan. Asumsi ini erat kaitannya dengan istilah-istilah ekonomi. Sebagai contoh asumsi umur ekonomis dan tingkat bunga wajar.

  • Metode yang Dipakai

Menyajikan informasi tentang metode yang dipakai selama proses penyusunan laporan keuangan. Misalnya metode penyusutan, metode pengakuan, dan metode pengakuan beban.

  • Informasi Lainnya yang Dianggap Penting

Sesuai dengan namanya, sub bagian ini memuat informasi penting lainnya, seperti informasi transaksi dengan pihak-pihak tertentu, kontrak jangka panjang, risiko keuangan.

Secara singkat, Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) sangat berguna untuk mempermudah pembaca dalam memahami laporan keuangan yang disajikan.

Sobat BFI, itu tadi penjelasan terkait jenis laporan keuangan. Kelima jenis laporan tersebut tentunya memiliki peranan yang penting dalam pengelolaan bisnis. Semoga adanya informasi ini dapat membantu Anda dalam memahami laporan keuangan dengan mudah.

Pinjaman Dana Mudah dan Aman

Butuh pinjaman dana cepat cair dan aman? BFI Finance hadir untuk Anda!

BFI Finance sudah terverifikasi OJK. Dengan mengajukan pinjaman di BFI Finance Anda akan memperoleh berbagai keuntungan. Diantaranya sebagai berikut.

Pinjaman Jaminan BPKB Mobil

Pencairan dana hingga 85% dari nilai kendaraan dan tenor hingga 4 tahun.

Pinjaman Jaminan BPKB Motor

Pinjaman dana dengan proses cepat dan tenor maksimal hingga 24 bulan.

Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah

Bunga rendah mulai dari 0.9% dengan tenor panjang hingga 7 tahun.

 

Informasi selengkapnya terkait pinjaman maupun pertanyaan lebih lanjut dapat Anda akses melalui laman berikut ini.

Sumber: