Artikel

9 Cara Mengelola Keuangan Usaha yang Didapat dari Pinjaman

2022-07-21 00:00:00 586
9 Cara Mengelola Keuangan Usaha yang Didapat dari Pinjaman

Jika Anda tengah merintis bisnis Anda sendiri, ada kalanya modal yang Anda miliki belum mencukupi untuk mengembangkan bisnis Anda, sehingga Anda memerlukan dana tambahan sebagai modal usaha. Salah satu alternatif yang bisa ditempuh dalam mendapatkan modal usaha adalah pengajuan pinjaman dengan jaminan maupun tanpa jaminan.

Realitanya, dengan banyaknya kemudahan dalam mendapatkan pinjaman oleh debitur, tetapi terkadang tidak diikuti dengan bagaimana cara mengelola keuangan usaha yang benar. Pada kesempatan kali ini, tim BFI Finance memberikan tips bagaimana cara memanfaatkan dan mengelola dana pinjaman secara cermat agar bisnis Anda dapat sukses, sekaligus juga menghindari kerugian akibat tidak cermat dalam mengelola dana pinjaman. Simak tips mengelola dana pinjaman berikut ini ya.

 

9 Cara Mengelola Keuangan Usaha ala BFI Finance

1. Membuat Rencana Keuangan dan Usaha yang Matang

Sebelum Anda memutuskan mengajukan pinjaman secara online maupun konvensional, Anda harus merencanakan keuangan Anda dengan matang. Apa saja yang Anda butuhkan untuk mengembangkan usaha Anda sehingga Anda dapat memiliki gambaran berapa dana tambahan yang Anda butuhkan.

Perhitungkan juga pemasukan dan pengeluaran yang Anda dapatkan per bulannya. Apakah sudah cukup untuk membayar pinjaman? Dengan perencanaan usaha yang matang, Anda dapat mengetahui pinjaman dana yang sekiranya diperlukan dan bisa meminjam sesuai kemampuan bayar Anda, sekaligus menjaga keuangan Anda tetap stabil. 

2. Memperhatikan Rasio Pinjaman Terhadap Penghasilan

Dalam mengajukan pinjaman,  Anda juga harus memperhatikan rasio pinjaman terhadap pemasukan Anda atau dikenal dengan debt service ratio. Idealnya, rasio hutang atau pinjaman tidak boleh lebih dari 30% agar keuangan Anda tetap sehat, dan menghindari risiko kredit macet. Selain itu, hal ini juga menunjukan kemampuan membayar Anda dan berpengaruh kepada skor kredit Anda. 

3. Mencatat Arus Kas Secara Rutin

Buatlah catatan mengenai cashflow atau arus kas bisnis Anda secara rutin. Catatan bisnis tersebut termasuk total dana pinjaman, tagihan pinjaman, serta keuntungan dan pengeluaran per bulan. Dengan membuat pembukuan yang rapi, Anda bisa memperhitungkan anggaran yang dirasa harus dikurangi atau ditambahkan sehingga dana yang ada bisa dialokasikan secara lebih efektif. 

Selain itu, hal ini juga berguna untuk menghindari risiko kredit macet atau denda karena terlambat membayar cicilan. Anda bisa mengetahui sisa dana pinjaman, tenor pinjaman dan berapa yang harus dialokasikan per bulannya untuk membayar cicilan. 

4. Pisahkan Dana Usaha dan Pribadi

Salah satu saran terpenting dalam menjalankan usaha adalah memisahkan dana usaha dan pribadi. Hal ini untuk mengetahui apakah Anda untung atau rugi, serta agar Anda lebih mudah dalam membuat laporan keuangan, serta tidak mengganggu arus kas Anda. Dengan begitu, Anda bisa melihat apakah dana pinjaman Anda penggunaannya telah efektif dan agar dapat dialokasikan secara lebih maksimal. 

 

Cara mengelola keuangan usaha dengan tepat

Cara Mengelola Keuangan Usaha dengan Tepat. Image Source: Unsplash/Kelly Sikema

5. Perhatikan Aset, Hutang, Piutang Yang Anda Miliki

Cara mengelola keuangan usaha berikut ini tidak boleh luput dari perhatian. Ketahui dengan teliti mana yang menjadi aset, hutang, dan piutang Anda. Misalnya, jangan gunakan hutang baru untuk membayar hutang lama. Buatlah list atau inventarisasi aset yang Anda miliki mulai dari aset yang terkecil hingga terbesar. Perhatikan juga apakah terdapat biaya penyusutan dan perawatan dari aset usaha Anda yang menyebabkan nilai jual aset Anda menurun di pasaran. Selain itu, apakah perlu untuk menjaminkan aset kembali untuk keperluan pengembangan usaha Anda? Dengan mengetahui aset, hutang, dan piutang yang Anda miliki, niscaya keberlangsungan bisnis Anda semakin lancar.

6. Bayar Semua Tagihan dengan Tepat Waktu

Jika usaha Anda memiliki pembayaran per termin misalnya per 2 minggu sekali kepada supplier, maka selalu usahakan membayar dengan tepat waktu. Keuntungan dalam membayar hutang usaha dengan tepat waktu tentunya akan menjaga relasi baik dengan supplier dan menjaga arus kas keuangan tetap sehat.

Sama halnya jika Anda memilki angsuran pinjaman modal usaha kepada Lembaga keuangan seperti Bank dan perusahaan pembiayaan, lakukan pembayaran sebelum tanggal jatuh tempo setiap bulannya. Selain untuk menghindari denda yang didapatkan, pembayaran hutang usaha dengan tepat waktu akan menjaga skor kredit Anda tetap baik. Pada intinya, jika Anda melibatkan pihak eksternal yang mendukung berkembangnya usaha Anda dan membutuhkan pembayaran, selalu lakukan pembayaran dengan tepat waktu.

7. Gunakan Laba untuk Mengembangkan Usaha

Cara mengelola keuangan usaha berikutnya adalah dengan memanfaatkan laba yang Anda dapatkan untuk mengembangkan usaha menjadi lebih besar. Tujuan didirikannya suatu bisnis adalah untuk mendapatkan laba atau keuntungan. Sayangnya, tidak semua jenis bisnis pasti mencetak laba. Ada yang butuh bertahun-tahun untuk menghasilkan laba, ada pula bisnis yang membutuhkan satu tahun untuk mendapatkan laba. Semua tergantung bagaimana cara mengelola bisnis tersebut dengan tepat.

Nah, pemanfaatan laba ini dapat digunakan untuk keperluan pribadi pemilik bisnis atau untuk keperluan mengembangkan usaha. Mengembangkan usaha disini dapat digunakan misalnya untuk menambah jumlah outlet, menambah jumlah karyawan, atau menambah jenis produk dan layanan yang berbeda. Ada baiknya, jika bisnis Anda telah mencetak laba, alokasikanlah lebih banyak untuk mengembangkan bisnis dibandingkan untuk keperluan pribadi. Jika kondisi keuangan usaha telah stabil, Anda dapat menggunakan lebih banyak proporsi laba usaha untuk keperluan pribadi.

8. Perhatikan Kontrak dengan Pihak Ketiga

Dalam menjalankan suatu bisnis tentunya melibatkan banyak pihak termasuk pihak yang dapat menguntungkan proses bisnis. Jika Anda menjalin kerjasama dengan pihak ketiga, pastikan Anda membuat perjanjian yang jelas dan diatur secara hukum yang berlaku. Tujuannya adalah tidak lain untuk mengantisipasi kejadian yang tidak dinginkan. Beberapa point yang dapat diperhatikan didalam isi perjanjian tersebut adalah pembagian keuntungan antara kedua pihak, periode pembayaran, dan lain-lain.

9. Konsultasi dengan Mentor yang Telah Berpengalaman

Berkonsultasi mengenai cara mengelola keuangan usaha kepada mentor atau seseorang yang lebih berpengalaman adalah hal yang sangat dianjurkan. Anda dapat berkonsultasi mengenai bagaimana cara menghemat biaya operasional misalnya, atau dalam menentukan harga produk. Jika Anda belum menemukan sosok mentor yang tepat untuk membimbing Anda dalam berbisnis, Anda dapat mengikuti komunitas atau seminar tentang kewirausahaan dimana terdapat banyak praktisi berpengalaman disana dan gunakan sebagai sarana memperluas networking.

 

Itulah beberapa tips yang Anda gunakan tentang bagaiamana cara mengelola keuangan usaha yang didapat dari pinjaman. Jika Anda tahu cara mengelola keuangan usaha dengan benar, tentunya pinjaman modal usaha bisa menjadi salah satu alternatif dalam memperlancar proses bisnis Anda. Pastikan bahwa Anda mengajukan pinjaman modal usaha dengan bunga paling rendah serta kredibilitas yang telah terjamin.

Semoga tips di atas dapat membantu Anda dalam memanfaatkan dana pinjaman untuk modal usaha, ya. Informasi dan ketentuan terkait pengajuan pinjaman melalui BFI Finance dapat diakses pada tautan dibawah ini.

 

Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Motor

Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Mobil

Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah

 

#SelaluAdaJalan bersama BFI Finance.

Sumber: