Gaya Hidup

Apa Itu Habit Stacking? Ini Manfaat &Cara Menerapkannya

Penulis: Sarah
Diterbitkan: 24 February, 2026
34
Apa Itu Habit Stacking? Ini Manfaat &Cara Menerapkannya

Banyak orang yang kesulitan melawan rasa malas saat ingin membentuk kebiasaan baru. Tidak heran jika beberapa orang sering kali gagal karena sejatinya perubahan itu terasa berat dan perlu dilakukan secara konsisten.

Di tengah semua yang serba instan, konsep habit stacking menjadi pendekatan yang menarik dan mulai banyak dibahas sebagai cara membantu membentuk kebiasaan baru secara berkelanjutan.

Habit stacking adalah metode membangun kebiasaan dengan mengaitkannya pada rutinitas yang sudah dilakukan sehari-hari. Untuk mengetahui lebih dalam tentang habit stacking itu apa, bagaimana cara menerapkannya, dan manfaat yang bisa diperoleh darinya, simak pembahasan lengkapnya dalam artikel ini.

 

Apa Itu Habit Stacking?

Habit stacking adalah metode membangun kebiasaan baru dengan cara mengaitkannya pada kebiasaan lama yang sudah rutin dilakukan. Alih-alih memulai kebiasaan dari nol, teknik ini memanfaatkan kebiasaan lama sebagai pendorong untuk membentuk kebiasaan baru.

Metode habit stacking pertama kali diperkenalkan oleh S.J. Scott dalam buku Habit Stacking: 97 Small Life Changes That Take Five Minutes or Less, yang menyoroti pentingnya menggabungkan kebiasaan kecil ke dalam rutinitas harian untuk menciptakan perubahan positif secara konsisten.

Konsep habit stacking kemudian semakin populer setelah dibahas oleh James Clear dalam buku Atomic Habits yang terbit pada 2018. James menekankan bahwa keberhasilan habit stacking bergantung pada kebiasaan baru yang spesifik, sederhana, dan mudah dijalankan secara konsisten.

Manfaat Habit Stacking

Agar lebih jelas mengapa metode habit stacking begitu efektif dan banyak diterapkan, penting untuk memahami manfaat yang ditawarkannya. Berikut beberapa manfaat yang bisa Anda rasakan dengan menjalani habit stacking:

  • Memperkuat kebiasaan positif secara bertahap.
  • Mempermudah pembentukan kebiasaan baru.
  • Meningkatkan konsistensi dalam menjalankan kebiasaan.
  • Mengurangi kemungkinan lupa atau melewatkan kebiasaan baru.
  • Menghemat energi dan waktu karena menggabungkan dengan rutinitas yang sudah ada.

Baca juga: Apa itu Doom Spending? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bagaimana Cara Kerja Habit Stacking?

Untuk dapat menerapkan habit stacking secara efektif, Anda perlu memahami terlebih dahulu bagaimana mekanisme kerjanya. Berikut ini adalah penjelasan mengenai cara kerja habit stacking dalam membantu membentuk kebiasaan baru:

  • Neuroplasticity (kelenturan saraf): Otak bisa membentuk jalur baru lewat latihan dan pengalaman. Dengan menempelkan kebiasaan baru ke kebiasaan yang sudah rutin, otak lebih cepat mengenali pola ini sehingga kebiasaan baru jadi lebih mudah terbentuk dan otomatis dijalankan.
  • The compound effect (efek majemuk):  Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan menumpuk dan menghasilkan perubahan besar dalam jangka panjang. Habit stacking memanfaatkan efek ini dengan menggabungkan beberapa kebiasaan kecil sehingga dampaknya lebih terasa secara kumulatif.
  •  Alarm kebiasaan: Mengaitkan kebiasaan baru dengan kebiasaan lama menciptakan alarm kebiasaan. Saat kebiasaan lama dilakukan, otomatis akan tercipta alarm untuk menjalankan kebiasaan baru sehingga mengurangi kemungkinan lupa atau menunda.

 

Cara Efektif Menerapkan Habit Stacking

Agar habit stacking dapat memberikan hasil yang optimal, penerapannya perlu dilakukan dengan cara yang tepat dan terencana. Berikut ini adalah beberapa cara efektif menerapkan habit stacking yang bisa Anda lakukan untuk membangun kebiasaan baru secara konsisten:

1.  Kenali Kebiasaan Sehari-Hari

Amati rutinitas yang sudah dilakukan secara otomatis setiap hari. Kebiasaan ini akan menjadi pemicu yang paling mudah untuk menambahkan kebiasaan baru. Semakin stabil dan rutin kebiasaan tersebut, semakin kuat perannya sebagai pemicu kebiasaan baru.

2. Tulis Daftar Kebiasaan yang Sudah Ada

Catat kebiasaan harian dari pagi hingga malam untuk melihat pola rutinitas secara lebih jelas. Dengan daftar ini, Anda dapat mengetahui kebiasaan mana yang paling konsisten dan mudah dimanfaatkan. Langkah ini membantu Anda memilih momen yang tepat untuk menggabungkan kebiasaan baru agar terasa alami sehingga lebih mudah dilakukan.

3. Tentukan Tujuan Baru

Selanjutnya, tentukan kebiasaan baru yang ingin dibangun sesuai dengan tujuan pribadi, baik untuk pengembangan diri, kesehatan, maupun produktivitas. Pastikan tujuan tersebut spesifik, realistis, dan mudah dilakukan agar tidak membuat Anda merasa terbebani.

Sebagai contoh, setelah menyeduh kopi di pagi hari, Anda dapat menyisipkan kebiasaan membaca buku selama 10–15 menit setiap hari. Contoh lainnya, setelah membuka laptop, langsung menuliskan tiga prioritas pekerjaan yang ingin dikerjakan hari itu agar lebih fokus.

Baca juga: Mottainai: Filosofi Jepang Menghargai Segala Sesuatu

4. Hubungkan dengan Kebiasaan Baru Menggunakan Rumus Sederhana

Kekuatan habit stacking terletak pada penggunaan pola yang sederhana dan mudah diingat. Dengan formula yang jelas, otak akan lebih cepat mengenali keterkaitan antara kebiasaan lama dan kebiasaan baru. Gunakan template berikut untuk mempermudah penerapannya:

“Setelah saya [kebiasaan lama], saya akan [kebiasaan baru].”

Contohnya:

  • Setelah saya menutup laptop kerja, saya akan mencatat tiga pengeluaran hari ini.
  • Setelah saya menyiapkan sarapan, saya akan minum satu gelas air putih.
  • Setelah saya sampai di rumah, saya akan melakukan peregangan ringan selama 5 menit.
  • Setelah saya mendapatkan gaji bulanan, saya akan menyisihkan sepertiganya untuk ditabung.

Keterkaitan ini membentuk alur kebiasaan yang berjalan otomatis sehingga lebih mudah dilakukan secara konsisten dan dipertahankan dalam jangka panjang.

5. Lakukan Secara Konsisten

Kunci utama keberhasilan habit stacking adalah konsistensi, bukan durasi atau hasil yang sempurna. Anda perlu melakukan kebiasaan baru setiap hari meskipun hanya dalam waktu singkat. Seiring waktu, pengulangan yang konsisten akan membuat kebiasaan tersebut menjadi otomatis.

6. Tingkatkan Secara Bertahap

Setelah kebiasaan baru mulai terbentuk, tingkatkan durasi atau intensitasnya secara perlahan. Pendekatan bertahap membantu Anda tetap nyaman dan menghindari rasa terbebani. Dengan cara ini, kebiasaan yang dibangun akan lebih kuat dan bertahan dalam jangka panjang.

Demikian pembahasan mengenai habit stacking sebagai pendekatan sederhana untuk membangun kebiasaan baru dengan memanfaatkan rutinitas Anda yang sudah ada. Habit stacking adalah cara efektif yang wajib Anda coba untuk membuat perubahan kecil terasa lebih mudah dijalankan.

Habit stacking bisa diterapkan dalam strategi finansial dengan tujuan membangun kebiasaan mengatur keuangan secara optimal. Dengan manajemen keuangan yang tepat, Anda bisa melihat kemungkinan kebutuhan dana pribadi maupun bisnis. Di sisi bisnis, pembiayaan untuk mendukung perkembangan bisnis dapat menjadi pertimbangan.

Apabila Anda membutuhkan pembiayaan yang cepat dan praktis, BFI Finance siap membantu melalui layanan pembiayaan dengan jaminan BPKB Motor, BPKB Mobil, hingga Sertifikat Rumah/Ruko/Rukan.

Selain itu, BFI Finance telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga seluruh layanan pembiayaannya dapat dipercaya. Saatnya membangun kebiasaan finansial yang lebih baik dan stabil karena #SelaluAdaJalan bersama BFI Finance.

Baca juga: Apa Itu Cashless Society? Kenali Kelebihan & Kekurangannya

Kategori : Gaya Hidup
Sarah

Sarah

Content Writer & SEO

Sarah merupakan seorang SEO Strategist dan Content Writer dengan pengalaman lebih dari dua tahun di bidang literasi keuangan dan informasi umum seperti gaya hidup, bisnis, serta edukasi publik. Lulusan Ilmu Komunikasi dari Binus University ini memiliki minat kuat pada pengembangan konten yang informatif dan relevan bagi pembaca.