Ingin bisnis lebih tertata dan profesional? Faktur penjualan adalah hal yang Anda perlukan. Dokumen ini mencatat transaksi, mulai dari layanan atau produk, jumlah yang harus dibayar, hingga batas waktu pembayaran.
Faktur penjualan juga memudahkan analisis keuangan. Dari sini, Anda bisa menghitung rasio keuangan penting seperti rasio lancar, rasio utang, atau margin keuntungan sehingga kondisi bisnis lebih mudah dipantau.
Dengan pencatatan yang rapi, pembukuan usaha kecil jadi lebih terstruktur. Baca artikel ini sampai akhir untuk tahu cara membuat dan manfaat faktur penjualan.
Apa Itu Faktur Penjualan?
Faktur penjualan adalah bukti tagihan yang diberikan penjual kepada konsumen setelah barang atau jasa diterima. Dokumen ini biasa ditemui saat membeli barang, seperti alat tulis, buku, atau menggunakan jasa, misalnya binatu.
Selain mencatat transaksi, faktur penjualan juga memegang peran penting sebagai bukti resmi jika terjadi keluhan atau masalah terkait produk atau jasa yang dibeli. Dengan demikian, keberadaan faktur penjualan mampu membantu menjaga hak konsumen dan transparansi bisnis.
Dasar Hukum Faktur Penjualan
Jika Anda menjalankan bisnis di Indonesia, faktur penjualan bukan sekadar kertas biasa. Dokumen ini diatur secara resmi oleh Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan memiliki fungsi faktur pajak yang penting.
Fungsi faktur pajak adalah sebagai bukti pemungutan PPN atas setiap transaksi yang kena pajak. Selain itu, dokumen ini berguna saat pihak pajak melakukan pemeriksaan, sehingga bisnis Anda tetap aman dan mematuhi peraturan.
Fungsi Faktur Penjualan
Faktur penjualan memiliki peran penting dalam bisnis. Dokumen ini tidak hanya menjadi bukti transaksi, tapi juga membantu penagihan, pencatatan akuntansi, pemantauan piutang, serta kontrol stok dan persediaan. Berikut beberapa fungsi utamanya:
1. Bukti Transaksi yang Sah
Faktur berfungsi untuk merekam setiap transaksi, mencakup apa yang dijual, berapa banyak, dan harganya. Dokumen ini memastikan ada bukti resmi bahwa penjual dan pembeli memang melakukan transaksi tersebut.
2. Dokumen Penagihan
Faktur membantu penjual menagih pembayaran dari pelanggan, terutama jika dibayar belakangan. Dokumen ini jelas menunjukkan jumlah yang harus dibayar dan batas waktunya, sekaligus menjadi bukti resmi transaksi.
Baca juga: Laporan Laba Rugi; Jenis, Manfaat, Contoh, dan Cara Membuatnya
3. Referensi Akuntansi
Faktur menjadi sumber informasi penting untuk mencatat semua transaksi dalam pembukuan. Data dari faktur membantu membuat laporan keuangan yang jelas, akurat, dan mudah dipahami.
4. Pemantauan Piutang Usaha
Faktur memudahkan perusahaan untuk melihat siapa saja pelanggan yang masih punya utang. Dengan catatan ini, perusahaan bisa cepat menindaklanjuti atau mengingatkan pelanggan jika pembayaran belum diterima sehingga arus kas tetap terjaga.
5. Kontrol Stok dan Persediaan
Faktur berfungsi untuk merekam semua barang yang dibeli pelanggan, lengkap dengan jumlah dan jenisnya. Catatan ini membantu perusahaan memantau persediaan, mengetahui kapan harus menambah stok, dan menghindari barang habis atau menumpuk. Dengan cara ini, pengaturan inventaris menjadi lebih mudah dan tertata.
Jenis-Jenis Faktur Penjualan
Terdapat beberapa jenis faktur penjualan yang digunakan sesuai kebutuhan transaksi. Berikut ini jenis-jenis faktur penjualan yang umum dipakai dalam bisnis:
1. Faktur Reguler
Faktur reguler adalah tipe faktur paling dasar yang bisa dipakai untuk berbagai transaksi. Dokumen ini berisi nomor faktur, kapan barang dikirim, kapan pembayaran harus dilakukan, siapa penjualnya beserta kontaknya, daftar produk yang dijual, harga masing-masing produk, dan metode pembayarannya.
2. Faktur Proforma
Faktur proforma, atau faktur awal, diberikan penjual kepada pembeli sebelum barang atau jasa dikirim. Dokumen ini bukan untuk menagih pembayaran, tapi memberi informasi kepada pembeli tentang jumlah yang harus dibayar nanti setelah mereka menerima barang atau jasa.
3. Faktur Berulang
Faktur berulang adalah faktur yang dibuat sekali tapi dipakai untuk menagih pelanggan secara rutin tanpa harus menulis ulang setiap bulan. Biasanya layanan seperti internet, telepon, atau TV kabel menggunakan faktur ini untuk pelanggan tetap. Dengan bantuan sistem E-Invoicing, pembuatan dan penjadwalan faktur jadi cepat dan otomatis.
4. Faktur Komersial
Faktur komersial berbeda dengan faktur biasa yang sering kita lihat sehari-hari. Faktur ini dipakai untuk perdagangan internasional, misalnya mengirim suku cadang mesin dari satu negara ke negara lain. Dokumen ini memberi informasi tentang nilai barang untuk keperluan bea cukai saat melewati perbatasan.
5. Faktur Penjualan Tunai
Faktur tunai adalah dokumen yang dipakai ketika pembeli membayar semuanya langsung saat transaksi berlangsung. Tidak ada tenggat waktu karena pembayaran sudah dilakukan. Faktur ini paling pas untuk toko ritel atau pembelian yang dilakukan secara instan.
6. Faktur Penjualan Kredit
Faktur penjualan kredit dipakai saat pelanggan membeli barang atau jasa tapi membayar nanti, sesuai jangka waktu yang disepakati. Di dalam faktur ini tertulis tanggal pembayaran harus dilakukan, sekaligus menjadi catatan piutang perusahaan.
Baca juga: Pengertian Margin; Jenis, Fungsi, Contoh, dan Cara Menghitungnya
Komponen Faktur Penjualan
Faktur penjualan terdiri dari beberapa bagian yang wajib diisi supaya semua transaksi tercatat dengan jelas dan rapi:
- Data Penjual dan Pembeli: Tulis lengkap nama, alamat, nomor telepon, dan NPWP jika ada, supaya identitas kedua pihak jelas.
- Detail Barang atau Jasa: Cantumkan apa yang dijual, jumlah, harga per unit, dan total harga agar mudah dimengerti.
- Tanggal Transaksi: Catat tanggal saat transaksi terjadi supaya pembukuan akurat.
- Nomor Faktur: Beri nomor unik dan berurutan agar faktur mudah dilacak nantinya.
- Jumlah yang Harus Dibayar: Tulis total pembayaran termasuk PPN jika berlaku, supaya perhitungannya jelas.
- Tanda Tangan atau Cap: Penjual menandatangani atau memberi cap sebagai bukti transaksi sah.
- Syarat dan Ketentuan: Bisa menambahkan informasi seperti batas waktu bayar atau aturan pengembalian barang.
Cara Membuat Faktur Penjualan
Membuat faktur secara manual bisa dilakukan dengan menuliskan semua data penting secara lengkap. Data yang biasanya dicantumkan meliputi rincian barang atau jasa, jumlah pembayaran, identitas penjual dan pembeli, serta informasi lain yang diperlukan agar faktur jelas dan rapi.
Faktur juga bisa dibuat menggunakan software sederhana seperti Microsoft Excel. Dengan menggunakan Excel, Anda bisa menyusun tabel untuk mencatat semua detail transaksi, menghitung total harga secara otomatis, dan membuat faktur terlihat rapi tanpa harus menulis semuanya dengan tangan.
Contoh Faktur Penjualan
Untuk mempermudah memahami bentuk faktur penjualan, berikut contoh sederhana yang mencakup identitas penjual dan pembeli, daftar barang atau jasa, jumlah, harga, total pembayaran, tanggal, dan nomor faktur.

Sumber: usahaku.com
Gambar tersebut adalah contoh faktur penjualan sederhana. Faktur menampilkan identitas penjual dan pembeli, nomor dan tanggal invoice, daftar barang atau jasa beserta jumlah, harga per unit, dan total harga. Di bagian bawah juga ada informasi pembayaran, termasuk cara dan batas waktu transfer.
Itulah penjelasan mengenai faktur penjualan, mulai dari pengertian hingga contohnya. Faktur penjualan menjadi bagian penting dalam setiap bisnis. Dengan memahaminya, Anda bisa mencatat transaksi dengan rapi, menjaga keuangan tetap tertata, dan memastikan pembayaran maupun penagihan tidak terlambat.
Namun, meski pencatatan sudah baik, bisnis kadang tetap menghadapi kebutuhan modal yang mendesak, mulai dari perbaikan alat hingga biaya operasional yang tiba-tiba muncul dalam jumlah besar. Dalam kondisi seperti ini, akses ke pembiayaan cepat dan fleksibel sangat membantu.
BFI Finance menyediakan solusi untuk masalah finansial usaha tersebut. Dengan jaminan BPKB Motor, BPKB Mobil, atau Sertifikat Rumah/Ruko/Rukan, pengajuan pembiayaan bisa dilakukan dengan bunga yang kompetitif.
Prosesnya praktis, aman, dan transparan, didukung pengalaman BFI Finance yang sudah lebih dari 40 tahun serta pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Dengan pembiayaan yang tepat, pencatatan dan pengelolaan transaksi dari faktur penjualan menjadi lebih terkendali. Bisnis pun bisa berjalan lancar tanpa hambatan karena #SelaluAdaJalan bersama BFI Finance.
Baca juga: Akurat, Begini Rumus Cara Menghitung Laba yang Mudah dan Benar