Bisnis homestay adalah peluang usaha penginapan dengan menyewakan kamar atau sebagian rumah kepada wisatawan yang mencari kehangatan yang tidak dapat ditemukan di hotel atau guest house. Berbeda dari hotel atau guest house, homestay biasanya masih berada dalam satu lingkup rumah pemilik dengan konsep lebih sederhana dan harga yang lebih terjangkau sehingga banyak diminati pelancong yang ingin merasakan suasana lokal.
Ramainya kunjungan ke berbagai destinasi pun membuat peluang usaha homestay kembali terbuka lebar. Untuk memastikan kesuksesan dalam industri yang kompetitif ini, penting untuk merancang strategi yang tepat, mulai dari perizinan, pemasaran, hingga pengembangan fasilitas. Untuk itu, simak tips memulai bisnis homestay berikut agar usaha Anda sukses dan makin cuan!
Apa Itu Homestay?
Secara sederhana, homestay artinya jenis akomodasi di mana tamu menyewa kamar atau bagian rumah dan tinggal bersama pemiliknya dalam jangka waktu tertentu. Jadi, jika penasaran homestay itu apa, jawabannya adalah fasilitas penginapan yang terasa lebih hangat dan personal dibanding hotel karena ada interaksi langsung dengan tuan rumah.
Biasanya, homestay banyak ditemukan di daerah wisata atau wilayah dengan budaya lokal yang kuat. Konsepnya pun berkembang, tidak hanya sebagai tempat bermalam, tetapi juga bagian dari ekowisata dan sarana meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
Tamu bisa merasakan kehidupan sehari-hari warga, mulai dari mencoba makanan khas hingga mengamati tradisi lokal. Bentuk homestay pun fleksibel, ada yang hanya menyewakan satu kamar, ada juga beberapa unit yang masih berada dalam satu area rumah.
Tips Memulai Bisnis Homestay
Memulai bisnis homestay tentu tidak bisa dilakukan asal-asalan. Agar usaha ini berjalan lancar dan mampu bersaing, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sejak awal. Berikut beberapa tipsnya:
1. Memilih Lokasi yang Tepat
Sebelum memulai bisnis homestay, pastikan Anda memilih lokasi yang potensial dan banyak dikunjungi orang. Umumnya, homestay lebih diminati jika berada dekat dengan tempat wisata karena wisatawan membutuhkan penginapan yang praktis. Selain itu, pilih lokasi yang strategis dan mudah diakses agar properti Anda semakin menarik bagi calon tamu.
2. Menyiapkan Biaya Pembuatan Homestay
Meski tidak sebesar membangun hotel atau vila, bisnis homestay tetap membutuhkan perencanaan biaya yang matang. Setidaknya, Anda perlu menyiapkan dana sekitar Rp5–10 juta, tergantung pada konsep, renovasi, dan desain yang akan digunakan. Besarnya anggaran ini tentu akan menyesuaikan dengan kebutuhan Anda sebagai pemilik.
3. Mengurus Izin Usaha Penginapan Homestay
Setiap usaha penginapan wajib memiliki izin komersial dan izin usaha sesuai aturan yang berlaku di daerah masing-masing. Meski persyaratannya bisa berbeda, umumnya Anda perlu menyiapkan dokumen, seperti:
- Fotokopi KTP.
- Persetujuan prinsip.
- NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).
- IMB (Izin Mendirikan Bangunan) yang kini disebut PBG (Persetujuan Bangunan Gedung).
- Surat Izin Gangguan (Hinder Ordonantie).
- Nomor Induk Berusaha (NIB).
- Membuat akun OSS (Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik).
- Mengurus Sertifikat Laik Sehat.
Setelah semua dokumen lengkap, Anda dapat mengajukan perizinan ke dinas terkait, seperti perizinan dan pariwisata. Tidak lupa, pemilik homestay juga perlu meminta persetujuan dari warga sekitar melalui RT/RW setempat.
Baca juga: 10 Ide Bisnis 2026 yang Profitabel dan Banyak Cuan, Catat!
4. Menentukan Konsep atau Tema Homestay
Agar menarik minat wisatawan, homestay Anda perlu memiliki ciri khas yang berbeda dari yang lain. Keunikan ini tidak hanya dari fasilitas, tetapi juga dari konsep dan desain yang diterapkan.
Misalnya, desain industrial atau Skandinavia yang sedang diminati bisa menjadi pilihan. Lakukan riset terlebih dahulu untuk memastikan konsep yang Anda pilih benar-benar berpotensi menarik pelanggan.
5. Menyediakan Fasilitas Lengkap
Menjalankan bisnis homestay berarti Anda tidak hanya menawarkan tempat menginap, tetapi juga kenyamanan selama tamu berada di sana. Pastikan tersedia fasilitas pendukung, seperti toilet, tempat ibadah, area makan beserta perlengkapannya, serta kebutuhan penting lainnya. Dengan fasilitas yang memadai, tamu akan merasa lebih nyaman dan betah menginap.
6. Perhatikan Kebersihan dan Kenyamanan
Pastikan kebersihan dan kenyamanan selalu menjadi prioritas di homestay Anda. Jaga area tetap bersih dari sampah, rutin membersihkan kamar setelah tamu sebelumnya check-out, serta perhatikan kebersihan kamar mandi dan fasilitas lainnya. Perawatan yang konsisten akan membuat tamu merasa nyaman dan puas selama menginap.
7. Lakukan Riset Pasar
Tentukan terlebih dahulu target pasar homestay Anda, apakah keluarga, backpacker, atau wisatawan umum. Dengan memahami target tersebut, Anda bisa menyesuaikan desain, tarif sewa, dan fasilitas yang disediakan. Penentuan target pasar ini juga sangat dipengaruhi oleh lokasi homestay Anda.
Baca juga: 10 Mindset Pengusaha yang Membuat Bisnis Tetap Berkembang
8. Daftarkan Homestay di Platform Online
Di era digital, platform online memudahkan calon tamu menemukan homestay sesuai lokasi, harga, dan fasilitas, sekaligus membantu Anda mempromosikan properti. Anda bisa mendaftarkan homestay di berbagai aplikasi penyedia layanan penginapan, baik yang berbayar maupun gratis, tergantung kebijakan dan kerja sama yang ditawarkan.
Sebelum memilih, lakukan riset terlebih dahulu. Siapkan deskripsi yang menarik serta foto terbaik untuk menampilkan keunggulan homestay Anda. Ketika menetapkan harga, tetaplah kompetitif tanpa harus menurunkannya berlebihan, dan perkuat daya saing dengan fasilitas yang tidak dimiliki kompetitor.
9. Tentukan Strategi Pemasaran yang Tepat
Strategi promosi sangat berpengaruh terhadap keberhasilan bisnis homestay. Sebagus apa pun penginapannya, akan sia-sia jika calon tamu tidak mengetahui keberadaannya.
Anda bisa memanfaatkan media sosial untuk membuat konten menarik secara gratis, membuat website khusus agar mudah ditemukan di mesin pencari, memberikan diskon pada momen tertentu, hingga berkolaborasi dengan influencer untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
10. Memberikan Pelayanan Terbaik
Selain fasilitas, kualitas pelayanan juga perlu Anda utamakan. Bersikaplah ramah saat melayani tamu dan tanggap ketika mereka mengalami kendala selama menginap. Dengan memberikan pengalaman yang positif dan menyenangkan, tamu akan merasa puas dan meninggalkan kesan baik terhadap homestay Anda.
Itu dia tips memulai bisnis homestay agar sukses dan makin cuan. Dengan perencanaan yang matang dan pengembangan yang tepat, usaha homestay Anda tidak hanya berpotensi memberikan keuntungan, tetapi juga menjadi aset jangka panjang yang bernilai.
Selain menyiapkan strategi bisnis, penting juga merencanakan kebutuhan finansial yang mungkin timbul selama proses pengembangan, seperti renovasi atau penambahan fasilitas. Apabila dana yang Anda miliki belum mencukupi, pembiayaan dari BFI Finance bisa membantu.
Melalui layanan pembiayaan BFI Finance dengan jaminan BPKB Motor, BPKB Mobil, maupun Sertifikat Rumah/Ruko/Rukan, Anda dapat mendukung kebutuhan pengembangan bisnis homestay dengan proses yang transparan. BFI Finance berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, tidak perlu ragu untuk memenuhi berbagai kebutuhan finansial Anda karena #SelaluAdaJalan bersama BFI Finance.
Baca juga: 10+ Cara Mempromosikan Produk Bisnis Agar Laku Keras