Bulan Ramadan, bulan kesembilan dalam kalender Islam, merupakan waktu istimewa bagi umat Islam, di mana setiap amal ibadah, termasuk amalan sunah di bulan Ramadan, pahalanya dilipatgandakan. Selain berpuasa di bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah sunah untuk menambah pahala dan mendekatkan diri kepada Allah.
Untuk mengetahui amalan sunah apa saja yang bisa dilakukan selama Ramadan, simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Amalan Sunah di Bulan Ramadan
Agar ibadah di bulan suci lebih bermakna, umat muslim perlu mengetahui amalan di bulan Ramadan sesuai sunah. Dengan melaksanakan amalan-amalan ini, pahala yang diperoleh tidak hanya berlipat ganda, tetapi juga membantu memperkuat iman dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Berikut amalan-amalan sunah di bulan Ramadan yang bisa Anda lakukan:
1. Makan Sahur
Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam menganjurkan bersahur karena di dalamnya terdapat keberkahan. Beliau bersabda:
السَّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ، فَلَا تَدَعُوهُ، وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ، فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ
As-sahūru akluhu barakah, fa-lā tad‘ūhu, wa-law an yajra‘a aḥadukum jur‘atan min mā’in, fa-inna Allāha ‘Azza wa Jalla wa malā’ikatuhu yuṣallūna ‘alā al-mutasahhirīn
Artinya: “Makan sahur adalah berkah, maka jangan kalian tinggalkan, walau hanya meneguk seteguk air karena Allah ‘Azza wa Jalla dan para malaikat mendoakan orang yang bersahur” (HR. Ahmad dari Abu Sa’id Al-Khudri).
Beliau juga bersabda:
"Bersahurlah kalian, karena pada santap sahur itu ada keberkahan."
(HR. Al-Bukhari No. 1923, Muslim No. 1095)
Menurut Syaikh Sayyid Sabiq, keberkahan sahur muncul karena makanan ini memberi kekuatan, mempermudah puasa, dan membuat ibadah lebih ringan dijalani.
2. Bersedekah
Nabi Muhammad terkenal dengan kedermawanannya, dan sifat dermawan ini semakin tampak selama bulan Ramadan. Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
Kāna an-nabiyyu ṣallā Allāhu ‘alayhi wa sallama ajwadu an-nāsi wa ajwadu mā yakūnu fī Ramadhāna ḥīna yalqāhu Jibrīlu wa kāna Jibrīlu ‘alayhi as-salāmu yalqāhu fī kulli lailatin min Ramadhāna fa-yudārisuhu al-Qur’āna fa-la-Rasūlu llāhi ṣallā Allāhu ‘alayhi wa sallama ajwadu bil-khayri min ar-rīḥi al-mursalah.
Artinya: “Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin luar biasa saat Ramadan, terutama ketika Jibril menemuinya. Jibril menemuinya setiap malam Ramadan untuk bertadarus Al-Quran bersamanya. Maka Rasulullah benar-benar sangat dermawan dengan kebaikan, laksana angin yang berhembus” (HR. Bukhari No. 3220).
Baca juga: Jadwal Puasa Sunah 2025, Inilah Macam-Macam dan Manfaatnya!
3. Tadarus Al-Qur'an dan Mengkhatamkannya
Bulan Ramadan sangat erat kaitannya dengan Al-Qur'an karena saat itulah Al-Qur'an diturunkan. Membaca dan menelaah Al-Qur'an (tadarus) menjadi amalan utama yang sangat dianjurkan sejak masa Nabi Muhammad dan generasi terbaik.
Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan:
وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ
Wa kāna Jibrīlu yalqāhu fī kulli lailatin min Ramadhāna fa-yudārisuhu al-Qur’āna
Artinya: “Jibril menemuinya setiap malam Ramadan dan bertadarus Al-Qur'an bersamanya” (HR. Bukhari No. 3220).
4. Memberi Makanan kepada Orang yang Berbuka Puasa
Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam menganjurkan untuk membantu orang yang berpuasa dengan memberikan makanan untuk berbuka karena amalan ini membawa pahala yang besar. Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiallahu ‘anhu meriwayatkan:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
Man faṭṭara ṣā’iman kāna lahu mitslu ajrihi ghayra annahu lā yanquṣu min ajri aṣ-ṣā’im shay’an
Artinya: “Barang siapa memberikan makanan untuk berbuka bagi orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa” (HR. At-Tirmidzi No. 807, Ahmad No. 21676, An-Nasai dalam As-Sunan Al-Kubra No. 3332, Al-Baihaqi dalam Syuabul Iman No. 3952).
5. Memperbanyak Doa
Bulan Ramadan adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa, terutama bagi orang yang sedang berpuasa. Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:
ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوم
Tsalaathatu lā turaddu da‘watuhum: aṣ-ṣā’imu ḥattā yufṭira, wal-imāmu al-‘ādilu, wa da‘watu al-maẓlūm
Artinya: “Ada tiga orang yang doanya tidak akan ditolak: (1) Doa orang yang berpuasa sampai ia berbuka, (2) doa pemimpin yang adil, dan (3) doa orang yang teraniaya” (HR. At-Tirmidzi No. 2526, 3598, Ibnu Hibban No. 7387, di-ihsahkan oleh Imam Al-Baihaqi).
6. Qiyam Ramadan (Salat Tarawih dan Salat Malam Lainnya)
Salat Tarawih dan salat malam lainnya di bulan Ramadan memiliki keutamaan besar dan pahala yang luar biasa. Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِه
‘An Abī Hurayrah, anna Rasūla llāhi ṣallā Allāhu ‘alayhi wa sallama qāla: Man qāma Ramadhāna īmānan wa iḥtisāban ghufira lahu mā taqaddama min dhanbihi
Artinya: “Barang siapa yang menegakkan salat malam pada bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni” (HR. Bukhari No. 37, Muslim No. 759).
7. Menjauhi Perbuatan yang Merusak Puasa
Selain menahan lapar dan haus, puasa juga menuntut kita menjauhi perbuatan yang bisa merusaknya, seperti menggunjing (ghibah), adu domba (namimah), menuruti syahwat (rafats), berjudi, dan perbuatan fasik lainnya. Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ
Kam min ṣā’im laysa lahu min ṣiyāmihi illal-jū‘
Artinya: “Betapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya rasa lapar” (HR. Ahmad No. 9685, Ibnu Majah No. 1690, Ad-Darimi No. 2720).
Baca juga: 10 Keutamaan Umrah di Bulan Ramadan yang Perlu Diketahui
8. Menyegerakan Berbuka Puasa
Salah satu amalan sunah di bulan Ramadan adalah menyegerakan berbuka puasa sebelum shalat Maghrib. Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam menganjurkan berbuka dengan kurma, dan jika tidak ada, cukup dengan air. Beliau bersabda:
إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ صَائِمًا، فَلْيُفْطِرْ عَلَى التَّمْرِ، فَإِنْ لَمْ يَجِدِ التَّمْرَ، فَعَلَى الْمَاءِ فَإِنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ
Idzā kāna aḥadukum ṣā’iman, falyuftir ‘alā at-tamri, fa in lam yajid at-tamra, fa ‘alal-mā’i, fa inna al-mā’a ṭahūr
Artinya: “Jika salah seorang berpuasa, hendaknya ia berbuka dengan kurma. Jika tidak ada kurma, maka dengan air, sebab air itu menyucikan” (HR. Abu Dawud).
Sunahnya, urutan berbuka adalah: pertama kurma basah (ruthab), jika tidak ada kurma basah maka kurma kering (tamar), dan jika tidak ada kurma sama sekali, berbukalah dengan air.
Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam selalu mengikuti urutan ini.
Jika tidak ada kurma dan air, misalnya hanya tersedia madu atau susu, dahulukanlah madu karena lebih manis dan bernilai sunah. Menyegerakan berbuka puasa membantu menjaga keberkahan dan kesempurnaan ibadah puasa.
9. Umrah
Melaksanakan ibadah umrah di bulan Ramadan memiliki keutamaan yang luar biasa, bahkan pahalanya setara dengan menunaikan haji bersama Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam. Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda kepada seorang wanita Anshar bernama Ummu Sinan:
فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ تَقْضِي حَجَّةً أَوْ حَجَّةً مَعِي
Fa inna ‘umratan fī Ramadhāna taqdī ḥajjah aw ḥajjah ma‘ī
Artinya: “Sesungguhnya umrah pada bulan Ramadan sama dengan menunaikan haji atau haji bersamaku” (HR. Bukhari No. 1863, Muslim No. 1256).
10. I’tikaf
I’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid untuk beribadah, termasuk amalan sunah di bulan Ramadan yang sangat dianjurkan pada 10 hari terakhir. Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam memberi teladan dengan beri’tikaf pada 10 hari terakhir Ramadan hingga beliau wafat, dan setelah itu istri-istri beliau juga melanjutkan i’tikaf.
"إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ فِي آخِرِ عَشْرٍ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تُوُفِّيَ، فَعَتَكَفَتْ أَهْلَةُ أَزْوَاجِهِ بَعْدَهُ"
Inna an-nabiyya ṣallā Allāhu ‘alayhi wa sallama kāna ya‘tikifu fī ākhiri ‘ashrin min Ramadhāna ḥattā tūffiya, fa-‘atikafat ahlatu azwājihi ba‘dahu
Artinya: “Bahwasanya Nabi Shallallahu `alaihi wa sallam beri’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadan sampai beliau wafat, kemudian istri-istrinya pun beri’tikaf setelah itu” (HR. Bukhari No. 2026, Muslim No. 1171, Abu Dawud No. 2462, Ahmad No. 24613, dan lainnya).
Itulah beberapa amalan sunah di bulan Ramadan yang bisa Anda lakukan untuk menambah pahala dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Melalui amalan-amalan ini, bulan Ramadan menjadi momen yang tepat untuk memperkuat iman sekaligus menebar kebaikan.
Selain memperbanyak ibadah, jika Anda memiliki kebutuhan yang ingin diwujudkan secara syariah, BFI Finance Syariah siap membantu. Melalui layanan Pembiayaan Syariah dari Unit Usaha Syariah (UUS), BFI Finance Syariah dapat menjadi solusi finansial yang Anda butuhkan. Dengan proses yang amanah dan sesuai prinsip syariah, Anda dapat memanfaatkan pembiayaan syariah dari BFI Finance untuk berbagai keperluan, mulai dari tambahan modal usaha hingga pengadaan barang dan jasa.
Manfaatkan kesempatan ini untuk menjalani Ramadan dengan lebih bermakna, sambil tetap mewujudkan kebutuhan secara bijak. Bersama BFI Finance Syariah, wujudkan kebutuhan Anda dengan #JauhLebihTenang.
Baca juga: Tradisi Lebaran dan Makna Idul Fitri yang Sesungguhnya dalam Islam