Syariah

Inilah 6 Keutamaan Lailatul Qadar, Malam Lebih Baik dari 1.000 Bulan

Diterbitkan: 02 March, 2026
Diperbarui: 02 March, 2026
55
Inilah 6 Keutamaan Lailatul Qadar, Malam Lebih Baik dari 1.000 Bulan

Malam Lailatul Qadar merupakan momen paling istimewa di bulan Ramadan yang selalu dinanti umat muslim. Keutamaan Lailatul Qadar begitu besar, bahkan disebut lebih baik dari seribu bulan, yang membuat setiap ibadah memiliki nilai pahala berlipat.

Tak heran jika banyak umat muslim berlomba-lomba menghidupkan malam ini dengan salat, itikaf, berdoa, dan berzikir sebagai bentuk ibadah di bulan Ramadan, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga melalui puasa semata.

Namun, sudahkah Anda benar-benar memahami apa saja keutamaan yang terkandung di dalamnya? Jika belum, mari simak pembahasan lengkapnya dalam artikel ini agar Anda dapat memanfaatkan malam penuh berkah ini dengan beribadah secara maksimal.

 

Apa Itu Lailatul Qadar?

Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa dalam Islam yang terjadi pada salah satu malam di 10 hari terakhir bulan Ramadan. Malam ini dikenal sebagai malam turunnya Al-Qur’an dan memiliki keutamaan yang luar biasa.

Secara bahasa, Lailatul Qadar berasal dari dua kata dalam Bahasa Arab, yaitu lail atau lailah yang berarti malam, serta qadar yang bermakna ketetapan atau ketentuan Allah Subhanahu wa ta'ala atas berbagai urusan. Dengan demikian, Lailatul Qadar dapat dimaknai sebagai malam ketika Allah Subhanahu wa ta'ala menetapkan perjalanan hidup manusia.

Keutamaan Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki malam Ramadan lainnya. Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan berbagai keutamaan luar biasa pada malam ini, menjadikannya momen terbaik bagi umat muslim untuk meraih pahala, ampunan, dan rahmat-Nya. Adapun beberapa keutamaan Lailatul Qadar yang perlu Anda ketahui, di antaranya:

1. Malam Diturunkannya Lailatul Qadar

Salah satu keutamaan Lailatul Qadar adalah sebagai malam diturunkannya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai penyempurna kitab sebelumnya. Peristiwa agung ini menjadi awal petunjuk bagi umat manusia, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Qadr.

2. Malam Penuh Keberkahan

Lailatul Qadar merupakan malam yang dipenuhi keberkahan dan rahmat dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Pada malam istimewa ini, setiap amal kebaikan bernilai pahala berlipat ganda, serta doa-doa yang dipanjatkan memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh-Nya.

 

Baca juga: Inilah 11 Jenis Kurma yang Jadi Favorit Bagi Masyarakat Indonesia!

 

3. Diberitahukannya Takdir Manusia Kepada Malaikat

Salah satu keutamaan Lailatul Qadar adalah malam ketika Allah Subhanahu wa ta'ala memberitahukan takdir setiap manusia kepada para malaikat. Segala urusan, termasuk rezeki, umur, dan perjalanan hidup, dicatat dan ditetapkan pada malam yang penuh keberkahan ini.

4. Lebih Baik dari 1.000 Bulan

Keutamaan Lailatul Qadar yang paling luar biasa adalah nilainya yang lebih baik dari 1.000 bulan. Setiap ibadah pada malam ini, baik salat, zikir, maupun doa, pahalanya setara dengan amalan selama lebih dari 83 tahun, menjadikannya malam yang sangat istimewa bagi umat muslim.

5. Para Malaikat Turun ke Bumi

Pada Malam Lailatul Qadar, para malaikat turun ke bumi atas izin Allah Subhanahu wa ta'ala, dipimpin oleh Malaikat Jibril. Kehadiran mereka membawa rahmat, kedamaian, dan keberkahan bagi hamba-hamba Allah yang menghidupkan malam tersebut dengan ibadah dan doa.

6. Diampuni Segala Dosa

Keutamaan Lailatul Qadar lainnya, yakni diampuninya dosa-dosa bagi hamba Allah Subhanahu wa ta'ala yang menghidupkan malam ini dengan iman dan penuh keikhlasan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:

“Barang siapa yang menghidupkan Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa Lailatul Qadar adalah kesempatan yang sangat besar bagi setiap muslim untuk mendapatkan ampunan dari Allah Subhanahu wa ta'ala.

Kapan Malam Lailatul Qadar Terjadi?

Malam Lailatul Qadar terjadi pada salah satu malam di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Allah Subhanahu wa ta'ala tidak menyebutkan tanggal pastinya, baik dalam Al-Qur’an maupun hadis sehingga waktu pastinya dirahasiakan. Hal ini bertujuan agar umat muslim bersungguh-sungguh menghidupkan seluruh malam di akhir Ramadan dengan ibadah, bukan hanya mengandalkan satu malam tertentu.

Namun demikian, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam secara tegas menganjurkan umatnya untuk mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir. Lebih spesifik lagi, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan bahwa Lailatul Qadar lebih besar kemungkinan terjadi pada malam-malam ganjil. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

“Carilah Lailatul Qadar di malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadan.”
(HR. Bukhari)

Tidak ditetapkannya tanggal pasti Lailatul Qadar mengandung hikmah besar, yaitu agar kita sebagai umat Islam senantiasa meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah di penghujung Ramadan melalui salat malam, membaca Al-Qur’an, zikir, dan juga berdoa.

 

Baca juga: 10 Ide Menu Buka Puasa Sederhana Cocok untuk Semua Kalangan

 

Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar

Berdasarkan buku Paradigma Puasa Yang Hilang karya Jumal Ahmad, M.A., berikut beberapa ciri yang sering dikaitkan dengan datangnya malam Lailatul Qadar beserta hadis yang terkait:

1. Langit Malam Tampak Cerah

Pada malam Lailatul Qadar, langit tampak cerah dan terang, serta udara terasa sejuk. Kemunculan tanda Lailatul Qadar ini biasanya bisa terlihat di tempat yang minim polusi cahaya. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pada hadis berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَيْلَةُ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْبَوَاقِي مَنْ قَامَهُنَّ ابْتِغَاءَ حِسْبَتِهِنَّ فَإِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَغْفِرُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ، وَهِيَ لَيْلَةٌ وَتْرٌ، تِسْعٌ أَوْ سَبْعٌ أَوْ خَامِسَةٌ أَوْ ثَالِثَةٌ أَوْ آخِرُ لَيْلَةٍ، وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ: إِنَّ أَمَارَةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ أَنَّهَا صَافِيَةٌ بَلْجَةٌ كَأَنَّ فِيهَا قَمَرًا سَاطِعًا سَاكِنَةً سَاجِيَةً، لا بَرْدَ فِيهَا وَلا حَرّ، وَلا يَحِلُّ لِكَوْكَبٍ أَنْ يُرْمَى بِهِ فِيهَا حَتَّى تُصْبِحَ، وَإِنَّ أَمَارَتَهَا أَنَّ الشَّمْسَ صَبِيحَتَهَا تَخْرُجُ مُسْتَوِيَةً، لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌ مِثْلَ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ، وَلا يَحِلُّ لِلشَّيْطَانِ أَنْ يَخْرُجَ مَعَهَا يَوْمَئِذٍ

(HR Ahmad)

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir. Barang siapa yang menghidupkan malam-malam itu untuk mencari keutamaannya, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang lalu dan yang akan datang. Malam itu terjadi pada malam ganjil, yaitu 29, 27, 25, 23, atau malam terakhir Ramadan. Tanda malam Lailatul Qadar adalah malam yang cerah, seolah ada bulan, tenang, tidak dingin dan tidak panas. Pada pagi harinya matahari terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, dan setan tidak dihalalkan untuk keluar bersamanya.”

2. Angin Berhembus dengan Tenang

Pada malam Lailatul Qadar, angin bertiup lembut dan tidak ada hujan atau petir. Hal ini sesuai dengan hadits dari Jabir bin Abdullah yang menyebutkan:

رَأَيْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ ثُمَّ نَسِيتُهَا، لَيْلَةُ الْقَدْرِ تَنَزِلُ فِي الْعَشْرِ الْآخِرِ، لَيْلَةٌ مُنِيرَةٌ، لا بَارِدَةٌ وَلا حَارَّةٌ وَلا تُمْطِرُ

 (HR Ibnu Khuzaimah no. 2190 & Ibnu Hibban no. 3688)

Artinya: “Aku melihat Lailatul Qadar, lalu lupa. Lailatul Qadar turun pada 10 akhir (bulan Ramadan), yaitu malam yang terang, tidak dingin, tidak panas, dan tidak hujan.”

3. Matahari dengan Cahaya Lembut dan Tidak Menyilaukan

Pagi hari setelah Lailatul Qadar biasanya terasa hangat dengan matahari yang terbit berwarna putih cerah, tetapi tidak menyilaukan mata. Hal ini sesuai dengan hadits berikut:

هي اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِقِيَامِهَا هِيَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعِ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِي صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لَا شُعَاعَ لَهَا

Artinya: “Malam itu adalah malam yang cerah, yaitu malam ke-27 Ramadan. Tanda malam tersebut adalah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR Muslim)

Amalan Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar merupakan waktu yang sangat istimewa bagi Anda untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Pada malam penuh kemuliaan ini, setiap amal kebaikan bernilai pahala berlipat ganda. Oleh karena itu, umat muslim dianjurkan untuk menghidupkan Malam Lailatul Qadar dengan berbagai amalan berikut:

  • Melaksanakan salat malam (qiyamul lail).
  • Memperbanyak membaca Al-Qur’an.
  • Berzikir dan bertasbih kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
  • Memanjatkan doa, terutama doa memohon ampunan.
  • Memperbanyak istighfar.
  • Bersedekah dan berbuat kebaikan.
  • Melakukan i'tikaf di masjid, jika memungkinkan.

Menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan ibadah terbaik menjadi kesempatan berharga bagi setiap muslim untuk meraih pahala, ampunan, dan keberkahan yang luar biasa.

Itulah penjelasan terkait kemuliaan malam Lailatul Qadar yang perlu diketahui oleh umat muslim. Dengan memahami keutamaan Lailatul Qadar, ciri-cirinya, serta amalan yang dianjurkan, Anda dapat memaksimalkan ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan agar tidak melewatkan malam yang lebih baik dari seribu bulan ini.

Sejalan dengan semangat meraih keberkahan dan ketenangan dalam hidup, pengelolaan keuangan pun sebaiknya dilakukan sesuai prinsip syariah. Dengan perencanaan yang tepat, Anda dapat menjaga keseimbangan antara ibadah dan kebutuhan finansial secara lebih bijak.

Apabila Anda membutuhkan solusi pembiayaan untuk keperluan pribadi maupun untuk memulai usaha, BFI Finance menghadirkan layanan Pembiayaan Syariah melalui Unit Usaha Syariah (UUS) BFI Financeyang dikelola sesuai akad syariah dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan proses yang transparan dan sejalan dengan nilai syariah, perolehan dana untuk berbagai kebutuhan Anda bisa lebih praktis. Maka dari itu, tidak perlu khawatir dengan pengelolaan keuangan Anda karena #JauhLebihTenang bersama BFI Finance.

 

Baca juga: 14 Ide Usaha Rumahan di Bulan Ramadan untuk Tambahan Penghasilan 

Kategori : Syariah
Kukut Ragil Walujodjati

Kukut Ragil Walujodjati

SEO & Content Writer

Kukut Ragil Walujodjati adalah SEO Strategist dan Content Writer dengan pengalaman lebih dari 3 tahun yang berfokus pada pembiayaan berbasis jaminan. Kukut Ragil merupakan lulusan Far Eastern Federal University, program studi Manajemen. Bidang penulisan yang dikuasainya meliputi topik pinjaman, bisnis, UMKM, gaya hidup, dan edukasi finansial. Ia secara aktif mengikuti perkembangan regulasi dan dinamika pasar pembiayaan di Indonesia, sehingga setiap artikel yang ditulis selalu mengutamakan ketepatan konteks dan relevansi praktik di lapangan. Tujuan utamanya adalah membantu pembaca memahami keputusan finansial secara lebih matang dan terinformasi.