Bisnis

Peluang Usaha Ternak Sapi: Modal Awal dan Tips Suksesnya

Admin BFI
20 May 2024
924
Peluang Usaha Ternak Sapi: Modal Awal dan Tips Suksesnya

Usaha ternak sapi merupakan salah satu jenis usaha yang menjanjikan di Indonesia. Selain sebagai penghasil daging dan susu, ternak sapi juga memberikan manfaat lain seperti pupuk organik dan tenaga kerja. Namun, memulai usaha ternak sapi tidak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi untuk ternak sapi pemula. Diperlukan persiapan yang matang, termasuk estimasi modal awal dan tips suksesnya.

 

Simak peluang usaha ternak sapi yang menjanjikan ini beserta tips memulainya pada artikel BFI Finance berikut!

 

 

1. Manfaat Beternak Sapi

Beternak sapi tidak hanya memberikan manfaat dalam hal produksi daging dan susu, tetapi juga memiliki manfaat lain yang perlu dipertimbangkan:

 

1.1 Sebagai Pupuk Organik

Kotoran sapi adalah sumber pupuk organik yang sangat berharga dalam pertanian. Pupuk organik ini dapat meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, dan meningkatkan kualitas hasil panen. Dengan menggunakan pupuk organik, pertanian dapat menjadi lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

 

1.2 Menjadi Sumber Makanan

Beternak sapi juga memberikan manfaat dalam menyediakan sumber pangan yang berkelanjutan. Sapi dapat menghasilkan daging berkualitas tinggi dan susu yang kaya akan nutrisi. Daging sapi merupakan sumber protein yang penting bagi manusia, sementara susu sapi memiliki kandungan kalsium dan nutrisi lainnya yang penting untuk kesehatan tulang dan perkembangan anak-anak.

 

1.3 Bahan Material Pakaian

Selain itu, beternak sapi juga memberikan manfaat dalam menyediakan bahan baku untuk industri tekstil. Kulit sapi digunakan untuk menghasilkan bahan kulit yang digunakan dalam pembuatan pakaian, sepatu, dan aksesoris lainnya. Industri kulit sapi memiliki potensi ekonomi yang besar dan memberikan lapangan kerja bagi banyak orang. Dengan mempertimbangkan manfaat-manfaat ini, beternak sapi dapat menjadi pilihan usaha yang menjanjikan dan berkelanjutan.

 

1.4 Alat Transportasi

Masyarakat di desa biasanya menggunakan sapi sebagai salah satu alternatif untuk mengangkut barang. Meskipun tidak sepopuler kuda atau kerbau dalam fungsinya sebagai alat transportasi, penggunaan sapi masih memiliki peluang yang cukup menjanjikan.

 

2. Jenis-Jenis Sapi Ternak di Indonesia

Ada beberapa jenis sapi yang umumnya dipelihara dalam usaha peternakan, antara lain:

 

2.1 Sapi Brahman

Sapi Brahman dikenal sebagai salah satu jenis sapi yang memiliki ketahanan yang tinggi terhadap cuaca panas dan kekeringan. Hal ini dikarenakan sapi Brahman memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik terhadap lingkungan tropis yang panas dan kering. Kemampuan adaptasi ini menjadi salah satu keunggulan dari sapi Brahman dibandingkan dengan jenis sapi lainnya.

 

Selain itu, sapi Brahman juga sering kali digunakan untuk peternakan daging karena daging yang dihasilkannya memiliki rasa yang lezat dan kualitas yang sangat baik. Para peternak sering kali memilih sapi Brahman karena kualitas dagingnya yang terjamin dan keuntungan ekonomis yang bisa didapatkan dari hasil beternak sapi Brahman. Dengan demikian, sapi Brahman menjadi pilihan yang sangat menguntungkan bagi para peternak yang ingin menghasilkan daging berkualitas tinggi.

 

2.2 Sapi Limosin

Sapi Limosin berasal dari Prancis, tepatnya dari daerah Limousin di bagian tengah negara tersebut. Mereka terkenal dengan reputasi yang sangat baik dalam menghasilkan daging berkualitas tinggi, yang membuatnya menjadi salah satu ras sapi yang paling diminati di dunia peternakan. Dengan kecepatan pertumbuhan yang luar biasa, sapi Limosin mampu mencapai berat ideal dalam waktu singkat, sehingga membuat mereka menjadi pilihan utama peternak untuk produksi daging yang efisien. Kemampuan sapi Limosin dalam mengkonversi pakan menjadi daging dengan efisien juga menjadikannya menjadi pilihan yang ideal untuk peternakan daging komersial di banyak negara.

 

2.3. Sapi Ongole

Sapi Ongole berasal dari India, tepatnya daerah Ongole di negara bagian Andhra Pradesh. Mereka terkenal karena kemampuannya yang luar biasa dalam menahan panas. Sapi Ongole memiliki tubuh yang besar, kokoh, dan kuat, serta dilengkapi dengan daging yang lezat. Kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan iklim panas membuat mereka menjadi pilihan utama dalam peternakan daging di daerah-daerah yang memiliki suhu yang cenderung tinggi.

 

2.4. Sapi Bali

Sapi Bali merupakan salah satu ras sapi asli Indonesia yang memiliki karakteristik unik berupa tanduk yang melengkung ke belakang. Ras sapi ini umumnya dipelihara oleh masyarakat lokal untuk tujuan konsumsi daging, serta digunakan dalam berbagai upacara adat tradisional. Selain itu, Sapi Bali juga dikenal memiliki adaptasi yang baik terhadap lingkungan lokal, sehingga mampu bertahan dan berkembang biak dengan baik di berbagai kondisi alam di Indonesia.

 

2.5. Sapi Madura

Sapi Madura berasal dari Pulau Madura, yang terletak di bagian timur Jawa, Indonesia. Pulau Madura terkenal dengan peternakan sapi tradisionalnya yang mencakup berbagai jenis sapi lokal, salah satunya adalah Sapi Madura. Sapi Madura dikenal karena kekuatan dan ketahanannya yang baik, yang membuatnya menjadi pilihan utama untuk peternakan daging di daerah tersebut. Penggunaan Sapi Madura tidak hanya memenuhi kebutuhan daging masyarakat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang penting bagi masyarakat setempat, yang mengandalkan hasil peternakan sebagai sumber penghasilan utama mereka.

 

 

3. Resiko Usaha Ternak Sapi

usaha ternak sapi

Image Source: Freepik

 

3.1 Risiko Kesehatan

Dalam usaha ternak sapi, risiko kesehatan merupakan salah satu tantangan utama yang harus dihadapi oleh peternak. Penyakit yang menyerang sapi seperti antraks, hepatitis, dan keracunan bisa menimbulkan kerugian yang besar. Antraks, misalnya, merupakan penyakit bakteri yang sangat mematikan dan dapat menyebar dengan cepat, baik pada hewan maupun manusia. Hepatitis juga dapat menyebabkan kerusakan pada hati sapi, mengurangi produktivitas, dan mengancam keselamatan hewan. Keracunan, yang dapat terjadi akibat konsumsi pakan yang terkontaminasi atau bahan kimia berbahaya, juga mengancam kesehatan ternak.

 

Untuk mengatasi risiko ini, peternak harus menerapkan program vaksinasi rutin, menjaga kebersihan kandang, memastikan pakan yang diberikan berkualitas dan bebas dari kontaminasi, serta memantau kesehatan sapi secara berkala agar penyakit dapat segera dideteksi dan diobati sebelum menyebar luas.

 

3.2 Risiko Lingkungan

Usaha ternak sapi juga menghadapi risiko lingkungan, terutama terkait dengan bau yang tidak sedap dan limbah kotoran sapi. Bau yang menyengat dapat mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar dan memicu keluhan dari masyarakat. Selain itu, limbah kotoran sapi jika tidak dikelola dengan baik bisa mencemari tanah dan air, serta menimbulkan masalah kesehatan bagi manusia.

 

Untuk mengatasi masalah bau, peternak dapat menggunakan teknologi biofiltrasi atau biofilter, yang mampu mengurai bau tidak sedap. Pengolahan limbah kotoran sapi bisa dilakukan dengan sistem biogas yang tidak hanya mengurangi polusi tetapi juga menghasilkan energi terbarukan. Selain itu, kotoran sapi juga dapat diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk pertanian, sehingga membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

 

3.3 Risiko Ekonomi

Risiko ekonomi dalam usaha ternak sapi meliputi biaya-biaya yang tidak terduga, seperti biaya pencegahan dan pengobatan sapi sakit, serta biaya operasional lainnya. Biaya untuk pencegahan, seperti vaksinasi dan pengobatan rutin, serta biaya pengobatan jika sapi terkena penyakit, bisa menjadi beban finansial yang besar bagi peternak. Selain itu, biaya operasional untuk transportasi, seperti pengangkutan sapi dari satu tempat ke tempat lain, juga perlu diperhitungkan dengan cermat.

 

Untuk mengurangi risiko ekonomi ini, peternak perlu melakukan perencanaan keuangan yang matang, menyisihkan dana darurat untuk keperluan mendesak, serta memanfaatkan asuransi ternak yang dapat memberikan perlindungan finansial apabila terjadi kejadian yang tidak diinginkan. Efisiensi dalam manajemen operasional dan pemeliharaan kesehatan ternak dapat membantu mengurangi biaya yang tidak perlu dan meningkatkan profitabilitas usaha ternak sapi.

 

4. Tips Sukses Memulai Usaha Ternak Sapi

4.1 Pilih Bibit Sapi Unggul

Memilih bibit sapi yang unggul adalah langkah yang krusial dalam memastikan kesuksesan usaha ternak sapi yang Anda geluti. Ketika memilih sapi untuk dijadikan indukan, pastikan untuk memperhatikan beberapa hal penting, seperti genetika yang berkualitas tinggi, kesehatan yang prima, dan keturunan yang unggul. Dengan demikian, Anda dapat memastikan bahwa sapi-sapi tersebut mampu menghasilkan produk ternak yang berkualitas dan memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran. Dengan demikian, investasi yang Anda lakukan dalam memilih bibit sapi yang unggul ini diharapkan akan memberikan hasil yang optimal dalam jangka panjang.

 

Dalam memilih bibit sapi yang unggul, Anda juga perlu memperhatikan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kesuksesan usaha ternak sapi Anda. Selain genetika, kesehatan, dan keturunan sapi, Anda juga dapat mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti nutrisi yang diberikan kepada sapi, lingkungan tempat ternak, serta manajemen peternakan yang baik. Dengan mempertimbangkan semua faktor tersebut secara komprehensif, Anda dapat memastikan bahwa bibit sapi yang Anda pilih memiliki potensi untuk sukses dalam usaha ternak sapi Anda. Dengan demikian, Anda dapat mengoptimalkan produksi ternak sapi Anda dan meningkatkan profitabilitas usaha ternak sapi Anda secara keseluruhan.

 

4.2 Tentukan Segmentasi Pasar

Sebelum Anda memutuskan untuk memulai usaha peternakan sapi, adalah penting untuk melakukan analisis mendalam tentang segmentasi pasar yang akan Anda tuju. Dengan menentukan apakah Anda akan memasok daging sapi ke pasar lokal, regional, atau internasional, Anda akan dapat lebih memahami kebutuhan dan preferensi konsumen di masing-masing pasar tersebut. Hal ini akan membantu Anda dalam merencanakan strategi produksi dan pemasaran yang tepat untuk memastikan kesuksesan usaha peternakan sapi Anda.

 

Memahami segmentasi pasar merupakan kunci utama dalam menentukan arah dan strategi pemasaran usaha peternakan sapi Anda. Dengan memiliki pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan, preferensi, dan perilaku konsumen di pasar lokal, regional, dan internasional, Anda akan dapat mengidentifikasi segmen pasar yang paling potensial untuk dituju. Hal ini akan memudahkan Anda dalam merencanakan produksi sapi yang sesuai dengan permintaan pasar, serta menyusun strategi pemasaran yang efektif untuk menarik minat konsumen dan meningkatkan penjualan.

 

4.3 Temukan Area Kosong Luas

Pastikan Anda memiliki area yang luas dan cukup kosong untuk membangun kandang sapi yang sesuai. Sapi adalah hewan yang memerlukan ruang gerak yang luas agar dapat beraktivitas dengan nyaman. Selain itu, memiliki area yang luas juga akan memberikan Anda kesempatan untuk melakukan pengembangan usaha ternak sapi Anda di masa depan. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir tentang keterbatasan ruang yang dapat menghambat pertumbuhan bisnis Anda.

 

4.4 Perhatikan Desain Kandang Sapi

Desain kandang sapi sangat penting untuk memastikan kesejahteraan dan produktivitas hewan ternak yang ada di dalamnya. Kandang yang dirancang dengan baik akan memastikan bahwa sapi-sapi tersebut mendapatkan lingkungan yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan alaminya. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam desain kandang sapi adalah ventilasi yang baik, sehingga udara segar dapat terus mengalir dalam kandang tersebut.

 

Selain itu, akses air minum yang cukup juga harus dipastikan agar sapi-sapi tersebut tidak mengalami dehidrasi. Tempat pakan yang mudah dijangkau juga penting untuk memastikan sapi-sapi dapat mengonsumsi pakan dengan cukup dan tidak terjadi persaingan yang tidak perlu di antara mereka. Dengan demikian, desain kandang yang baik akan mendukung kesejahteraan sapi dan juga meningkatkan produktivitas mereka.

 

4.5 Berikan Pakan yang Seimbang

Pakan yang seimbang sangat diperlukan dalam perawatan sapi untuk memastikan pertumbuhan dan produksi yang optimal. Pastikan untuk memberikan pakan yang mengandung nutrisi yang cukup, seperti protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan pertumbuhan sapi Anda. Dengan memberikan pakan yang berkualitas, Anda dapat memastikan bahwa sapi Anda tetap sehat dan dapat mencapai potensi pertumbuhannya dengan baik.

 

4.6 Jangan Lupa Perawatan Bermutu

Perawatan sapi yang berkualitas akan memastikan kesehatan dan kesejahteraan ternak Anda. Rutin memberikan perawatan kesehatan, vaksinasi, dan pemeliharaan kandang yang baik akan membantu meningkatkan produktivitas sapi serta mencegah penyakit-penyakit yang bisa merugikan peternakan Anda. Selain itu, memberikan makanan yang bergizi dan air minum yang bersih juga sangat penting untuk menjaga kondisi fisik dan kesehatan sapi tetap optimal.

 

Dengan memberikan perawatan yang baik, Anda tidak hanya akan mendapatkan sapi yang sehat dan produktif, tetapi juga mengurangi risiko kerugian finansial akibat kesehatan ternak yang buruk. Jadi, investasi dalam perawatan sapi yang berkualitas akan memberikan hasil yang positif dalam jangka panjang untuk usaha peternakan Anda.

 

4.7 Lokasi Usaha Jauh dari Perumahan, Industri, dan Pertambangan

Pilih lokasi ternak sapi yang jauh dari perumahan, tempat industri, dan pertambangan. Hal ini disebabkan untuk menghindari bau dan limbah yang dihasilkan dari sapi ternak tersebut agar tidak mengganggu kenyamanan warga sekitar. Jika tidak mendapatkan lokasi yang jauh dari pemukiman warga, bangun tembok setinggi minimal 3 meter di sekeliling lokasi ternak untuk meminimalisir bau yang tidak sedap.

 

5. Estimasi Modal Awal Usaha Ternak Sapi

Setelah mengetahui tips memulai usaha ternak sapi, maka Anda perlu mengetahui estimasi modal usaha ternak sapi yang dibutuhkan. Adapun estimasinya adalah sebagai berikut:

 

5.1 Perkiraan Modal Investasi Awal

Tentunya usaha ternak sapi membutuhkan modal yang cukup besar. Untuk dapat membeli seekor sapi, membutuhkan uang hingga belasan juta. Walau begitu, ketika modal yang Anda keluarkan dapat diputar kembali dengan lancar, potensi keuntungan dari usaha ternak sapi bisa menjadi sangat menjanjikan.

 

Adapun perkiraan modal investasi awal dan modal usaha ternak sapi adalah:

  1. Beli sapi 6 ekor jika harga bibit sapi Rp 10 juta  = Rp 10 juta x 6 = Rp 60 juta
  2. Sewa lahan ternak = Rp 4 juta/tahun
  3. Biaya pembuatan kandang sapi = Rp 7 juta
  4. Perlengkapan kandang dan perawatan sapi = Rp 1.5 juta

TOTAL MODAL INVESTASI AWAL: Rp 60 juta + Rp 4 juta + Rp 7 juta + Rp 1.5 juta = Rp 72.500.000

 

5.2 Perkiraan Biaya Operasional

Selain modal awal, ada biaya operasional untuk melaksanakan usaha ternak sapi. Biaya ini termasuk perawatan dan penggemukan sapi. Rincian biaya operasional usaha ternak sapi per bulan diperkirakan sebagai berikut:

  1. Makanan Tambahan: Rp 15 ribu (per hari) x 30 = Rp 450 ribu/bulan
  2. Konsentrat: Rp 100 ribu (per hari) x 30 = Rp 3 juta/bulan
  3. Vaksinasi: Rp 15 ribu (per hari) x 30 = Rp 450 ribu/bulan
  4. Vitamin: Rp 20 ribu (per hari) x 30 = Rp 600 ribu/bulan
  5. Biaya Obat: Rp 20 ribu (per hari) x 30 = Rp 600 ribu/bulan
  6. Biaya bensin, listrik, air, tagihan bulanan lain = Rp 1 juta/bulan
  7. Biaya kawin sapi: Rp 150 ribu/bulan
  8. Biaya-biaya lain: Rp 300 ribu/bulan

TOTAL BIAYA OPERASIONAL: Rp 450 ribu + Rp 3 juta + Rp 450 ribu + Rp 600 ribu + Rp 600 ribu + Rp 1 juta + Rp 150 ribu + Rp 300 ribu = Rp 6.550.000

 

Jadi, total modal awal adalah:

Rp 72.500.000 (Investasi Awal) + Rp 6.550.000 (Operasional) = Rp 79.050.000

 

5.3 Perkiraan Keuntungan

Umumnya, usaha ternak sapi dapat dipanen dalam kurun waktu 6 hingga 12 bulan. Jika mengambil bibit yang masih kecil, panen usaha ternak sapi bisa mencapai 3 tahun. Berikut estimasi peluang pendapatan usaha ternak sapi siap jual pasca 6 bulan dirawat berdasarkan perhitungan modal yang sebelumnya:

  1. Harga Jual 1 Ekor Sapi Rp 25.000.000 dijual 5 ekor = Rp 25 juta x 5 ekor = Rp 125 juta
  2. Kotoran Sapi Per Bulan 600 kg 5 ekor = 3.000 kg
  3. Pemasukkan dengan perkiraan harga kotoran per kg Sapi Rp 2.000 = Rp 2.000 x 3.000 kg = Rp 6.000.000 juta

TOTAL PENDAPATAN: Rp 125 juta + Rp 6 juta = Rp 131 juta

 

Dari modal awal Rp 79.050.000, maka total keuntungan peternak sapi yang mungkin Anda dapatkan dari bisnis ternak sapi selama 6 bulan adalah:

 

Rp 131.000.000 - Rp 79.050.000 = Rp 51.950.000

 

Jika dibagi per bulan, maka pendapatan dari bisnis ini adalah sekitar Rp 8.658.000.

 

Sobat BFI, berikut merupakan hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang usaha ternak sapi. Selalu ingat bahwa mengelola usaha ternak sapi memiliki keuntungan dan risiko yang dapat menjadi bahan pertimbangan Anda.

 

Jika Anda tertarik untuk membuat usaha ternak sapi namun memerlukan modal tambahan, BFI Finance menjadi jawaban Anda. BFI Finance merupakan perusahaan pembiayaan yang melayani pinjaman multiguna dengan jaminan BPKB motor, BPKB mobil, dan sertifikat rumah atau ruko untuk berbagai keperluan Anda.

Kategori : Bisnis