Syariah

Kumpulan Doa Mustajab dan Waktu Terbaik untuk Membacanya

Penulis: Sarah
Diterbitkan: 09 February, 2026
28
Kumpulan Doa Mustajab dan Waktu Terbaik untuk Membacanya

Doa merupakan salah satu bentuk ibadah yang paling dekat dengan kehidupan manusia. Dalam doa, seorang hamba mengakui bahwa dirinya lemah dan membutuhkan pertolongan Allah Subhanahu wa ta'ala.

Islam mengajarkan bahwa doa bukan hanya sekadar rangkaian kata, melainkan sebuah praktik spiritual yang memerlukan adab, waktu, dan tuntunan tertentu untuk memastikan kedekatan dan penerimaan di sisi Allah. Agar momen berdoa Anda lebih bermakna, mari simak kumpulan doa mustajab beserta waktu terbaik untuk membacanya berikut ini.

 

Apa Itu Doa Mustajab?

Istilah doa mustajab merujuk pada doa yang dikabulkan atau lebih mudah dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Namun perlu dipahami, pengabulan doa tidak selalu berarti permintaan langsung terjadi persis seperti yang diminta saat itu. Ada beberapa bentuk pengabulan doa, antara lain:

  • Allah mengabulkan sesuai permintaan hamba.
  • Allah menunda pengabulan karena waktu terbaiknya belum tiba.
  • Allah mengganti permintaan dengan sesuatu yang lebih baik.
  • Allah menolak sesuatu yang diminta karena itu buruk, lalu menggantinya dengan kebaikan yang lain.
  • Allah menyimpan pahala doa tersebut untuk akhirat.

Dengan pemahaman ini, doa mustajab tidak hanya berarti langsung terkabul, tetapi juga doa yang dipanjatkan dengan cara yang benar dan pada waktu yang tepat, sehingga doa tersebut menjadi lebih bernilai di sisi Allah. Selain itu, doa mustajab juga erat kaitannya dengan adab berdoa, seperti ikhlas, yakin kepada Allah, tidak tergesa-gesa, dan memohon dengan hati yang penuh harap.

 

Waktu Mustajab Berdoa

Ada sejumlah waktu yang dianjurkan dalam Islam sebagai saat yang mustajab untuk berdoa. Pada momen ini, seorang muslim dianjurkan memperbanyak doa dengan penuh kekhusyukan dan harapan. Adapun waktu-waktu tersebut antara lain:

1. Sepertiga Malam Terakhir

Diriwayatkan dari Bukhari dan Muslim, nabi bersabda bahwa saat sepertiga malam, Allah menurunkan rahmat-Nya ke langit dunia.

ينزل ربنا تبارك وتعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا ، حين يبقى ثلث الليل الآخر، يقول : من يدعوني فأستجيب له ، من يسألني فأعطيه ، من يستغفرني فأغفر له

Artinya: Allah menurunkan rahmatNya turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni.” (HR. Bukhari no. 1145, Muslim no. 758)

2. Ketika Turun Hujan dan Antara Azan-Iqamah

Waktu mustajab untuk berdoa selanjutnya yakni ketika turun hujan serta antara azan dan iqamah. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:

ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر

Artinya: Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun. (HR. Al Hakim, 2534).

3. Saat Berbuka Puasa

Selain bisa kembali makan dan minum, keberkahan saat berbuka puasa adalah dikabulkannya doa, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam:

ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل و المظلوم

Artinya: Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzalimi. (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, disahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi).

4. Pada Malam Lailatul Qadr

Lailatul qadr merupakan malam ketika Al-Qur’an diturunkan. Untuk itu, kita dianjurkan agar memperbanyak doa, seperti diriwayatkan oleh Aisyah r.a.:

قلت يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة ليلة القدر ما أقول فيها قال قولي اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

Artinya: Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: Berdoalah: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku). (HR. Tirmidzi, 3513, Ibnu Majah, 3119, At Tirmidzi berkata: “Hasan Shahih”).

5. Ketika Sujud dalam Salat

Waktu bersujud adalah saat di mana seorang hamba begitu dekat dengan Allah. Untuk itu, Rasulullah menganjurkan agar memperbanyak doa ketika sujud dalam salat.

أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد . فأكثروا الدعا

Artinya: Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu. (HR. Muslim, no.482).

Di  luar kondisi tersebut, bukan berarti doa tidak bisa dikabulkan. Waktu mustajab hanya lebih dianjurkan untuk memanjatkan doa secara lebih kuat dan lebih fokus karena suasana hati biasanya lebih tenang serta mudah khusyuk.

Baca juga: Apa Itu Musafir? Ini Syarat dan Keringanan yang Diperolehnya

 

Kumpulan Doa-Doa Mustajab

Selain memperhatikan waktu, memanjatkan doa yang bersumber dari Al-Qur’an merupakan pilihan yang sangat baik. Doa-doa Al-Qur’an bukan hanya indah, tetapi juga memiliki makna yang luas dan sering dibaca oleh para ulama. Berikut kumpulan doa para ulama yang bersumber dari Al-Qur’an:

1. Doa Sapu Jagat

Mengutip dari kitab Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, doa sapu jagat menjadi salah satu doa yang sering dibaca oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Doa ini terdapat dalam Q.S. Al-Baqoroh [2]: 201 yang berisi permohonan kebaikan di dunia dan akhirat. Inilah bacaan dari doa tersebut:

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ…

Robbanaa aatinaa fid dun-yaa hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar.

Artinya: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.

2. Doa Mohon Ampunan Diri Sendiri, Orang Tua, dan Seluruh Mukmin

Doa ini mengajarkan bahwa permohonan yang baik bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang tua dan seluruh orang beriman. Bacaan doa ini termaktub dalam QS. Ibrahim [14]: 41, yakni:

رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُࣖ

Rabbanaghfir lî wa liwâlidayya wa lil-mu'minîna yauma yaqûmul-ḫisâb

Artinya: Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan ampunilah pula semua orang yang beriman, karena kami semua kelak akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan pada hari diadakan perhitungan di hari Mahsyar.

3. Doa Istiqomah dalam Iman

Iman seseorang dapat naik dan turun. Karena itu, doa memohon keteguhan iman menjadi sangat penting, terutama ketika Anda merasa hati mudah goyah, pikiran mudah lelah, atau sedang menghadapi banyak godaan. Doa ini disebutkan dalam QS. Ali ‘Imran [3]: 8 dengan bacaan:

 رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةًۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

Rabbana la tuzigh qulubana ba’da idz hadaytana wa hab lana min ladunka rahmah innaka antal-wahhab.

Artinya: (Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami berpaling setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari hadirat-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.

4. Doa Memohon Rezeki yang Luas dan Berkah

Doa memohon rezeki yang luas bukan hanya soal meminta banyak, tetapi juga meminta keberkahan atas rezeki tersebut. Salah satu doa yang sering dijadikan rujukan adalah QS. Al-Ma’idah [5]: 114, yaitu doa Nabi Isa AS ketika memohon rezeki kepada Allah.

رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

Rabbana anzil ‘alaina ma’idatam minas-sama’i takunu lana ‘idan li-awwalina wa akhirina wa ayatan minka warzuqna wa anta khairur-raziqin.

Artinya: Isa putra Maryam berdoa, “Ya Allah Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu. Berilah kami rezeki. Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.”

5. Doa Meminta Perlindungan dari Permohonan yang Tidak Bermanfaat

Tidak semua yang manusia minta itu baik. Ada kalanya seseorang memohon sesuatu karena emosi, ketidaktahuan, atau terburu-buru. Doa yang terdapat dalam QS. Hud [11]: 47 ini mengajarkan adab untuk memohon perlindungan agar tidak meminta hal yang tidak bermanfaat. Berikut bacaannya:

رَبِّ اِنِّيْٓ اَعُوْذُ بِكَ اَنْ اَسْـَٔلَكَ مَا لَيْسَ لِيْ بِهٖ عِلْمٌۗ وَاِلَّا تَغْفِرْ لِيْ وَتَرْحَمْنِيْٓ اَكُنْ مِّنَ الْخٰسِرِيْنَ

Rabbi innî a‘ûdzu bika an as'alaka mâ laisa lî bihî ‘ilm, wa illâ taghfir lî wa tar-ḫamnî akum minal-khâsirîn

Artinya: (Nuh) berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu untuk memohon sesuatu yang aku tidak mengetahui (hakikatnya). Kalau Engkau tidak mengampuniku dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku termasuk orang-orang yang merugi.

6. Doa Mohon Kelapangan Hati dan Kemudahan Segala Urusan

Ketika menghadapi tugas besar, tekanan kerja, atau harus berbicara di hadapan banyak orang, Anda mungkin sering merasa sesak dan cemas. Doa Nabi Musa AS dalam QS. Taha [20]: 25–28 mengajarkan permohonan agar dada dilapangkan, urusan dimudahkan, dan ucapan dilancarkan agar orang lain memahami maksud kita. Inilah lafaz doa yang bisa Anda panjatkan:

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي ۝ وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي ۝ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي ۝ يَفْقَهُوا قَوْلِي…

Rabbi-shrah li sadri. Wa yassir li amri. Wahlul ‘uqdatan min lisani. Yafqahu qawli.

Artinya: Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku. Mudahkanlah urusanku. Lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.

7. Doa Mohon Husnul Khatimah

Tidak ada yang lebih penting bagi seorang muslim selain akhir hidup yang baik. Karena itu, QS. Ali ‘Imran [3]: 193 memaparkan tentang doa untuk memohon ampunan dosa, penghapusan kesalahan, dan permohonan agar diwafatkan secara husnul khatimah.

رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّاٰتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْاَبْرَارِۚ

Rabbanâ faghfir lanâ dzunûbanâ wa kaffir ‘annâ sayyi'âtinâ wa tawaffanâ ma‘al-abrâr.

Artinya: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru pada keimanan, yaitu ‘Berimanlah kamu kepada Tuhanmu,’ maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang selalu berbuat kebaikan.

Doa mustajab mengajarkan bahwa harapan seharusnya dipanjatkan dengan keyakinan, adab yang baik, serta memilih waktu-waktu yang utama agar hati lebih khusyuk. Di saat yang sama, doa yang kuat harus diiringi dengan ikhtiar.

Ketika menghadapi kebutuhan besar, seperti biaya pendidikan, modal usaha, perbaikan rumah, atau kebutuhan mendesak lainnya, penting untuk menggabungkan doa dan usaha nyata, termasuk mencari solusi keuangan yang amanah, agar usaha kita diberkahi dan lebih tenang. Salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan adalah Pembiayaan Syariah dari Unit Usaha Syariah (UUS) BFI Finance atau BFI Finance Syariah.

Pengajuan pembiayaan secara syariah di BFI Finance Syariah memberlakukan akad syariah, termasuk akad ijarah dan akad murabahah. Anda pun tidak perlu khawatir dengan prosesnya karena BFI Finance sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan doa yang dipanjatkan pada waktu terbaik, ikhtiar, dan pembiayaan sesuai ketentuan Islam, Anda bisa melangkah dengan #JauhLebihTenang bersama BFI Finance Syariah.

Baca juga: 14 Keutamaan dan Manfaat Sedekah Agar Hidup Semakin Berkah

Kategori : Syariah
Sarah

Sarah

Content Writer & SEO

Sarah merupakan seorang SEO Strategist dan Content Writer dengan pengalaman lebih dari dua tahun di bidang literasi keuangan dan informasi umum seperti gaya hidup, bisnis, serta edukasi publik. Lulusan Ilmu Komunikasi dari Binus University ini memiliki minat kuat pada pengembangan konten yang informatif dan relevan bagi pembaca.