Bisnis

Hedging: Strategi Efektif Mengelola Risiko Investasi

Diterbitkan: 13 January, 2026
Diperbarui: 13 January, 2026
63
Hedging: Strategi Efektif Mengelola Risiko Investasi

Hedging adalah strategi untuk mengurangi risiko kerugian dalam investasi dengan menyiapkan langkah pengaman terhadap perubahan pasar yang tidak terduga. Dengan strategi ini, investor dapat menjaga nilai investasinya tetap lebih stabil sesuai tujuan yang diharapkan. Ingin tahu lebih lanjut tentang cara kerja hedging? Simak penjelasannya di bawah ini.

 

Apa Itu Hedging?

Hedging adalah cara untuk mengurangi risiko kerugian akibat perubahan harga di pasar, sementara istilah hedge artinya perlindungan terhadap risiko finansial. Strategi ini membantu menjaga nilai aset atau kewajiban agar tidak terlalu terpengaruh saat harga, nilai tukar, suku bunga, atau komoditas bergerak tidak sesuai harapan.

Secara sederhana, hedging berfungsi sebagai langkah pengaman. Dengan memanfaatkan instrumen keuangan tertentu, risiko bisa dikendalikan sehingga kondisi keuangan tetap lebih stabil meski pasar sedang berfluktuasi.

Mengapa Perusahaan Perlu Melakukan Hedging?

Hedging adalah cara untuk mengantisipasi dan mengurangi risiko kerugian dalam bisnis atau keuangan. Strategi ini digunakan agar kondisi keuangan tetap lebih aman saat terjadi perubahan nilai yang sulit diprediksi.

Dengan hedging, perusahaan bisa menjaga kestabilan keuangan meski nilai tukar atau harga pasar sering naik turun. Strategi ini juga membantu menekan risiko kerugian besar yang dapat memicu kegagalan usaha sehingga bisnis tetap berjalan lebih terkendali.

Jenis-Jenis Hedging

Untuk memahami penerapan hedging secara lebih jelas, Anda perlu mengenal berbagai jenis hedging yang umum digunakan dalam praktik. Berikut beberapa bentuk hedging yang sering dimanfaatkan untuk mengelola risiko keuangan:

1. Kontrak Serah

Kontrak serah merupakan bentuk hedging dengan cara mengunci harga dan waktu transaksi sejak awal melalui kesepakatan bersama. Kedua pihak sepakat melakukan jual beli di kemudian hari sesuai harga yang telah ditentukan.

Dengan sistem ini, naik turunnya harga pasar tidak memengaruhi nilai transaksi. Kontrak serah membantu pelaku usaha menghindari risiko kerugian, terutama yang disebabkan oleh perubahan nilai tukar atau harga tertentu.

2. Kontrak Berjangka

Kontrak berjangka adalah jenis hedging dengan cara menentukan harga transaksi sejak awal sebelum jual beli dilakukan. Kesepakatan ini umumnya dibuat melalui bursa berjangka. Karena harga sudah disepakati, perubahan nilai aset di masa depan tidak memengaruhi harga transaksi. Cara ini membantu mengurangi risiko kerugian akibat naik turunnya harga pasar.

3. Pasar Uang

Pasar uang adalah tempat transaksi keuangan jangka pendek dengan waktu jatuh tempo kurang dari satu tahun. Instrumen yang diperdagangkan biasanya digunakan untuk kebutuhan keuangan dalam waktu dekat.

Di pasar uang, hedging dapat dilakukan dengan berbagai cara untuk menjaga nilai instrumen agar tidak terlalu terdampak perubahan pasar. Salah satu strategi yang sering digunakan adalah covered call pada instrumen ekuitas.

 

Baca juga: Apa Itu Akuisisi? Ini Pengertian, Tujuan, dan Contohnya!

 

Strategi Hedging

Hedging dapat diterapkan melalui berbagai strategi yang disesuaikan dengan tujuan dan kondisi keuangan. Berikut beberapa strategi hedging yang umum digunakan:

1. Arbitrase

Strategi arbitrase dilakukan dengan mencari selisih harga yang muncul di pasar berbeda. Investor membeli aset saat harganya lebih murah di satu tempat, lalu melepasnya di tempat lain ketika harganya lebih tinggi. Dari perbedaan harga itulah keuntungan didapat. Cara ini memanfaatkan peluang pasar tanpa harus menunggu perubahan harga dalam waktu lama.

2. Diversifikasi

Diversifikasi adalah strategi hedging dengan cara membagi investasi ke beberapa jenis aset yang berbeda. Tujuannya agar risiko tidak terkumpul di satu tempat saja. Dengan menyebar dana ke berbagai instrumen, kerugian dari satu investasi bisa ditutup oleh potensi keuntungan dari investasi lain. Cara ini membantu menjaga nilai aset tetap lebih aman saat salah satu instrumen mengalami penurunan.

3. Average Down

Average down dilakukan dengan menambah pembelian saham ketika harganya sedang turun. Langkah ini membuat total harga beli menjadi lebih rendah dibandingkan pembelian awal. Jika harga saham naik kembali, kenaikan tersebut bisa memberi keuntungan dan membantu mengurangi kerugian dari pembelian pertama.

4. Tutup Tunai

Tutup tunai adalah strategi hedging dengan menghentikan sementara aktivitas investasi dan menyimpan dana dalam bentuk uang tunai. Cara ini biasanya dipilih saat kondisi pasar tidak stabil dan harga saham sulit diprediksi. Dengan menyimpan dana secara tunai, investor dapat menjaga keuangan tetap aman dan membatasi potensi kerugian hingga situasi pasar kembali lebih jelas.

 

Baca juga: Inklusi Keuangan: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Bersama

 

Cara Kerja Hedging

Hedging artinya strategi atau langkah untuk melindungi nilai aset agar kerugian akibat perubahan pasar bisa diminimalkan. Hedging bekerja seperti “pengaman” sebelum risiko benar-benar terjadi. Salah satu caranya adalah membuat kontrak dengan pihak lain, di mana harga atau nilai aset ditetapkan sejak awal.

Misalnya, saat membeli saham, investor bisa membuat kontrak hedging yang memberi hak membeli atau menjual saham pada harga yang sudah disepakati. Dengan begitu, jika harga turun, kerugian bisa dikurangi, dan peluang untuk tetap untung tetap terbuka.

Contoh Hedging

Contoh hedging bisa dilihat dari transaksi bisnis internasional. Misalnya, Perusahaan ABC yang mengekspor batu bara melakukan penjualan ke Perusahaan XYZ dari Amerika Serikat. Saat ini, harga batu bara di Indonesia adalah $350 per ton, dan Perusahaan XYZ ingin membeli 1.000 ton untuk dikirim enam bulan ke depan.

Untuk mengamankan transaksi, Perusahaan XYZ menggunakan kontrak forward. Kontrak ini menetapkan harga dan tanggal transaksi sejak awal sehingga fluktuasi nilai tukar dolar terhadap rupiah tidak akan menimbulkan kerugian.

Dengan begitu, Perusahaan XYZ tetap membeli 1.000 ton batu bara seharga $350.000 selama enam bulan, dan kedua perusahaan bisa menjalankan bisnis dengan lebih aman tanpa khawatir perubahan harga atau kurs merugikan salah satu pihak.

Itulah penjelasan mengenai hedging, mulai dari pengertian hingga contohnya. Hedging adalah solusi untuk melindungi aset dan investasi dari risiko kerugian akibat perubahan harga, nilai tukar, atau kondisi pasar yang tidak terduga. 

Dengan strategi ini, investor atau perusahaan dapat menjaga kestabilan keuangan sekaligus meminimalkan potensi kerugian. Namun, meski hedging sudah diterapkan untuk mengelola risiko, bisnis kadang tetap menghadapi kebutuhan mendesak, seperti stok tambahan, perbaikan alat, atau biaya operasional yang tiba-tiba muncul. Dalam kondisi seperti ini, akses ke pembiayaan cepat dan fleksibel menjadi sangat membantu.

BFI Finance menyediakan solusi pembiayaan yang Anda butuhkan. Dengan jaminan BPKB Motor, BPKB Mobil, atau Sertifikat Rumah/Ruko/Rukan, pengajuan pembiayaan bisa dilakukan sesuai kondisi keuangan. Prosesnya cepat, aman, dan transparan, didukung pengalaman BFI Finance yang lebih dari 40 tahun serta pengawasan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Dengan pembiayaan yang tepat, pengelolaan keuangan bisa lebih terkendali, melengkapi strategi hedging yang sudah diterapkan. Bisnis pun bisa berjalan lancar tanpa hambatan karena #SelaluAdaJalan bersama BFI Finance.

 

Baca juga: Mengenal Surat Perjanjian Utang: Fungsi dan Contohnya

Kategori : Bisnis
Kukut Ragil Walujodjati

Kukut Ragil Walujodjati

SEO & Content Writer

Kukut Ragil Walujodjati adalah SEO Strategist dan Content Writer dengan pengalaman lebih dari 3 tahun yang berfokus pada pembiayaan berbasis jaminan. Kukut Ragil merupakan lulusan Far Eastern Federal University, program studi Manajemen. Bidang penulisan yang dikuasainya meliputi topik pinjaman, bisnis, UMKM, gaya hidup, dan edukasi finansial. Ia secara aktif mengikuti perkembangan regulasi dan dinamika pasar pembiayaan di Indonesia, sehingga setiap artikel yang ditulis selalu mengutamakan ketepatan konteks dan relevansi praktik di lapangan. Tujuan utamanya adalah membantu pembaca memahami keputusan finansial secara lebih matang dan terinformasi.