Artikel

Tips Usaha Offline Agar Dapat Bertahan di Era Digital

2022-11-12 00:00:00 483
Tips Usaha Offline Agar Dapat Bertahan di Era Digital

Di era digital ini, hampir segala bisnis konvensional telah beralih menjadi bisnis online. Mulai dari bisnis makanan, elektronik, fashion, supermarket, dan masih banyak lagi. Lantas, bagaimana nasib bisnis offline di Indonesia? Berikut tips usaha yang bisa dilakukan oleh pengusaha bisnis online agar bisnis masih bisa bertahan di era digital.  

Sebagai pemilik bisnis, tentunya Anda harus mengantisipasi segala perubahan yang ada. Termasuk bisnis offline yang harus beradaptasi di era digital ini. Terlebih lagi, di era new normal ini, masyarakat cenderung memilih berbelanja secara online. 

Namun, apabila Anda mampu bertahan dan beradaptasi, bukan tidak mungkin bisnis Anda bisa berkembang pesat. Maka, untuk bertahan, Anda harus menetapkan strategi bisnis yang tepat. 

Apa saja yang bisa Anda lakukan untuk mempertahankan bisnis offline Anda? Simak beberapa tips usaha sukses berikut!

 

Kelebihan Usaha Offline

Sebelum jauh mengetahui bagaimana tips usaha bertahan di era digital ini, ada baiknya untuk mengetahui kelebihan usaha offline terlebih dahulu. Ini dia lima kelebihan usaha offline dibandingkan dengan usaha online.

1. Tingkat Kepercayaan yang Tinggi

Kelebihan pertama yang dimiliki usaha offline adalah tingkat kepercayaan yang tinggi yang diberikan oleh customer. Usaha offline memiliki toko fisik, sehingga customer dapat melihat secara langsung barang yang ingin dibelinya. Customer dapat lebih leluasa memilih warna yang tersedia, mengecek barang jika terdapat cacat produksi, hingga membandingkan harga dengan detail.

2. Pelayanan Konsumen Lebih Mudah

Dengan dapat berinteraksi secara langsung kepada staff toko atau customer service, menjadi kelebihan usaha offline berikutnya. Sehingga, jika customer merasa terdapat hal yang ingin ditanyakan mengenai informasi produk, staff toko tersebut dapat menjelaskan dengan detail mengenai produk yang ditanyakan.

3. Sistem Pembayaran Lebih Aman dan Minim Risiko

Toko offline biasanya masih menggunakan sistem pembayaran cash, meskipun sudah banyak menggunakan sistem pembayaran cashless atau online. Menurut beberapa orang, sistem pembayaran cash lebih minim risiko terjadinya kegagalan pembayaran dan dapat dihitung secara langsung oleh pemilik toko.

4. Sistem Pengiriman yang Mudah

Setelah membayar, konsumen akan langsung menerima barang yang dibelinya. Sehingga, pegawai toko offline tidak perlu mengirimkan barang tersebut dan tidak dibebankan dengan ongkos kirim yang besarnya beragam sesuai dengan jarak tempuh.

5. Persaingan Tidak Terlalu Tinggi

Jika dibandingkan dengan toko online, usaha offline memiliki kompetitor yang lebih sedikit. Hal tersebut dikarenakan persyaratan mendirikan toko offline tidak semudah dengan menditikan toko online. Sebut saja, usaha toko offline memerlukan fisik bangunan, perlengkapan seperti meja dan kursi, biaya listrik, dan lain-lain.

 

Kekurangan Usaha Offline

Sementara itu, berikut adalah kekurangan usaha offline jika dibandingkan dengan usaha online.

1. Membutuhkan Modal Usaha & Biaya Operasional yang Besar

Usaha offline umumnya membutuhkan modal yang besar jika dibandingkan dengan bisnis online. Hal ini dikarenakan usaha offline membutuhkan biaya sewa tempat, biaya operasional karyawan, biaya pemeliharaan tempat sewa, dan lain-lain.

Selain itu, biaya operasional bulanan yang muncul umumnya lebih memakan biaya besar. Sebut saja biaya tersebut dialokasikan untuk biaya listrik, biaya air, biaya perawatan gedung, dan lain-lain.

2. Jam Operasional Terbatas

Usaha offline memiliki jam kerja operasional yang terbatas, umumnya mulai dari pukul 09.00 hingga 18.00. Terlebih lagi, jika tempat usaha toko offline berada di pusat perbelanjaan, sehingga jam operasional toko tersebut harus mengikuti jam operasional pusat perbelanjaan tersebut.

3. Memerlukan Tempat Fisik

Seperti yang telah dijelaskan diatas, usaha offline pastinya memerlukan tempat fisik untuk jalannya operasional usaha. Jika usaha offline Anda dapat dilakukan dirumah sendiri, tentunya akan memangkas biaya. Lain halnya, jika toko offline Anda memerlukan sewa gedung tentunya akan muncul biaya sewa gedung tahunan yang biayanya beragam sesuai dengan daerah dan fasilitas yang didapat.

4. Jangkauan Pasar Terbatas

Usaha offline memiliki jangkauan pasar yang terbatas karena hanya memiliki satu toko fisik di satu daerah saja. Lain halnya jika bisnis online, dapat menjangkau customer secara nasional meskipun tidak memiliki toko fisik yang tetap. Maka dari itu, alasan toko offline membuka cabang di daerah yang berbeda adalah untuk dapat menjangkau konsumen lebih banyak. Pemilihan lokasi usaha offline tentunya sangat menentukan keberhasilan bisnis tersebut.

Tips usaha offline

Tips Usaha Offline. Image Source: Unsplash/RR Abrot

Tips Usaha Offline Bertahan di Era Digital

Berikut adalah empat tips yang dapat dilakukan agar usaha offlline dapat tetap bersaing ditengah marakanya digitalisasi di segala aspek.

1. Meningkatkan Loyalitas Pelanggan

Aspek loyalitas pelanggan merupakan salah satu kunci agar bisnis Anda bisa berhasil. Baik itu bisnis offline maupun online. Maka dari itu, Anda harus meningkatkan hal ini agar bisnis Anda bisa bertahan. Anda bisa memberikan promo seperti potongan harga, buy one get one, dan lain sebagainya. Dengan demikian, pelanggan akan kembali berbelanja pada Anda. 

2. Mendukung Gerai Dengan Teknologi Terbaru

Anda bisa memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung toko offline Anda. Contohnya, pembayaran digital atau dompet digital. Layanan dompet digital seperti OVO, GoPay, LinkAja, dan lain sebagainya saat ini telah banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia. 

Umumnya, layanan ini menawarkan promo atau potongan harga menarik kepada konsumen di setiap transaksinya. Anda bisa memanfaatkan ini untuk menarik loyalitas pelanggan Anda. 

3. Menetapkan Protokol Kesehatan yang Ketat

Ida Fauziyah selaku Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) menghimbau para pelaku usaha untuk menetapkan protokol Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tempat kerja masing-masing. Hal ini untuk memastikan kegiatan kerja dapat berlangsung secara aman. 

Sebagai pemilik usaha, pastikan Anda menetapkan protokol kesehatan kerja yang ketat di era new normal ini. Contohnya, menghimbau seluruh karyawan dan pelanggan menggunakan masker, menyediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan, vaksinasi covid lengkap, dan lain sebagainya. Hal ini akan membuat pelanggan merasa aman berbelanja di gerai Anda, dan mencegah resiko menularkan atau tertular virus Corona. 

4. Turut Memanfaatkan Platform Online

Apabila memungkinkan, Anda bisa turut ikut serta terjun ke dunia online. Pasalnya, pola konsumsi masyarakat kini telah mengalami perubahan menjadi serba digital. Terlebih lagi, adanya pandemi virus COVID19 turut mempengaruhi pola konsumsi masyarakat menjadi serba online. Sehingga, Anda harus beradaptasi dengan perkembangan zaman untuk bertahan.

Anda bisa memperdagangkan barang jualan Anda melalui marketplace e-commerce. Selain itu, Anda juga bisa membangun brand awareness lewat platform media sosial untuk membangun kepercayaan konsumen kepada toko Anda. Hal ini akan membantu Anda meraih target pasar yang lebih luas. 

Nah, itulah beberapa tips yang bisa Anda manfaatkan agar usaha offline Anda bisa bertahan. Semoga tips diatas dapat bermanfaat bagi Anda, ya!

 

Sumber: