Gaya Hidup

10 Kota dengan Biaya Hidup Termahal di Indonesia 2026, Cek Daftarnya!

Diterbitkan: 05 August, 2026
Diperbarui: 05 August, 2026
1324
10 Kota dengan Biaya Hidup Termahal di Indonesia 2026, Cek Daftarnya!

Tinggal di kota dengan biaya hidup termahal di Indonesia memang menawarkan berbagai peluang, tetapi juga disertai kebutuhan hidup yang tidak sedikit. Oleh karena itu, memahami besarnya biaya hidup menjadi hal yang penting, terutama jika Anda memiliki rencana untuk  merantau, bekerja, atau menetap di kota besar.

Informasi terkait biaya hidup di kota yang Anda tuju dapat membantu Anda mengatur keuangan dan menyusun strategi finansial dengan lebih matang. Lantas, kota mana saja yang memiliki biaya hidup paling tinggi dan berapa perkiraan pengeluaran di sana? Simak daftar lengkapnya di artikel berikut.

 

Kota dengan Biaya Hidup Termahal di Indonesia

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Biaya Hidup (SBH) 2022 menunjukkan adanya ketimpangan antara pendapatan dan pengeluaran di kota-kota besar. Sebagai contoh, Jakarta berada di urutan pertama sebagai kota dengan biaya hidup termahal di Indonesia.

Kini, meski UMP Jakarta 2026 naik menjadi Rp5.729.876, angka ini tetap memiliki selisih besar dengan biaya hidup riil warga. Bagaimana perbandingan biaya hidup di Jakarta dan kota besar lainnya di Indonesia? Sebagai gambaran lengkapnya, berikut daftar kota dengan biaya hidup termahal di Indonesia:

1. Jakarta

Jakarta menempati urutan pertama sebagai kota dengan biaya hidup termahal di Indonesia. Rata-rata biaya hidup di Jakarta mencapai sekitar Rp14,88 juta per bulan, sedangkan UMP Jakarta 2026 berada di kisaran Rp5,73 juta.

Selisih tersebut menunjukkan bahwa tinggal di ibu kota membutuhkan perencanaan keuangan yang matang. Meski begitu, Jakarta tetap menjadi tujuan banyak orang karena menawarkan peluang kerja, jenjang karier, serta fasilitas yang lebih lengkap.

2. Bekasi

Sebagai kota penyangga Jakarta sekaligus kawasan industri yang berkembang pesat, Bekasi menempati urutan kedua sebagai kota termahal. Biaya hidup di Bekasi diketahui mencapai ±Rp14,33 juta per bulan, sedangkan UMK Kota Bekasi 2026 berada pada angka Rp5.999.443.

Banyaknya mal dan hunian modern membuat gaya hidup di Bekasi mirip dengan Jakarta, sehingga harga sewa tempat tinggal serta kebutuhan pokok ikut melonjak tinggi. Meski menantang bagi para pekerja, lowongan kerja di sektor manufaktur yang besar di Bekasi tetap menarik banyak pendatang.

 

Baca juga: Cara Hidup Sederhana agar Keuangan Terkontrol

 

3. Surabaya

Surabaya, yang merupakan kota terbesar kedua di Indonesia, menempati urutan ketiga dengan rata-rata biaya hidup sekitar Rp13,36 juta per bulan, sedangkan UMK Surabaya 2026 berada di kisaran Rp5,29 juta. Sebagai pusat perdagangan dan ekonomi di Jawa Timur, kota ini menawarkan banyak peluang kerja serta fasilitas yang lengkap.

Namun, tingginya biaya sewa hunian dan kebutuhan sehari-hari membuat pengelolaan keuangan menjadi hal yang perlu diperhatikan, terutama bagi pekerja dengan gaji setara UMK.

4. Depok

Depok memiliki rata-rata biaya hidup sekitar Rp12,35 juta per bulan, sedangkan UMK Depok 2026 berada pada kisaran Rp5,52 juta. Lokasinya yang strategis dan didukung oleh akses transportasi menuju Jakarta membuat kota ini menjadi pilihan bagi banyak pekerja dan mahasiswa.

Meski biaya tempat tinggal di Depok relatif lebih terjangkau dibandingkan Jakarta, kenaikan biaya sewa, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari tetap membuat pengeluaran bulanan cukup tinggi.

5. Makassar

Sebagai kota terbesar sekaligus pintu gerbang ekonomi di Indonesia Timur, Makassar mencatat rata-rata biaya hidup mencapai ±Rp11,50 juta per bulan. Angka ini terhitung tinggi dan menyisakan selisih besar dengan UMK Makassar 2026 yang berada di kisaran Rp4.148.179.

Tingginya biaya hidup dipengaruhi oleh harga kebutuhan pokok yang relatif mahal karena banyak pasokan berasal dari luar pulau. Namun, Makassar tetap menarik sebagai pusat bisnis dan pendidikan.

6. Tangerang

Menjadi perpaduan kawasan industri dan hunian elit, seperti BSD, Alam Sutera, serta Bintaro, Tangerang mencatat biaya hidup rata-rata ±Rp10,96 juta per bulan. Dibandingkan dengan UMK Kota Tangerang 2026 yang sebesar Rp5.399.406, biaya hidup ini termasuk tinggi. Pengeluaran untuk sewa tempat tinggal dan transportasi ke Jakarta bisa cukup besar.

 

Baca juga: Tips Keuangan Sehat untuk Masa Depan yang Cerah

 

7. Bogor

Bogor sering menjadi incaran pekerja karena suasananya lebih tenang dan sejuk, serta harga sewa huniannya lebih murah dibandingkan di Jakarta. Namun, biaya hidup di sini sudah menyentuh ±Rp10,73 juta per bulan, berbanding terbalik dengan UMK Kota Bogor 2026 yang sebesar Rp5.437.203.

Pesatnya sektor wisata di Bogor turut meningkatkan pengeluaran, terutama untuk tempat tinggal dan transportasi. Agar keuangan tetap terkendali, Anda bisa memilih hunian di dekat stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) serta disiplin mengontrol pengeluaran harian.

8. Kendari

Kendari memiliki rata-rata biaya hidup sekitar Rp10,23 juta per bulan, sedangkan UMK Kendari 2026 berada pada kisaran Rp3,52 juta. Selisih ini cukup besar karena harga kebutuhan sehari-hari cenderung tinggi akibat distribusi barang yang masih bergantung pada pasokan dari luar wilayah. Kondisi ini membuat pengeluaran bulanan menjadi lebih besar sehingga Anda perlu mengelola anggaran dengan bijak.

9. Batam

Sebagai kawasan perdagangan bebas yang dekat dengan Singapura, Batam mencatat rata-rata biaya hidup sebesar ±Rp10,03 juta per bulan. Angka ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan UMK Batam 2026 sebesar Rp5.357.982. Kehadiran kawasan industri, perdagangan internasional, serta banyaknya pekerja asing turut mendorong kenaikan harga sewa hunian dan kebutuhan sehari-hari di kota ini.

10. Balikpapan

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan pesatnya sektor industri energi membuat biaya hidup di Balikpapan melonjak hingga ±Rp9,87 juta per bulan. Angka ini tentunya belum seimbang dengan UMK Balikpapan 2026 sebesar Rp3.856.694. Banyaknya pekerja berpenghasilan tinggi serta ketergantungan pada pasokan dari luar daerah ikut mendongkrak harga makanan, transportasi, hingga sewa hunian.

Untuk menekan pengeluaran, Anda dapat mempertimbangkan untuk tinggal di kawasan pinggiran kota atau bekerja di sektor energi, logistik, maupun BUMN yang umumnya menawarkan kompensasi yang lebih kompetitif.

 

Itulah daftar kota dengan biaya hidup termahal di Indonesia, dan dari daftarnya terlihat bahwa kota-kota dengan sektor industri, energi, atau perdagangan besar cenderung memiliki biaya hidup paling tinggi. Jadikan ini pertimbangan sebelum memutuskan untuk tinggal atau bekerja di suatu daerah. Di tengah tingginya biaya hidup, memiliki kendaraan pribadi tidak harus selalu diawali dengan membeli mobil baru.

Mobil bekas bisa menjadi pilihan yang lebih terjangkau, apalagi kini banyak unit yang masih berkualitas dan layak digunakan untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Jika Anda berencana memiliki mobil bekas, BFI Finance menyediakan fasilitas kredit mobil bekas konvensional maupun syariah dengan tenor yang fleksibel dan proses yang relatif cepat.

Selain itu, Anda juga dapat mengajukan pembiayaan dengan jaminan BPKB motor, BPKB mobil, atau sertifikat rumah, ruko, maupun rukan apabila membutuhkan tambahan dana untuk berbagai kebutuhan mendesak lainnya. Anda bisa mendapatkan pinjaman dana mulai dari Rp1 juta hingga 80% dari nilai kendaraan untuk pinjaman jaminan BPKB Motor. Jika Anda membutuhkan pencairan dana yang lebih tinggi, pertimbangkan untuk memilih pinjaman jaminan BPKB Mobil dengan pencairan dana mulai dari Rp10 juta hingga 90% dari nilai kendaraan, dan jaminan sertifikat rumah/ruko/rukan dengan pencairan dana mulai dari Rp100 juta hingga Rp5 miliar.

Didukung jaringan kantor cabang dan POS BFI Finance yang tersebar di berbagai wilayah, BFI Finance telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Yuk, wujudkan kendaraan impian dan kebutuhan finansial Anda sekarang karena  #SelaluAdaJalan bersama BFI Finance!

 

Baca juga: 10 Kota Dengan Biaya Hidup Termurah Di Indonesia, Ada Kota Apa Saja?

Kategori : Gaya Hidup
Kukut Ragil Walujodjati

Kukut Ragil Walujodjati

SEO & Content Writer

Kukut Ragil Walujodjati adalah SEO Strategist dan Content Writer dengan pengalaman lebih dari 4 tahun, yang berfokus pada topik pembiayaan berbasis jaminan. Ia merupakan lulusan Far Eastern Federal University dengan latar belakang pendidikan Manajemen. Bidang penulisan yang dikuasainya mencakup pinjaman, bisnis, UMKM, gaya hidup, dan edukasi finansial. Kukut Ragil secara aktif mengikuti perkembangan regulasi dan tren pasar pembiayaan di Indonesia, sehingga setiap artikel yang dihasilkan selalu mengutamakan akurasi konteks dan relevansi dengan kondisi nyata di lapangan. Tujuan utamanya adalah membantu pembaca mengambil keputusan finansial secara lebih matang dan terinformasi.