Gaya Hidup

Jangan Sampai Tekor! Ini 9 Cara Atur Keuangan Generasi Sandwich

Diterbitkan: 24 August, 2026
Diperbarui: 24 August, 2026
539
Jangan Sampai Tekor! Ini 9 Cara Atur Keuangan Generasi Sandwich

Apakah Anda harus membantu memenuhi kebutuhan orang tua sekaligus menanggung biaya hidup keluarga atau anak? Jika iya, Anda mungkin termasuk dalam generasi sandwich. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki tanggung jawab finansial terhadap dua generasi secara bersamaan.

Menjalani peran tulang punggung keluarga tentu memiliki tantangan tersendiri karena ada banyak kebutuhan yang perlu dipenuhi. Namun, dengan pengelolaan keuangan yang tepat, Anda tetap dapat menjaga kondisi finansial tetap stabil dan mewujudkan berbagai tujuan keuangan. Berikut cara atur keuangan generasi sandwich, mulai dari membuat anggaran hingga menetapkan tujuan finansial, yang dapat Anda terapkan.

 

Apa Itu Generasi Sandwich?

Generasi sandwich artinya seseorang yang memiliki tanggung jawab finansial untuk membantu orang tua sekaligus memenuhi kebutuhan keluarga atau anak. Istilah “generasi sandwich” menggambarkan posisi seseorang yang berada di tengah karena harus membagi penghasilan untuk mendukung dua generasi secara bersamaan.

Kondisi tersebut cukup umum dialami oleh orang dewasa usia produktif. Memiliki banyak tanggungan, generasi sandwich sering kali perlu mengatur keuangan dengan lebih cermat agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi tanpa mengabaikan tujuan finansial pribadi.

Cara Atur Keuangan Generasi Sandwich

Menjadi generasi sandwich memang memiliki tantangan tersendiri karena Anda perlu membagi perhatian dan kondisi keuangan untuk memenuhi berbagai kebutuhan keluarga.

Namun, dengan perencanaan yang tepat, Anda tetap dapat menjaga keuangan tetap sehat sekaligus mempersiapkan masa depan dengan lebih baik. Berikut beberapa cara mengatur keuangan yang dapat diterapkan oleh generasi sandwich:

1. Catat Aset dan Kewajiban yang Dimiliki

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengetahui jumlah aset dan utang yang Anda miliki. Aset bisa berupa tabungan, rumah, tanah, kendaraan, atau bentuk kekayaan lainnya. Petakan juga jika Anda memiliki utang di tempat lain, lalu susun prioritas pelunasannya agar tidak membebani arus kas bulanan

Dengan memahami kondisi keuangan secara jelas, Anda dapat mengatur pengeluaran dan menyusun rencana keuangan dengan lebih terarah. Jika diperlukan, ajak orang tua berdiskusi untuk mencari cara terbaik dalam mengelola aset yang ada.

 

Baca juga: Intip Cara Membuat Catatan Keuangan Pribadi dan Contohnya

 

2. Bangun Komunikasi Terbuka dalam Keluarga

Komunikasi yang terbuka dalam keluarga sangat penting bagi generasi sandwich. Tanpa komunikasi yang baik, anggota keluarga mungkin tidak memahami kondisi keuangan yang sebenarnya dan menganggap bahwa semua kebutuhan selalu dapat dipenuhi.

Oleh karena itu, jangan ragu untuk berdiskusi mengenai kemampuan finansial, kebutuhan yang paling penting, serta batasan. Dengan saling memahami, keputusan keuangan keluarga dapat diambil dengan lebih bijak.

3. Siapkan Dana Khusus untuk Kebutuhan Tak Terduga

Dana darurat adalah salah satu cara atur keuangan generasi sandwich untuk membantu Anda menghadapi pengeluaran tak terduga, seperti biaya pengobatan, perbaikan rumah, atau kebutuhan mendesak lainnya.

Meski tidak mudah menyisihkan dana saat memiliki banyak tanggungan, usahakan menabung secara bertahap sesuai kemampuan. Selain itu, pertimbangkan untuk memiliki perlindungan kesehatan, baik melalui asuransi maupun jaminan sosial berupa BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, agar kondisi keuangan tidak terlalu terbebani saat terjadi risiko yang tidak terduga.

4. Pisahkan Anggaran untuk Masing-Masing Kebutuhan

Buatlah anggaran keuangan dengan membagi kebutuhan berdasarkan prioritas. Pisahkan dana untuk kebutuhan pribadi, orang tua, dan keluarga agar pengeluaran lebih mudah dikontrol. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui jumlah uang yang harus dialokasikan untuk masing-masing kebutuhan dan menghindari penggunaan dana yang tidak sesuai.

5. Persiapkan Dana Pensiun untuk Diri Sendiri

Meskipun terdengar sulit, jangan lupa mempersiapkan dana pensiun untuk diri sendiri agar kebutuhan di masa depan tetap terjamin. Mulailah dengan menyisihkan uang secara rutin setiap bulan dan mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting.

Dengan memiliki dana pensiun sendiri, Anda dapat lebih mandiri secara finansial dan membantu mencegah anak Anda menjadi generasi sandwich di masa mendatang.

 

Baca juga: Aset Yang Bisa Jadi Agunan Pinjaman Dengan Jaminan

 

6. Mulai Berinvestasi secara Bertahap

Setelah kondisi keuangan mulai stabil, Anda dapat mempertimbangkan untuk mulai berinvestasi. Pilih jenis investasi yang sudah Anda pahami, termasuk keuntungan dan risikonya.

Sisihkan dana investasi secara rutin setiap bulan, lalu tingkatkan jumlahnya jika penghasilan bertambah. Dengan pengelolaan yang tepat, investasi dapat membantu Anda mencapai tujuan keuangan lebih cepat. Beberapa jenis investasi untuk pemula yang dapat dicoba antara lain investasi emas, reksa dana, atau obligasi.

7. Jaga Kesehatan Fisik dan Mental

Menjadi generasi sandwich dapat membuat Anda lebih fokus pada memenuhi kebutuhan keluarga hingga lupa memperhatikan diri sendiri. Oleh karena itu, tetap jaga kesehatan fisik dan mental dengan menerapkan pola hidup sehat serta meluangkan waktu untuk diri sendiri.

Jangan ragu untuk berkomunikasi dengan keluarga jika merasa terbebani. Membagi tanggung jawab sesuai kemampuan masing-masing anggota keluarga dapat membantu mengurangi tekanan yang Anda rasakan.

8. Mencari Penghasilan Tambahan

Jika penghasilan utama belum mencukupi berbagai kebutuhan, Anda dapat mencari sumber pendapatan tambahan. Caranya bisa melalui usaha sampingan, seperti berjualan online atau freelance. Meski membutuhkan waktu dan tenaga ekstra, penghasilan tambahan dapat membantu memenuhi kebutuhan dengan lebih baik.

 

Itulah penjelasan mengenai cara atur keuangan generasi sandwich, mulai dari mencatat aset dan kewajiban hingga mencari penghasilan tambahan. Mengatur keuangan dengan perencanaan yang tepat dapat membantu Anda memenuhi berbagai tanggung jawab, baik bagi orang tua, keluarga, maupun kebutuhan pribadi.

Meski begitu, terkadang situasi tertentu membuat Anda membutuhkan dana tambahan, seperti kebutuhan keluarga, biaya pendidikan, modal usaha, atau kebutuhan mendesak lainnya. Sebagai solusi, Anda dapat mempertimbangkan pembiayaan dengan jaminan BPKB motor, BPKB mobil, maupun sertifikat rumah/ruko/rukan dari BFI Finance.

Layanan pembiayaan BFI Finance menawarkan pilihan tenor yang fleksibel dan proses yang relatif cepat untuk membantu memenuhi kebutuhan dana sesuai dengan kemampuan Anda. Dengan dukungan jaringan kantor cabang dan POS BFI Finance yang tersebar di berbagai wilayah, akses layanan pembiayaan menjadi lebih mudah.

BFI Finance merupakan perusahaan pembiayaan yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bersama BFI Finance, #SelaluAdaJalan untuk membantu memenuhi berbagai kebutuhan finansial Anda.

 

Baca juga: Tetap Bijak! Ini 10 Alasan Mengapa Anda Membutuhkan Pinjaman Dana

Kategori : Gaya Hidup
Kukut Ragil Walujodjati

Kukut Ragil Walujodjati

SEO & Content Writer

Kukut Ragil Walujodjati adalah SEO Strategist dan Content Writer dengan pengalaman lebih dari 4 tahun, yang berfokus pada topik pembiayaan berbasis jaminan. Ia merupakan lulusan Far Eastern Federal University dengan latar belakang pendidikan Manajemen. Bidang penulisan yang dikuasainya mencakup pinjaman, bisnis, UMKM, gaya hidup, dan edukasi finansial. Kukut Ragil secara aktif mengikuti perkembangan regulasi dan tren pasar pembiayaan di Indonesia, sehingga setiap artikel yang dihasilkan selalu mengutamakan akurasi konteks dan relevansi dengan kondisi nyata di lapangan. Tujuan utamanya adalah membantu pembaca mengambil keputusan finansial secara lebih matang dan terinformasi.