Bisnis

Cara Menentukan Besaran Dana Darurat yang Ideal

Diterbitkan: 24 February, 2026
Diperbarui: 24 February, 2026
42
Cara Menentukan Besaran Dana Darurat yang Ideal

Siapa pun bisa berada di situasi keuangan yang tidak terduga, entah karena biaya kesehatan mendadak, kehilangan penghasilan, hingga kecelakaan. Karena itulah, penting bagi setiap individu untuk memiliki tabungan dana darurat.

Sayangnya, sebagian orang masih belum tahu bagaimana cara menentukan jumlah dana darurat yang ideal karena kurangnya informasi dan panduan yang jelas. Dana ini perlu disiapkan dengan nominal yang tepat agar bisa menutupi keadaan mendesak dengan baik sekaligus tidak membebani finansial seseorang karena targetnya yang terlalu besar.

Kunci utama persiapan dana darurat ada pada pengaturan keuangan serta penghitungan yang sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing individu. Dengan cara menghitung yang tepat, dana darurat bisa menjadi penopang keuangan tanpa mengganggu tabungan maupun rencana keuangan jangka panjang.

Untuk mengetahui bagaimana cara menghitung dana darurat selengkapnya, mari simak artikel berikut ini sampai tuntas.

 

Apa Itu Dana Darurat?

Dana darurat adalah sejumlah uang yang dengan sengaja disisihkan dan disimpan untuk digunakan saat menghadapi situasi mendesak atau keadaan darurat. Keadaan darurat yang dimaksud merujuk pada kondisi tidak terduga yang menuntut tindakan cepat, seperti kecelakaan, kebutuhan medis keluarga, kerusakan rumah, hingga kehilangan sumber penghasilan akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mendadak.

Sederhananya, dana darurat berfungsi sebagai “penyangga” keuangan yang menjaga kondisi finansial seseorang tetap aman ketika ada pengeluaran tidak terencana.

Pentingnya Dana Darurat

Pada dasarnya, penting bagi setiap individu untuk memiliki dana darurat agar kondisi finansialnya tetap aman ketika berhadapan dalam kondisi-kondisi tidak terduga.

Dengan memiliki dana darurat, Anda tidak perlu mengganggu tabungan utama atau mencairkan dana investasi jangka panjang yang seharusnya digunakan untuk tujuan lain. Di samping itu, beberapa manfaat lain dari dana darurat adalah sebagai berikut:

  • Terhindar dari lilitan utang. Jika tidak memiliki dana darurat, Anda mungkin akan terpaksa meminjam uang terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan di kondisi tidak terduga. Jika kondisi ini terjadi dalam jangka panjang, bukan tidak mungkin utang tersebut terus menumpuk.
  • Bisa dijadikan dana tambahan untuk tabungan pensiun. Jika tidak terlalu banyak digunakan, dana darurat bisa menjadi uang tambahan untuk tabungan pensiun. Hal ini dapat membuat hari tua Anda menjadi lebih sejahtera.

 

Baca juga: 12 Cara Menabung dengan Cepat dan Tepat, Dijamin Kaya!

 

Cara Menghitung Dana Darurat

Jumlah dana darurat sendiri bisa berbeda-beda pada setiap individu, tergantung pada pengeluaran rutin setiap bulannya. Maka dari itu, sangat penting untuk menghitung berapa dana darurat yang perlu disiapkan agar tetap sesuai dengan kemampuan. Lantas, bagaimana cara menghitung dana darurat tersebut? Berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Mengumpulkan Informasi Pengeluaran Bulanan

Sebelum membuat perhitungan dana darurat, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengumpulkan semua informasi pengeluaran bulanan dan mengevaluasinya. Setiap bulan, Anda perlu mengidentifikasi apa saja yang termasuk pengeluaran untuk kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Sebisa mungkin, minimalkan pengeluaran sekunder dan tersier yang berlandaskan keinginan impulsif saja. Dengan begitu, uang yang tersisa bisa disisihkan untuk tabungan dana darurat.

2. Menghitung Total Pengeluaran Bulanan

Selanjutnya, catatlah semua kebutuhan rutin yang wajib dikeluarkan setiap bulan, mulai dari biaya makan, transportasi, listrik, air, internet, cicilan, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Setelah itu, jumlahkan seluruh pengeluaran tersebut untuk mendapatkan gambaran kebutuhan hidup per bulan.

Total pengeluaran tersebut nantinya menjadi dasar perhitungan dana darurat. Angka yang didapatkan ini mencerminkan biaya minimum yang harus tetap terpenuhi meski kondisi keuangan sedang tidak stabil.

3. Membuat Target Dana Darurat

Besaran minimal dana darurat yang harus dipersiapkan per orang bisa disesuaikan dengan status masing-masing orang, seperti:

  • Single (belum menikah): Idealnya minimal 3-4 kali lipat dari pengeluaran rutin per bulan.
  • Sudah menikah: Minimal 6 kali lipat dari pengeluaran rutin per bulan.
  • Sudah menikah dan memiliki 1 anak: Minimal 9 kali lipat dari pengeluaran rutin per bulan.
  • Sudah menikah dan memiliki 2 anak: Minimal 12 kali lipat dari pengeluaran rutin per bulan.

Sebagai contoh, jika rumah tangga Anda memiliki pengeluaran sebesar Rp4 juta per bulan, target dana daruratnya adalah:

  • Rp12 juta-Rp16 juta, jika berstatus single atau belum menikah.
  • Rp24 juta, jika sudah menikah.
  • Rp36 juta, jika sudah menikah dan memiliki 1 anak.
  • Rp48 juta, jika sudah menikah dan memiliki 2 anak.

 

Baca juga: Mengenal Soft Saving: Tren Menabung ala Gen Z Saat Ini

 

Tips Mengumpulkan Dana Darurat

Sebetulnya, cara menabung dana darurat tidaklah sesulit yang dibayangkan. Anda cukup merencanakan keuangan sebijak mungkin dengan menyisihkan sekitar 10 persen dari penghasilan bulanan.

Selain itu, beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengumpulkan dana darurat adalah sebagai berikut:

  • Menabung dana darurat pada rekening khusus yang terpisah dengan pengeluaran sehari-hari dan tabungan utama.
  • Menghindari menabung dana darurat dengan uang yang tersisa. Disarankan untuk segera memisahkan dana darurat setelah mendapatkan penghasilan bulanan Anda.
  • Menginvestasikan dana darurat pada instrumen low risk dan memiliki tingkat likuiditas tinggi, seperti reksa dana pasar uang.

Demikian penjelasan mengenai cara menghitung dana darurat yang menjadi langkah penting untuk menjaga kondisi keuangan agar tetap aman di tengah situasi tak terduga. Anda dapat menentukan jumlah dana darurat yang ideal dengan mengetahui total pengeluaran bulanan dan menyesuaikannya dengan kondisi pribadi.

Namun, dalam kondisi tertentu, mungkin saja kebutuhan mendesak tiba-tiba datang sebelum dana darurat telah terkumpul sepenuhnya. Di situasi seperti ini, Anda juga bisa mempertimbangkan alternatif pendanaan lain tanpa mengganggu anggaran rumah tangga. Dalam hal ini, menggunakan layanan pembiayaan dari BFI Finance bisa menjadi pilihan.

Di BFI Finance, tersedia pembiayaan dengan jaminan BPKB Motor, BPKB Mobil, hingga Sertifikat Rumah/Ruko/Rukan, Anda dapat menyesuaikannya dengan aset yang dimiliki. Tak perlu khawatir, BFI Finance berizin resmi dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Proses pengajuan pinjamannya transparan dan praktis sesuai kebutuhan Anda.

Jadi, jangan khawatir ketika kondisi mendesak datang dan Anda butuh solusi finansial karena #SelaluAdaJalan bersama BFI Finance untuk membantu menjaga kestabilan keuangan Anda.

 

Baca juga: Cara Alokasi Gaji 5 Juta untuk Keuangan yang Sehat

Kategori : Bisnis
Kukut Ragil Walujodjati

Kukut Ragil Walujodjati

SEO & Content Writer

Kukut Ragil Walujodjati adalah SEO Strategist dan Content Writer dengan pengalaman lebih dari 3 tahun yang berfokus pada pembiayaan berbasis jaminan. Kukut Ragil merupakan lulusan Far Eastern Federal University, program studi Manajemen. Bidang penulisan yang dikuasainya meliputi topik pinjaman, bisnis, UMKM, gaya hidup, dan edukasi finansial. Ia secara aktif mengikuti perkembangan regulasi dan dinamika pasar pembiayaan di Indonesia, sehingga setiap artikel yang ditulis selalu mengutamakan ketepatan konteks dan relevansi praktik di lapangan. Tujuan utamanya adalah membantu pembaca memahami keputusan finansial secara lebih matang dan terinformasi.