Syariah

Adab Makan dan Minum dalam Islam: Manfaat dan 12 Tata Caranya

Admin BFI
11 July 2023
49555
Adab Makan dan Minum dalam Islam: Manfaat dan 12 Tata Caranya

Makan dan minum adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi setiap hari. Namun, tahukah Anda bahwa makan dan minum juga memiliki adab atau tata cara yang baik dan benar sesuai dengan ajaran Islam? Adab makan dan minum bukanlah hal sepele yang bisa diabaikan, melainkan merupakan bagian dari ibadah yang harus dilakukan oleh setiap muslim.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adab berarti sopan santun, budi pekerti, atau tata krama. Dalam konteks Islam, adab adalah perilaku yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, baik dalam hal ucapan, perbuatan, maupun sikap. Adab makan maupun minum adalah tata cara makan dan minum yang diajarkan oleh Rasulullah SAW melalui hadist-hadistnya.

Ada begitu banyak manfaat yang dapat kita rasakan saat mengamalkan adab, baik secara fisik maupun spiritual. Secara fisik, adab makan dan minum dapat membantu kita menjaga kesehatan tubuh, menghindari penyakit, dan mengoptimalkan fungsi pencernaan. Secara spiritual, adab makan maupun minum dapat mendekatkan kita kepada Allah SWT, meningkatkan keimanan, dan menghapus dosa.

Selain itu, adab juga merupakan bentuk penghormatan kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat makanan dan minuman kepada kita. Dengan mengikuti adab yang ada, kita menunjukkan rasa syukur, ketaatan, dan cinta kepada Allah SWT. 

 

1. 12 Adab Makan dan Minum dalam Islam

Berikut ini adalah 12 adab makan dan minum dalam Islam yang sebaiknya kita ikuti.

1.1 Mencuci Tangan

Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan adalah adab makan dan minum yang pertama. Hal ini bertujuan untuk membersihkan tangan dari kotoran, debu, atau bakteri yang bisa masuk ke dalam tubuh saat makan. Selain itu, mencuci tangan juga merupakan bentuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Apabila salah seorang di antara kalian hendak makan maka hendaklah ia mencuci tangannya terlebih dahulu.” (HR. Abu Dawud)

1.2. Membaca Basmalah

Membaca basmalah atau bismillahirrahmanirrahim sebelum makan adalah adab yang kedua. Hal ini dimaksudkan untuk mengawali segala sesuatu dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dengan membaca basmalah, kita mengakui bahwa segala nikmat berasal dari Allah SWT dan kita memohon berkah dari-Nya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila salah seorang di antara kalian hendak makan maka hendaklah ia membaca bismillah. Jika ia lupa membacanya di awal maka hendaklah ia membaca bismillahi fi awwalihi wa akhirihi (dengan nama Allah pada awalnya dan akhirnya).” (HR. Tirmidzi)

1.3. Berdoa Sebelum Makan

Berdoa sebelum makan adalah adab makan dan minum yang ketiga. Hal ini bertujuan untuk memohon perlindungan dari Allah SWT dari segala hal yang tidak baik atau tidak halal dalam makanan. Selain itu, berdoa sebelum makan juga merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat-Nya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila salah seorang di antara kalian hendak makan maka hendaklah ia berdoa: ‘Allahumma barik lana fiima razaqtana waqina adzaba al-nar (Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang Engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka).’” (HR. Abu Dawud)

1.4. Disarankan Untuk Tidak Menggunakan Peralatan Perak atau Emas

Selanjutnya yakni menghindari penggunaan alat makan yang terbuat dari perak atau emas. Hal ini sangat dianjurkan untuk menghindari sifat sombong, riya, atau boros dalam makan. 

Di sisi lain, menggunakan peralatan perak atau emas saat makan juga merupakan bentuk menentang sunnah Rasulullah SAW yang selalu bersahaja dan sederhana.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang minum dengan bejana emas atau perak maka sesungguhnya ia telah memasukkan api neraka ke dalam perutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

1.5. Mengonsumsi Makanan Halal

Adab makan dan minum yang kelima adalah mengonsumsi makanan halal. Sebagai muslim yang taat, mengonsumsi makanan yang halal tidak hanya baik untuk kesehatan tubuh dan jiwa, namun juga menghindari dari segala hal yang haram, najis, atau berbahaya. 

Mengonsumsi makanan halal merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT yang telah menetapkan apa yang halal dan apa yang haram bagi hamba-Nya.

Allah SWT berfirman:

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 168)

 

Baca Juga: Sukses dan Berkah, Ini 8 Cara Berdagang dalam Islam yang Dianjurkan

 

1.6. Makan Secukupnya

Seringkali kita tidak pernah merasa puas atas apa yang kita miliki maupun konsumsi. Dalam adab makan dan minum, sebagai seorang muslim kita dianjurkan untuk makan secukupnya.

Dengan mengonsumsi makanan dan minuman secukupnya niscaya kita dapat menjaga keseimbangan tubuh dan menghindari sifat rakus, tamak, atau berlebihan dalam makan.

Anjuran makan dan minum secukupnya ini termasuk ke dalam sunnah Rasulullah SAW yang baik untuk diamalkan sebagai beliau selalu menjaga porsi makannya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah manusia mengisi suatu wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak ada pilihan lain maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk napasnya.” (HR. Tirmidzi)

1.7. Menghidangkan Makanan dengan Benar

adab makan dna minum

Image Source: Pexels.com/Monstera

Menghidangkan makanan dengan benar adalah adab yang ketujuh. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan rasa hormat, kasih sayang, dan keramahan kepada tamu atau anggota keluarga yang akan makan bersama kita.

Tidak hanya itu saja, adab menghidangkan makanan dengan benar merupakan sunnah Rasulullah SAW yang selalu memperhatikan etika dalam menyajikan makanan.

Rasulullah SAW pernah bersabda yang berbunyi;

“Apabila salah seorang di antara kalian menghidangkan makanan kepada saudaranya maka hendaklah ia memberinya sesuatu dari bagian tengahnya karena di situ terdapat berkah.” (HR. Muslim)

1.8. Makan dengan Tangan Kanan

Sejak kecil kita diajarkan oleh kedua orangtua untuk senantiasa makan dengan tangan kanan. Hal ini ternyata merupakan bagian dari adab makan dan minum dalam Islam.

Pasalnya, Rasulullah SAW yang selalu menggunakan tangan kanannya dalam segala hal kebaikan, termasuk makan dan minum. Selain itu, makan dengan tangan kanan juga merupakan bentuk menjauhi tangan kiri yang biasa digunakan untuk membersihkan najis.

Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila salah seorang di antara kalian hendak makan maka hendaklah ia menggunakan tangan kanannya karena sesungguhnya syaitan itu makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim)

1.9. Tidak Makan Sambil Berdiri

Larangan untuk tidak makan sambil berdiri ada bukan karena tanpa sebab. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kesehatan tubuh dan menghindari gangguan pencernaan akibat posisi tubuh yang tidak stabil saat makan.

1.10. Tidak Meniup Makanan Maupun Minuman Panas

Adab makan dan minum yang kesepuluh adalah tidak meniup makanan dan minuman yang masih panas. Hal ini tujukan untuk menjaga kebersihan makanan dan minuman dari kuman atau bakteri yang bisa keluar dari mulut saat meniup. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW.

“Janganlah kalian meniup dalam bejana (minuman) atau dalam makanan.” (HR. Abu Dawud)

1.11. Usahakan Makan Bersama

Makan bersama dimaksudkan untuk meningkatkan rasa kebersamaan, kekeluargaan, dan kecintaan antara sesama muslim. Tentunya, hal ini juga merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW.

“Makanlah bersama-sama dan janganlah berpecah belah karena sesungguhnya berkah itu ada pada orang-orang yang banyak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Baca Juga: 5 Cara Mendidik Anak dalam Islam, Calon Orangtua Wajib Tahu!

 

1.12. Mengambil Makanan yang Telah Jatuh

Mengambil makanan yang telah jatuh ternyata merupakan bagian dari adab makan dan minum dalam Islam. Hal ini dilakukan sebagai perwujudan dari sikap menghargai makanan dan tidak membuang-buang nikmat Allah SWT. Selain itu, mengambil makanan yang telah jatuh juga merupakan bentuk menghapus pengaruh syaitan yang ingin merusak atau mencampuri makanan kita.

“Apabila salah seorang di antara kalian menjatuhkan sepotong makanannya maka hendaklah ia mengambilnya kemudian membersihkannya dari kotorannya lalu memakannya dan janganlah ia meninggalkannya untuk syaitan.” (HR. Muslim)

Sobat BFI, itulah pembahasan terkait adab makan dan minum dalam Islam. Jangan lupa untuk mengikuti adab-adab tersebut agar kita senantiasa mendapatkan berkah dari Allah SWT dan menjadi orang-orang yang bersyukur atas nikmat-Nya.

Butuh tambahan dana untuk berbagai keperluan? Ajukan pembiayaan syariah di BFI Finance saja! Solusi pembiayaan syariah mulai dari pembiayaan multiguna, pembelian mobil bekas, pendidikan, renovasi rumah, dan lain sebagainya.

BFI Finance adalah perusahaan yang melayani pinjaman multiguna jaminan bpkb motor, bpkb mobil, dan sertifikat rumah atau ruko

Pembiayaan Syariah

Pembelian mobil bekas dan Multiguna syariah dengan fitur Tanpa Denda dan Tanpa Penalti Lihat Syarat

Sertifikat Rumah

Bunga rendah mulai dari 0.9% per bulan dan tenor pinjaman panjang hingga 7 tahun. Lihat Syarat

BPKB Motor

Dapatkan pinjaman dengan proses cepat dan tenor maksimal hingga 24 bulan. Lihat Syarat

BPKB Mobil

Dapatkan dana pencairan hingga 85% dari nilai kendaraan dan tenor hingga 4 tahun. Lihat Syarat

Kategori : Syariah