Artikel

Kupas Tuntas Debt Service Ratio (DSR) dan Cara Hitungnya

2022-01-20 00:00:00 3164
Kupas Tuntas Debt Service Ratio (DSR) dan Cara Hitungnya

Tahukah Anda, DSR atau Debt Service Ratio adalah salah satu komponen penilai penting dalam pengajuan pembiayaan oleh calon debitur kepada Perusahaan Pembiayaan atau Bank? Anda pasti pernah diminta oleh team Marketing untuk memenuhi bukti penghasilan per bulan yang Anda dapatkan. Persyaratan bukti penghasilan tersebut digunakan sebagai indikator pembagi dalam menghitung Debt Service Ratio. Apa sih DSR itu dan bagaimana cara menghitungnya? Cari tahu lebih lanjut dalam artikel berikut ini ya!

Definisi Debt Service Ratio (DSR)

Debt Service Ratio (DSR) adalah perbandingan jumlah hutang dengan penghasilan yang diterima setiap bulannya. Dalam beberapa kasus, semakin besar rasio DSR dan berada diluar batas yang dianjurkan, maka akan memperbesar kemungkinan pengajuan pembiayaan calon debitur untuk tidak disetujui. Karena perusahaan pembiayaan menganggap sudah terlalu banyak kewajiban atau hutang yang calon debitur harus bayarkan, sehingga jika Ia mengajukan pembiayaan baru akan memiliki kecenderungan gagal bayar yang lebih besar.

Mengapa Debt Service Ratio itu penting? DSR berguna untuk mengetahui apakah calon debitur dapat membayar cicilan per bulan dilihat dari histori keuanganya; dengan melihat jumlah kewajiban atau hutang yang dimiliki saat mengajukan pengajuan dibandingkan dengan penghasilan setiap bulannya. Jika hasil DSR Anda masuk ke dalam range aman dari standar yang dimiliki Perusahaan Pembiayaan, maka besar kemungkinan pengajuan pembiayaan Anda dapat diterima.

Presentase Wajar Debt Service Ratio

Merujuk pada ilmu perencanaan keuangan, presentase wajar Debt Service Ratio adalah 30% - 40%. Lebih dari presentase yang dianjurkan, maka dapat menjadi warning untuk mengurangi hutang yang ada. Berikut adalah tabel yang menggambarkan penilaian kredit terhadap rasio DSR:

Penilaian Kredit Rasio Hutang terhadap Penghasilan
A X < 30%
B 30% < X < 35%
C 35% < X < 40%
D X > 40%

Anda dapat mengacu pada tabel diatas sebelum mengajukan pinjaman ke Perusahaan Pembiayaan maupun Bank. Terlihat jika presentase DSR melebihi 40% maka penilaian kredit akan semakin rendah. Itu berarti perusahaan pembiayaan ataupun Bank akan lebih mempertimbangkan kembali pengajuan pembiayaan Anda untuk dapat disetujui atau tidak.

Debt Service Ratio

Cara Menghitung DSR

Rumus untuk menghitung Debt Service Ratio tergolong mudah. Yaitu membutuhkan dua komponen saja antara lain Total Cicilan Hutang per Bulan dan Penghasilan Bersih per bulan. Berikut adalah rumus lengkapnya:

 

DSR = (Total Cicilan Hutang per Bulan : Pendapatan Bersih per Bulan) x 100%

 

Contoh perhitungan:

Pak Bayu bekerja sebagai karyawan swasta dengan penghasilan bersih per bulan Rp 12.000.000. Setiap bulannya, Pak Bayu memiliki cicilan atau hutang yang harus dibayar sebesar Rp 4.000.000 dengan rincian sebagai berikut:

·      KPR Rp 300.000.000 dengan cicilan per bulan Rp 3.500.000

·      Kartu kredit dengan cicilan per bulan Rp 500.000

 

Maka, DSR Pak Bayu adalah:

= (Total Cicilan Hutang per Bulan : Pendapatan Bersih per Bulan) x 100%

= [(3.500.000 + 500.000) / 12.000.000)] x 100%

= 33%

 

Dari perhitungan diatas, dapat disimpulkan bahwa Pak Bayu harus mengalokasikan paling tidak 33% setiap bulannya dari penghasilan untuk membayar cicilan.

 

Setelah Anda mengetahui makna dari Debt Service Ratio, maka harapannya Anda semakin bijak ya dalam mengelola hutang. Jangan sampai total hutang Anda melebihi batas wajar yang ada. Akibatnya, Anda akan kesulitan dalam membayar hutang dan akan memperburuk nilai SLIK Anda jika sampai terjadi gagal bayar.

Sumber: