Pinjaman

Surat Kuasa Pengambilan Uang di Bank: Fungsi & Contohnya

Penulis: Sarah Nadhifa
Diterbitkan: 12 January, 2026
38
Surat Kuasa Pengambilan Uang di Bank: Fungsi & Contohnya

Dalam aktivitas perbankan, ada kalanya pengambilan uang tidak bisa dilakukan sendiri karena suatu halangan atau lainnya, entah itu kondisi kesehatan, jarak, kesibukan pekerjaan, atau keadaan mendesak.

Salah satu solusi yang digunakan dalam situasi tersebut adalah menyertakan surat kuasa dan menyerahkannya kepada pihak yang dipercaya untuk melakukan pengambilan uang di bank. Surat kuasa yang dimaksud adalah dokumen yang berfungsi sebagai dasar hukum agar transaksi dapat berjalan aman dan sah.

Lantas, bagaimanakah cara membuat surat kuasa pengambilan uang di bank? Simak penjelasannya berikut ini!

 

Apa Itu Surat Kuasa Pengambilan Uang?

Surat kuasa pengambilan uang adalah surat resmi yang dibuat oleh pemilik rekening atau pihak yang berhak atas dana untuk memberikan wewenang kepada orang lain agar dapat mengambil uang di bank atas nama pemilik rekening tersebut. Dokumen ini biasanya digunakan ketika pemilik rekening tidak dapat hadir secara langsung ke bank.

Dalam surat kuasa tersebut, pemberi kuasa menyatakan secara tertulis bahwa penerima kuasa diperbolehkan melakukan pengambilan dana sesuai dengan ketentuan yang disebutkan. Dengan adanya surat kuasa, pihak bank memiliki dasar yang jelas untuk mengizinkan orang lain melakukan transaksi pengambilan uang, tanpa melanggar prosedur dan aturan yang berlaku.

Fungsi dan Tujuan Surat Kuasa Pengambilan Uang

Surat kuasa pengambilan uang memiliki peran yang sangat penting dalam transaksi keuangan. Berikut fungsi dan tujuan adanya dokumen ini saat pengambilan dana di bank:

1. Fungsi Utama

Fungsi utama surat kuasa pengambilan uang adalah memberikan kewenangan resmi kepada pihak lain untuk bertindak atas nama pemilik rekening. Dengan surat ini, penerima kuasa dapat melakukan pengambilan dana di bank tanpa harus menghadirkan pemilik rekening secara langsung.

2. Perlindungan Hukum dalam Transaksi

Surat kuasa berperan sebagai alat perlindungan hukum bagi semua pihak yang terlibat. Bagi Anda sebagai pemberi kuasa, surat ini menjadi bukti bahwa wewenang diberikan secara sadar dan tertulis. Bagi penerima kuasa dan pihak bank, surat ini menjadi dasar hukum yang sah dalam melaksanakan transaksi keuangan.

3. Efisiensi Waktu dan Tenaga

Dengan adanya surat kuasa, pemilik rekening tidak perlu datang ke bank apabila kondisi tidak memungkinkan. Proses pengambilan uang dapat tetap berjalan tanpa mengganggu kepentingan pribadi atau lainnya sehingga waktu dan tenaga dapat digunakan secara lebih efisien.

4. Keamanan Transaksi Keuangan

Surat kuasa membantu menjaga keamanan transaksi karena bank hanya akan melayani pengambilan uang oleh pihak yang namanya tercantum dalam surat tersebut. Identitas penerima kuasa akan dicocokkan dengan data yang tertulis sehingga risiko penyalahgunaan dana dapat diminimalkan.

5. Bukti Formal Pemberian Wewenang

Selain sebagai alat komunikasi, surat kuasa juga menjadi bukti formal bahwa wewenang telah diberikan secara sah. Dokumen ini menunjukkan bahwa tindakan pengambilan uang bukan dilakukan secara sepihak, melainkan berdasarkan persetujuan tertulis dari pemilik rekening.

Baca juga: Contoh Surat Kuasa Pengambilan BPKB dan Cara Mudah Membuatnya

Struktur Surat Kuasa Pengambilan Uang di Bank

Agar surat kuasa dapat diterima oleh bank, strukturnya harus disusun dengan rapi dan jelas. Umumnya, surat kuasa pengambilan uang di bank terdiri dari beberapa bagian, yakni:

Judul Surat

Bagian pertama adalah judul surat yang ditulis secara jelas, yaitu Surat Kuasa. Judul ini berfungsi untuk menegaskan jenis dokumen yang dibuat sehingga mudah dikenali oleh pihak bank.

Identitas Pemberi Kuasa

Identitas pemberi kuasa harus dituliskan secara lengkap, meliputi nama lengkap, nomor identitas (KTP), alamat, serta informasi lain yang relevan. Data ini menunjukkan bahwa pemberi kuasa adalah pemilik sah rekening atau pihak yang berhak atas dana tersebut.

Identitas Penerima Kuasa

Setelah identitas pemberi kuasa, cantumkan identitas penerima kuasa secara lengkap. Informasi ini diperlukan agar bank dapat memverifikasi bahwa orang yang datang ke bank sesuai dengan pihak yang diberi wewenang.

Isi Pernyataan Pemberian Kuasa

Bagian ini merupakan inti surat kuasa. Pernyataan harus menjelaskan bahwa pemberi kuasa memberikan wewenang kepada penerima kuasa untuk mengambil uang di bank tertentu. Sertakan nama bank, nomor rekening, dan tujuan pengambilan uang agar tidak menimbulkan penafsiran ganda.

Pernyataan Tanggung Jawab

Pada bagian ini, pemberi kuasa menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab penuh atas segala akibat hukum yang timbul dari penggunaan surat kuasa tersebut. Pernyataan ini penting sebagai bentuk perlindungan bagi pihak bank dan penerima kuasa.

Tempat dan Tanggal Pembuatan Surat

Cantumkan tempat dan tanggal pembuatan surat kuasa secara jelas. Informasi ini membantu bank mengetahui masa berlaku dan konteks waktu pemberian kuasa.

Tanda Tangan Pemberi dan Penerima Kuasa

Surat kuasa harus ditandatangani oleh pemberi kuasa dan penerima kuasa sebagai bukti persetujuan kedua belah pihak.

Materai yang Sah

Materai ditempel pada surat kuasa sebagai penguat legalitas dokumen. Penggunaan materai yang sah akan memastikan surat kuasa memiliki kekuatan hukum yang diakui.

Contoh Surat Kuasa Pengambilan Uang di Bank

Berikut cara membuat surat kuasa pengambilan uang di bank yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan.

Surat Kuasa

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama :

Alamat :

Selaku pemilik rekening di (nama bank Anda), dengan ini memberikan kuasa kepada:

Nama :

Alamat :

Untuk melakukan pengambilan uang dari rekening saya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bank tersebut.

Demikian surat kuasa ini saya buat dengan sebenar-benarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Tempat dan tanggal

Tanda tangan pemberi kuasa                                                          Tanda tangan penerima kuasa

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membuat Surat Kuasa Pengambilan Uang

Agar surat kuasa dapat digunakan secara sah, terdapat beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan, di antaranya:

1. Memilih Orang yang Tepat

Penerima kuasa sebaiknya adalah orang dekat yang benar-benar dipercaya. Mengingat surat ini berkaitan langsung dengan dana, pemilihan penerima kuasa harus dilakukan dengan penuh pertimbangan. Pastikan orang tersebut mampu menjalankan amanah dengan baik dan bertanggung jawab.

2. Menggunakan Materai Asli

Materai berfungsi sebagai penguat legalitas dokumen di mata hukum. Surat kuasa tanpa materai atau menggunakan materai yang tidak sah berpotensi ditolak oleh pihak bank.

3. Menyiapkan Dokumen Lengkap dan Asli

Selain surat kuasa, bank biasanya meminta dokumen pendukung seperti identitas asli pemberi dan penerima kuasa, buku tabungan, serta kartu ATM. Kelengkapan dokumen akan mempermudah proses pengambilan uang dan menghindari penolakan di loket bank.

Itulah pembahasan lengkap mengenai surat pengambilan kuasa di bank. Ketelitian dan kehati-hatian dalam mengurus dokumen keuangan seperti surat kuasa menjadi semakin penting ketika Anda sedang membutuhkan dana dalam jumlah tertentu.

Selain mengandalkan uang di bank, Anda pun dapat memanfaatkan layanan pembiayaan dari BFI Finance ketika membutuhkan dana cepat. Pada kondisi mendesak, BFI Finance hadir untuk memenuhi kebutuhan finansial melalui pembiayaan dengan jaminan BPKB Motor, BPKB Mobil, atau Sertifikat Rumah/Ruko/Rukan..

BFI Finance hadir untuk mendampingi kebutuhan finansial Anda melalui proses pembiayaan yang jelas dan transparan. Sebagai lembaga keuangan yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BFI Finance memberikan rasa aman saat Anda membutuhkan solusi dana. Jadi, jangan khawatir ketika terdesak keperluan finansial karena #SelaluAdaJalan bersama BFI Finance.

Baca juga: 7 Perbedaan Kartu Debit dan Kredit, Serta Tips Menggunakannya

Kategori : Pinjaman
Sarah Nadhifa

Sarah Nadhifa

Content Writer & SEO

Sarah merupakan seorang SEO Strategist dan Content Writer dengan pengalaman lebih dari dua tahun di bidang literasi keuangan dan informasi umum seperti gaya hidup, bisnis, serta edukasi publik. Lulusan Ilmu Komunikasi dari Binus University ini memiliki minat kuat pada pengembangan konten yang informatif dan relevan bagi pembaca.