Artikel

Sudah Gajian? Simak Dulu Tips Mengontrol Belanja Impulsif Berikut Ini!

2022-06-25 00:00:00 530
Sudah Gajian? Simak Dulu Tips Mengontrol Belanja Impulsif Berikut Ini!

Ada yang sudah gajian? Bukan rahasia umum lagi kalau gajian itu waktunya berbelanja barang yang sudah ada di wishlist Anda. Bahkan, tak jarang kita tergiur untuk berbelanja lebih dari yang telah direncanakan. Belanja boleh-boleh saja, tapi jangan sampai bikin boros berlebihan, ya! Yuk, simak cara mengontrol kebiasaan belanja impulsif ala BFI Finance berikut. 

Kebiasaan berbelanja impulsif sebenarnya merupakan sifat yang umum. Terlebih lagi akses belanja online yang kini menjadi tren juga turut mendukung kebiasaan ini. Belanja impulsif sendiri artinya dimana seseorang memiliki kecenderungan untuk membeli barang tanpa perencanaan. Biasanya keinginan membeli bisa dipicu oleh berbagai hal. Mulai dari godaan sale, hingga emosi yang membuat seseorang menjadi irasional. 

Jika hal ini sesekali dilakukan, tentunya tidak masalah. Namun jika cukup sering, hal ini bisa membahayakan keuangan Anda. Terutama jika Anda menjadi boros karena tergoda membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Merasa keuangan jebol karena terlalu sering belanja impulsif? Yuk, simak tips cara mengontrol kebiasaan belanja impulsif ala BFI Finance berikut!

 

Gejala Belanja Impulsif. Apakah Anda Salah Satunya?

Belanja Tanpa Pertimbangan Manfaat dan Biaya

Jika Anda pernah atau sering membeli barang tanpa berpikir panjang dan mempertimbangkan matang-matang manfaat dan kondisi keuangan saat itu, maka Anda tergolong kedalam seseorang yang memiliki kecenderungan berbelanja impulsif. Ada baiknya, sebelum memutuskan membeli barang, pertimbangkan apakah barang tersebut benar bermanfaat bagi kita, sudahkah Anda membandingkan barang dilain tempat, dan tentunya apakah Anda sedang dalam kondisi keuangan yang sehat?

Mudah Tergoda Promo dan Diskon

Indikator seseorang memiliki kebiasaan belanja impulsif berikutnya adalah mudahnya tergiur oleh promo dan diskon, tetapi tidak bisa memanfaatkan momen tersebut dengan bijaksana. Bebelanja barang ketika sedang promo atau diskon tidak ada salahnya, namun tetap pertimbangkan batasannya. Jangan terlalu kalap dalam membeli barang diskon atau promo dengan dalih kesempatan tersebut tidak datang dua kali.

Memiliki Kebiasaan Membeli Barang Tren Terbaru

Jangan hanya karena hype, Anda harus merelakan sebagian besar tabungan Anda bahkan berhutang untuk membeli barang baru yang padahal manfaatnya masih bisa didapatkan oleh barang yang Anda miliki saat itu. Sekali lagi, pertimbangkan dengan matang sebelum memutuskan membeli barang baru.

Berbelanja Untuk Kepuasaan Sesaat

Gejala belanja impulsif berikutnya yaitu ketika seseorang menyukai untuk mencari kepuasaan secara sesaat atau instan. Instan disini memiliki maksud berbelanja untuk memuaskan diri sendiri dalam jangka waktu yang pendek dan mungkin hanya berlangsung dalam hitungan jam dan hari saja. Seperti halnya berbelanja ketika stress, bosan, dan jenuh adalah contoh aktivitas belanja impulsif yang perlu seseorang kurangi.

 

Cara mengontrol belanja impulsif

Cara Mengontrol Belanja Impulsif. Image Source: Unsplash/Markus Spiske

 

Cara Mengontrol Belanja Impulsif

Buat Anggaran Keuangan

Langkah pertama agar Anda mampu mengontrol kebiasaan belanja impulsif adalah membuat anggaran keuangan. Sehingga, Anda bisa lebih disiplin dalam membelanjakan uang Anda. Buatlah perencanaan keuangan setiap bulan dengan merincikan kebutuhan Anda secara spesifik. Termasuk juga pemasukan Anda setiap bulannya. 

Selanjutnya, Anda bisa mengalokasikan pengeluaran wajib seperti belanja bulanan, asuransi, cicilan, dan lain-lain. Lalu, hitung anggaran yang bisa Anda alokasikan untuk hiburan, termasuk belanja.

Dengan membuat anggaran, belanja Anda akan lebih terukur karena adanya batasan. Sesuaikan pengeluaran Anda dengan kondisi finansial sehingga keuangan seimbang.

Waspada Dengan Musim Diskon

Yang kedua adalah, sebisa mungkin hindari membuka marketplace atau mengunjungi mal ketika musim diskon. Hal ini memang sulit untuk dilakukan, terlebih mengingat mudahnya akses marketplace sekarang ini. Namun, bukan berarti tak mungkin dilakukan. Sebab, adanya sale malah akan memunculkan godaan untuk membeli barang-barang yang tidak perlu. Akibatnya, Anda akan kembali berbelanja di luar anggaran Anda. 

Komitmen

Yang terakhir namun yang paling utama, mengontrol belanja impulsif dapat dilakukan jika Anda berkomitmen dan niat untuk disiplin. Memang, hal ini tidak mudah untuk diatasi, namun bukan berarti mustahil. Ingatlah bahwa masih ada kebutuhan jangka panjang lain yang harus dipenuhi. Daripada dikeluarkan untuk hal yang tidak perlu, lebih baik ditabung atau diinvestasikan, bukan?

Bawa Uang Tunai Pas, Bukan Kartu Kredit atau Debit

Sesekali Anda dapat membawa uang kas saja tanpa kartu kredit atau debit saat berbelanja. Sebelum memutuskan untuk berbelanja, terlebih dahulu kita sudah merencanakan list apa saja yang harus dibeli dan perkiraan besarnya biaya yang harus dikeluarkan. Selanjutnya, bawa uang tunai dengan besaran tidak jauh dari total biaya belanja Anda. Dengan kebiasaan ini, maka seseorang dapat lebih mengontrol yang mana kebutuhan yang benar-benar diperlukan atau tidak.

Tahan Diri Dalam Menggunakan Fitur Paylater

Sistem pembayaran paylater sejatinya memudahkan kita dalam memenuhi kebutuhan finansial, tetapi perlu diingat, ada baiknya sistem paylater hanya digunakan saat kondisi mendesak saja. Jangan gunakan paylater untuk membiayai pengeluaran rutin sehari-hari atau keperluan yang sebenarnya tidak perlu dibutuhkan. Gunakan paylater jika Anda benar-benar dalam kondisi kesulitan finansial, maka Anda akan terhindar dari kebiasaan konsumtif terutama dalam hal belanja impulsif ini.

Beberapa risiko akan muncul jika Anda terjebak dalam kebiasaan konsumtif menggunakan sistem paylater, diantaranya potensi gagal bayar yang membuat dikenakannya biaya denda dan akumulasi suku bunga yang terus berjalan.

Tetapkan Batas Saat Melakukan Self-reward

Melakukan self-reward sangat dianjurkan ketika Anda berhasil menyelesaikan pencapaian yang telah menjadi target Anda sejak lama. Namun, perlu diingat tidak semua pencapaian memerlukan self-reward apalagi dengan uang. Pemberian self-reward dapat dipertimbangkan dari beberapa kondisi seperti kondisi keuangan dan seberapa besar pencapaian Anda saat itu. Jangan jadikan self-reward sebagai kedok untuk memuaskan hasrat memiliki sesuatu semata.

Nah, itulah beberapa tips mengontrol belanja impulsif ala BFI Finance. Semoga berhasil, ya Sobat BFI!

Jika Anda membutuhkan pinjaman dana untuk kebutuhan mendesak, BFI Finance adalah solusinya. Dapatkan pinjaman dengan jaminan BPKB kendaraan maupun sertifikat rumah dengan proses aman, cepat, dan tentunya bunga ringan. 

#SelaluAdaJalan untuk memenuhi berbagai kebutuhan finansial Anda dengan BFI Finance. 

Sumber: