Artikel

Rumah Cluster: Definisi, Karakteristik, Kelebihan dan Kekurangannya

2023-01-16 00:00:00 894
Rumah Cluster: Definisi, Karakteristik, Kelebihan dan Kekurangannya

Ada banyak tipe rumah yang ada di Indonesia. Beberapa rumah yang cukup populer antara lain yaitu rumah cluster, town house, dan residence. Di kesempatan kali ini Tim BFI Finance akan membahas mengenai rumah tipe cluster mulai dari definisi, karakteristik, kelebihan dan kekurangan, sampai dengan perbedaannya dengan rumah townhouse dan residence. Yuk, simak selengkapnya di artikel berikut ini!

 

Apa Itu Rumah Cluster?

Bagi Anda yang belum mengenal apa itu rumah dengan tipe cluster, inilah saat yang tepat untuk mengenal rumah ini lebih dekat.

Rumah cluster adalah tipe rumah tapak yang dibangun di suatu komplek dan terdiri dari puluhan sampai dengan ratusan unit rumah. Rumah tipe ini umumnya memiliki bentuk dan ukuran yang seragam serta tidak memiliki pagar pada bagian depannya. Antara rumah satu dengan rumah lainnya hanya dipisahkan oleh tembok beton.

Selain memiliki desain rumah yang mirip, perumahan cluster umumnya dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang cukup lengkap. Mulai dari security, taman, lapangan olahraga, dan lain sebagainya.

Banyak orang cenderung memilih tipe rumah ini karena memiliki sistem keamanan yang baik dan tertutup. Dengan kata lain, tidak sembarang orang bisa masuk ke area perumahan ini tanpa perizinan dari pihak keamanan. Tak ayal, orang luar yang berkunjung ke area perumahan cluster sering dimintai identitas seperti KTP sebelum diperbolehkan masuk ke dalam.

Karakteristik Rumah Cluster

Seperti halnya jenis rumah lain yang ada di Indonesia, rumah cluster memiliki karakteristik tersendiri yang menjadi pembeda dari rumah lainnya. Berikut beberapa karakteristik yang perlu Anda ketahui.

1. Desain dan Bangunan Rumah yang Sama

Rumah cluster berada di suatu komplek atau area perumahan dengan bangunan yang seragam. Jika Anda berada di suatu komplek perumahan dengan desain dan bentuk bangunan yang sama maka bisa dipastikan perumahan tersebut masuk dalam kategori rumah cluster.

2. Memiliki Fasilitas Lengkap yang Digunakan Bersama

Rumah cluster dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang dapat digunakan bersama dengan para penghuni perumahan lainnya. Seperti ruang terbuka hijau, playground atau taman bermain, lapangan olahraga, kolam renang, dan lain sebagainya.

3. One Gate System

Tipe rumah yang satu ini memiliki akses yang terbatas, dimana tidak semua orang bisa masuk ke dalamnya tanpa perizinan. Mereka menggunakan one gate system atau sistem satu pintu yang memungkinkan akses keluar masuk berada di pintu yang sama dengan pengawasan 24 jam dan dilengkapi oleh CCTV, sehingga siapa saja yang masuk dapat diketahui oleh pihak keamanan. Tak heran, hunian yang ada di dalamnya termasuk yang paling aman meskipun tidak dilengkapi dengan pagar.

4. Memiliki Banyak Unit

Pada sebuah cluster, unit yang ada di dalamnya cukuplah banyak, mulai dari puluhan sampai dengan ratusan. Proses pembangunan rumah yang ada di dalamnya dilakukan secara bertahap (step by step) dari satu cluster ke cluster lainnya.

5. Tanpa Pagar

Perumahan tipe ini mengusung tema terbuka dimana pemilik rumah satu dan lainnya dapat berbaur dengan mudah. Tak heran jika rumah cluster tidak dilengkapi dengan pagar pembatas antara rumah satu dengan rumah lainnya. Di samping itu, ketiadaan pagar pembatas ini dapat memudahkan akses keluar masuk bagi pemilik rumah maupun tamu yang datang.

Para pemilik rumah juga tidak perlu was-was karena sistem keamanan yang ada memungkinkan kendaraan selalu terjaga dengan aman.

 

Baca Juga: Biaya Bangun Rumah 2 Lantai dan Tips Penting Dalam Membangun Rumah

 

Kelebihan dan Kekurangan Rumah Cluster

Dalam hal memilih rumah, tentunya ada beberapa faktor yang menjadi bahan pertimbangan. Umumnya faktor tersebut meliputi kelebihan dan kekurangan. Nah, kira-kira apa saja kelebihan dan kekurangan yang dimiliki rumah cluster?

rumah cluster

Ilustrasi Rumah Cluster. Image Source: Pexels/Eziz Charyyev

Kelebihan Rumah Cluster

1. Fasilitas Bersama yang Lengkap dan Memadai

Ada berbagai fasilitas yang dapat mendukung produktivitas dan hiburan bagi para penghuni daerah cluster. Mulai dari taman bermain, tempat olahraga, lapangan tenis, dan masih banyak lagi.

2. Keamanan Terjamin 24 Jam

Sistem keamanan rumah cluster dijamin dengan pengawasan 24 jam dan dilengkapi oleh CCTV. Jadi, semua orang yang masuk dan keluar perumahan akan terdata oleh bagian security. Tak heran, walaupun rumah yang ada di dalamnya tidak berpagar, perumahan cluster akan tetap aman. 

3. Lingkungan yang Nyaman

Untuk Anda yang memiliki buah hati, lingkungan yang ditempati pastinya menjadi bahan pertimbangan tersendiri. Nah, di perumahan cluster tidak perlu khawatir saat anak Anda bermain di sekitaran rumah. Pasalnya, kendaraan yang berlalu-lalang tidak akan seramai perumahan biasa. Anak pun akan nyaman dan aman saat bermain di luar rumah.

4. Nilai Investasi yang Tinggi

Perumahan cluster identik dengan lokasi pembangunan yang strategis. Hal ini memungkinkan para pemilik rumah menjangkau fasilitas umum lebih cepat dan efisien. Misalnya dibangun di dekat jalan besar, stasiun kereta api, mall, dan masih banyak lagi.

Dengan adanya kemudahan akses pada tempat-tempat tersebut, menjadikan rumah cluster memiliki nilai jual yang tinggi dari tahun ke tahun. Jadi, bilamana Anda ingin berinvestasi di bidang properti, rumah tipe ini cocok untuk Anda jadikan sebagai pilihan. Semakin strategis dan lengkap fasilitas yang ditawarkan, maka semakin tinggi pula nilai investasi yang ada.

5. Cocok Untuk Anak-Anak

Rumah cluster memiliki keamanan 24 jam dan umumnya terdapat taman bermain di dalamnya. Poin ini menjadi salah satu alasan mengapa rumah tipe ini cocok untuk dijadikan hunian jangka panjang bagi mereka yang memiliki anak.

Kekurangan Rumah Cluster

Kurang adil rasanya jika kita tidak membahas terkait kekurangan yang dimiliki rumah cluster. Meskipun nyaris sempurna, nyatanya ada beberapa kekurangan yang dimiliki rumah ini.

1. Desain yang Monoton

Lantaran bangunan yang ada di perumahan ini seragam antara satu dan lainnya, membuat desain yang ada terkesan monoton. Rumah satu dengan yang lainnya tidak memiliki perbedaan yang kentara. Lainnya halnya dengan perumahan biasa yang identik dengan fasad rumah yang beragam.

2. Perlunya Biaya Tambahan

Tidak hanya membayar listrik dan air, bagi Anda yang memiliki properti di perumahan cluster, Anda diwajibkan untuk membayar biaya tambahan lainnya. Biaya ini merupakan biaya pemeliharaan lingkungan yang terdiri dari biaya keamanan, pungutan sampah, kebersihan jalan, dan lainnya tergantung dari kebijakan yang berlaku.

3. Harga yang Tinggi

Rumah cluster dibangun di tempat yang strategis dan dekat dengan akses publik seperti jalan raya, stasiun kereta api/MRT, mall, jalan tol, dan sebagainya. Adanya kemudahan akses ini membuat nilai jual suatu properti dibanderol dengan harga yang lebih tinggi.

 

Baca Juga: Fasad Rumah: Pengertian, Fungsi, Jenis Material, dan Contohnya

 

Perbedaan Rumah Cluster dengan Jenis Rumah Lainnya

Jika dibandingkan dengan tipe rumah lainnya, inilah beberapa perbedaan yang nampak antara rumah cluster dengan tipe townhouse dan residence.

Rumah Cluster dengan Townhouse

Tidak sedikit orang yang mengira jika rumah cluster sama dengan rumah townhall. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup kentara, terlebih dari target pasar antara keduanya, dimana rumah townhouse lebih diperuntukkan bagi kaum elit atau masyarakat menengah ke atas.

1. Desain Rumah

Desain rumah cluster sama dengan unit rumah lainnya dan mengusung konsep perumahan hijau terbuka. Sedangkan townhouse umumnya terdiri dari beberapa unit rumah dengan pagar rumah pada bagian depannya.

Cluster menyusung konsep minimalis karena target pasarnya cenderung semua kalangan. Berbeda dengan townhouse yang diperuntukkan untuk kalangan atas.

2. Ukuran Rumah

Rumah tipe cluster memiliki ukuran yang lebih besar jika dibandingkan dengan townhouse. Ini dikarenakan rumah tipe cluster menyediakan lebih banyak ruang terbuka.

3. Harga Rumah

Harga per unit rumah cluster dibanderol dengan harga yang mahal karena berlokasi di tempat yang strategis dengan fasilitas yang cukup lengkap. Akan tetapi, harga tersebut tidak semahal dengan rumah jenis townhouse dimana per unitnya dihargai mulai dari miliaran.

4. Kepemilikan

Cluster merupakan properti terbatas yang bisa dimiliki siapa saja. Manakala townhouse umumnya dihuni oleh ekspatriat atau kaum elite yang bermukim di Indonesia. Tak heran, rumah berjenis townhouse lebih eksklusif.

Jumlah rumah townhouse cenderung terbatas, tidak seperti rumah cluster yang terdiri dari banyak unit.

5. Fasilitas

Fasilitas yang terdapat pada cluster memang cukup lengkap. Namun, perumahan townhouse menawarkan fasilitas yang lebih lengkap dan memadai karena menyusung konsep eksklusif.

 

Baca Juga: Tips, Jenis, dan Perhitungan Biaya Renovasi Rumah [Terbaru]

 

Rumah Cluster dengan Residence

Berikut ini beberapa perbedaan yang nampak antara rumah cluster dengan rumah residence.

1. Lokasi

Rumah cluster berada di daerah yang ramai dan dekat fasilitas publik. Sedangkan residence, umumnya berada di daerah sub-urban atau pinggiran kota besar.

2. Jumlah Unit

Rumah cluster memiliki jumlah unit yang lebih banyak bahkan dapat berjumlah ratusan. Sedangkan residence jumlahnya lebih sedikit.

3. Suasana yang Ditawarkan

Cluster mengusung tema open space atau ruangan terbuka, ini juga yang menjadikan alasan rumah yang ada di area cluster tidak memiliki pagar pembatas. Manakali area residence atau perumahan umumnya dilengkapi dengan pagar pembatas pada bagian depan rumah dan memiliki fasad rumah yang berbeda-beda.

4. Fasilitas yang Ada

Cluster didukung dengan berbagai fasilitas yang dapat menunjang penghuninya. Mulai dari one gate system, playground, lapangan olahraga, dan masih banyak lagi. Lain halnya dengan residence yang jauh lebih sederhana.

5. Harga Rumah

Terakhir yakni dari harga rumah yang ditawarkan. Rumah cluster memiliki nilai yang lebih tinggi ketimbang residence. Ini dapat terjadi karena cluster terletak di lokasi yang strategis degan sederet fasilitas penunjang yang lebih lengkap.

Sobat BFI, itulah tadi bahasan terkait rumah cluster. Apakah Anda tertarik untuk memilikinya? Jika Anda berencana untuk membeli rumah maupun merenovasinya, namun masih kekurangan dana, Anda bisa mengajukan pinjaman dana cepat di BFI Finance!

Cukup dengan mengajukan pinjaman jaminan BPKB Mobil, Motor, ataupun Sertifikat Rumah, Anda berkesempatan mendapatkan pinjaman dengan berbagai plafon dan bunga yang rendah.

Informasi selengkapnya bisa Anda dapatkan melalui tautan di bawah ini.

Informasi Pinjaman Jaminan BPKB Mobil

Dapatkan dana pencairan hingga 85% dari nilai kendaraan dan tenor hingga 4 tahun.

Informasi Pinjaman Jaminan BPKB Motor

Dapatkan pinjaman dengan proses cepat dan tenor maksimal hingga 24 bulan.

Informasi Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah

Bunga rendah mulai dari 0.9% per bulan dan tenor panjang hingga 7 tahun.

Sobat BFI, itulah informasi mengenai biaya bangun rumah 2 lantai. Harapannya, semoga informasi ini bisa bermanfaat dan membantu pembaca sekalian dalam membangun rumah impian.

Dapatkan informasi menarik lainnya hanya di BFI Blog. Artikel terbaru setiap Senin-Jumat!

Sumber: