Pinjaman

Perbedaan Paylater dengan Pinjaman Online dan Pinjaman dengan Jaminan

Penulis: Sarah Nadhifa
Diterbitkan: 28 January, 2026
12
Perbedaan Paylater dengan Pinjaman Online dan Pinjaman dengan Jaminan

Perbedaan paylater dengan pinjaman online dan pinjaman dengan jaminan penting dipahami sebelum memilih fasilitas pembiayaan yang paling sesuai dengan kebutuhan. Paylater dan pinjaman online sama-sama disediakan oleh bank atau lembaga keuangan, sementara pinjaman dengan jaminan melibatkan aset sebagai agunan sehingga menawarkan bunga dan plafon yang berbeda.

Setiap pilihan memiliki karakter, manfaat, serta risiko yang perlu dipertimbangkan secara matang. Supaya tidak salah langkah dan menyesal di kemudian hari, simak pembahasan lengkapnya di artikel ini!

 

Perbedaan Paylater dengan Pinjaman Online dan Pinjaman dengan Jaminan

Meski sama-sama menawarkan kemudahan dana, paylater, pinjaman online, dan pinjaman dengan jaminan memiliki beberapa perbedaan yang perlu dipahami. Berikut penjelasan singkat mengenai perbedaan paylater dengan pinjaman online dan pinjaman dengan jaminan agar Anda tidak salah memilih:

1. Pengertian

Paylater berasal dari kata pay (bayar) dan later (nanti). Jadi, apa itu paylater? Secara sederhana, paylater adalah fasilitas pembiayaan yang memungkinkan Anda membeli produk atau jasa sekarang, lalu membayarnya di kemudian hari, baik dengan cicilan maupun pelunasan di waktu tertentu.

Fasilitas paylater umumnya tersedia di aplikasi atau platform digital dengan proses pengajuan yang cepat dan praktis. Sementara itu, pinjol adalah istilah yang sering digunakan masyarakat untuk menyebut pinjaman online. Dalam regulasi OJK, layanan pinjaman online yang legal disebut Pinjaman Daring (Pindar) atau LPBBTI, sedangkan istilah ‘pinjol’ di masyarakat sering merujuk pada platform ilegal yang tidak berizin.

Adapun layanan peminjaman uang yang resmi, berizin, dan diawasi OJK disebut pinjaman daring atau pindar. Pindar merupakan pinjaman tunai dari bank atau lembaga keuangan yang bisa digunakan untuk kebutuhan konsumtif maupun produktif dengan proses pengajuan yang melibatkan verifikasi data pribadi.

Berbeda lagi dengan pinjaman dengan jaminan atau pinjaman beragunan. Jenis pinjaman ini mensyaratkan aset sebagai jaminan, seperti rumah, mobil, tanah, atau deposito. Jika terjadi gagal bayar, aset tersebut dapat disita sebagai pelunasan utang. Pinjaman beragunan umumnya menawarkan plafon lebih besar dan proses persetujuan yang relatif lebih mudah dibandingkan pinjaman tanpa agunan.

Baca juga: Apa Itu Limit Paylater? Begini Tips Pengelolaannya, Simak!

2. Pihak Terkait

Setiap layanan pembiayaan memiliki pihak penyedia yang berbeda. Paylater yang diselenggarakan oleh bank atau perusahaan pembiayaan berizin berada di bawah pengawasan OJK, sementara paylater yang hanya berupa skema kemitraan teknologi perlu dilihat legalitas lembaga pembiayaannya.

Sementara itu, pindar adalah layanan yang sering berdiri sendiri melalui aplikasi atau situs tersendiri. Namun, tidak semua penyedianya legal. Layanan ilegal yang berisiko menimbulkan bunga tinggi dan kerugian bagi peminjam. Oleh karena itu, status penyedia wajib dicek sebelum mengajukan pinjaman.

Sementara pinjaman dengan jaminan biasanya disediakan oleh bank atau lembaga pembiayaan resmi. Proses pengajuannya dilakukan dengan datang langsung ke kantor cabang atau melalui situs resmi lembaga terkait sehingga lebih terstruktur dan jelas dari sisi hukum.

3. Risiko

Paylater memiliki plafon lebih kecil, namun tetap berisiko menimbulkan gagal bayar dan memengaruhi riwayat kredit di SLIK OJK jika tidak dikelola bijak.. Paylater cenderung memiliki risiko lebih rendah karena limit dan bunganya relatif kecil. Oleh karena itu, penggunaannya tetap perlu dikontrol agar tidak memicu perilaku konsumtif yang berujung gagal bayar dan berdampak pada riwayat kredit di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. .

Berbeda dengan pindar yang umumnya memiliki risiko lebih tinggi karena limit dan bunga yang lebih besar. Risikonya akan semakin berat jika menggunakan pindar ilegal, mulai dari bunga mencekik, penyalahgunaan data pribadi, hingga penagihan yang bersifat mengganggu.

Sementara pada pinjaman dengan jaminan, risikonya terletak pada aset yang diagunkan. Jika kewajiban tidak terpenuhi, skor kredit akan menurun dan aset tersebut berpotensi disita. Oleh karena itu, pengelolaan cicilan harus benar-benar diperhitungkan sejak awal.

4. Tujuan Penggunaan

Memiliki limit yang relatif kecil, paylater umumnya dipakai untuk kebutuhan atau keinginan bernilai rendah, seperti membeli tiket perjalanan, makan di restoran, hingga belanja perabot atau laptop untuk menunjang aktivitas harian.

Sementara itu, pinjaman daring dengan limit yang lebih besar sering dimanfaatkan untuk kebutuhan bernilai lebih tinggi, mulai dari keperluan rumah tangga, modal, hingga kondisi mendesak, seperti membayar tagihan.

Berbeda lagi dengan pinjaman dengan jaminan yang sifatnya lebih fleksibel. Jumlah pinjamannya menyesuaikan nilai aset yang diagunkan, seperti sertifikat rumah sehingga dana diperoleh bisa digunakan untuk kebutuhan besar, misalnya modal usaha atau renovasi rumah.

Baca juga: Bisakah Dapat Pinjaman 5 Juta Langsung Cair? Cek Caranya!

5. Cara Kerja

Berdasarkan cara kerjanya, paylater bekerja dengan sistem bayar belakangan. Setelah layanan diaktifkan dan data diverifikasi, kamu bisa langsung memilih paylater saat checkout. Penyedia paylater akan membayar ke merchant, lalu tagihannya dilunasi sesuai tenor yang dipilih, umumnya 1 hingga 12 bulan.

Berbeda dengan pindar yang menyalurkan dana dalam bentuk tunai atau transfer ke rekening. Pengajuan dilakukan lebih dulu melalui aplikasi, kemudian dana cair setelah lolos penilaian. Pengembalian pinjaman dilakukan dengan cicilan pokok dan bunga sesuai tenor yang disepakati.

Sementara pada pinjaman dengan jaminan, bank akan menilai aset yang dijadikan agunan untuk menentukan besaran dana pinjaman, biasanya sekitar 70–90 persen dari nilai aset. Setelah perjanjian ditandatangani, dana akan dicairkan, dan aset tetap atas nama pemilik, namun dibebani hak tanggungan atau fidusia sampai pinjaman lunas, tetapi jika gagal bayar, aset berisiko dilelang.

6. Suku Bunga

Dari sisi bunga, paylater tergolong lebih ringan, umumnya berada di kisaran 0–3 persen per bulan. Dampaknya, cicilan terasa lebih kecil, meski tetap ada biaya admin atau denda jika terlambat membayar sesuai ketentuan penyedia.

Sementara itu, berdasarkan ketentuan OJK, penyelenggara pindar dikenakan batas maksimum manfaat ekonomi harian yang besarannya berbeda tergantung tenor, dan tidak boleh melebihi ketentuan yang ditetapkan regulator. Jika tenor panjang, total bunga akan semakin membengkak. Risiko ini makin besar saat menggunakan pindar ilegal karena denda dan biaya tambahannya bisa sangat memberatkan hingga memicu penagihan yang mengganggu.

Sebaliknya, pinjaman dengan jaminan biasanya menawarkan suku bunga lebih terjangkau. Adanya aset sebagai agunan membuat risiko lembaga pembiayaan lebih kecil sehingga bunga yang dibebankan pun relatif lebih ringan dibandingkan pinjaman tanpa jaminan.

7. Cara Pembayaran

Pembayaran paylater dilakukan setelah transaksi, baik dengan cicilan maupun pelunasan penuh. Metodenya cukup fleksibel, mulai dari dompet digital, transfer bank, autodebit, hingga melalui aplikasi marketplace.

Pada pindar, angsuran dibayarkan setelah dana diterima peminjam. Pembayaran bisa dilakukan lewat transfer bank, minimarket mitra, autodebit, atau langsung di aplikasi penyedia. Dibanding paylater, tenor pindar cenderung lebih ketat dan bahkan bisa bersifat harian. Sementara itu, pinjaman dengan jaminan dibayarkan secara cicilan melalui transfer bank, minimarket mitra, atau dengan datang langsung ke kantor cabang lembaga pembiayaan.

 

Itulah perbedaan paylater dengan pinjaman online dan pinjaman dengan jaminan yang perlu dipahami sebelum menentukan pilihan pembiayaan. Dengan mengenali karakter, manfaat, serta risikonya, Anda bisa lebih bijak menyesuaikan jenis pinjaman dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.

Jika Anda membutuhkan solusi pembiayaan dengan jaminan yang aman dan prosesnya transparan, BFI Finance siap menjadi pilihan. Di BFI Finance, Anda dapat mengajukan pinjaman dengan jaminan BPKB Motor, BPKB Mobil, maupun Sertifikat Rumah/Ruko/Rukan sesuai kebutuhan dana Anda.

BFI Finance telah berizin serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga prosesnya terjamin aman. Jangan biarkan keterbatasan dana menghambat rencana Anda. Wujudkan kebutuhan finansial dengan solusi yang tepat karena #SelaluAdaJalan bersama BFI Finance.

Baca juga: 9 Tempat Pinjam Uang Pribadi untuk Kebutuhan Mendesak

Kategori : Pinjaman
Sarah Nadhifa

Sarah Nadhifa

Content Writer & SEO

Sarah merupakan seorang SEO Strategist dan Content Writer dengan pengalaman lebih dari dua tahun di bidang literasi keuangan dan informasi umum seperti gaya hidup, bisnis, serta edukasi publik. Lulusan Ilmu Komunikasi dari Binus University ini memiliki minat kuat pada pengembangan konten yang informatif dan relevan bagi pembaca.