Artikel

Mengenal Gaya Hidup Zero Waste dan Kesempatan Bisnis yang Bisa Dilakukan

2022-05-17 00:00:00 1454
Mengenal Gaya Hidup Zero Waste dan Kesempatan Bisnis yang Bisa Dilakukan

Dalam kehidupan, setiap makhluk yang hidup tentu menghasilkan sampah sehari-hari, mulai dari sampah makanan, pakaian, dan jenis sampah lainnya. Bertumpuknya sampah tersebut dapat menyebabkan kerusakan dan pencemaran alam. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, hanya sekitar 7% sampah di Indonesia yang dapat didaur ulang dan sebanyak 69% hanya tertimbun di tempat pembuangan akhir dengan akumulasi sampah setiap hari hingga ratusan ribu ton. 

Sangat memungkinkan jika sisa sampah lainnya mencemari lingkungan terutama sampah yang tidak dikelola dengan baik. Untuk menyiasatinya, sebagian orang mulai menggalakan gaya hidup zero waste. Apa itu zero waste? Untuk informasi lebih lanjut, yuk simak informasinya di bawah ini. 

 

Pengertian Zero Waste 

Zero waste merupakan gaya hidup yang bertujuan untuk meminimalisir produksi sampah demi menjaga kelestarian lingkungan. Pada dasarnya, konsep zero waste adalah sebuah gerakan untuk tidak menghasilkan sampah, namun jika dilihat dari kebutuhan dan gaya hidup kebanyakan orang, individu sepertinya sulit untuk mengurangi 100% produksi sampah. Akan tetapi, bukan berarti manusia tidak bisa mengurangi dan meminimalisir penggunaan sampah dengan prinsip 5 R yaitu Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, dan Rot atau menolak, mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang, dan membusukkan sampah. 

Contoh Penerapan Zero Waste 

zero waste - penerapan zero waste

Adapun cara menerapkan gaya hidup zero waste seperti berikut ini. 

Mengurangi Penggunaan Plastik dalam Kehidupan 

zero waste

Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik yang ada di Indonesia jumlahnya sudah mencapai 64 juta ton setiap tahun. Sekitar 3,2 juta tonnya terbuang ke laut. Tak heran pada tahun 2019 lalu, Indonesia menjadi negara kedua penyumbang sampah plastik terbesar dengan jumlah 3,21 juta metrik ton/tahun. 

Dengan banyaknya produksi jumlah sampah plastik di Indonesia, Sobat BFI bisa melakukan pencegahan dengan mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Sobat BFI dapat melakukan cara-cara berikut ini : 

  • Membawa bekal makanan dan minuman menggunakan tempat makan yang dapat dicuci berulang kali untuk menghindari jajan di luar sehingga berpotensi menghasilkan sampah plastik 

  • Membawa dan menggunakan tas/kantong setiap berbelanja 

  • Menghindari meminta sedotan plastik saat memesan minuman di luar atau tempat makan 

Jika Anda melakukan hal-hal di atas, maka Anda sudah menerapkan konsep Reduce atau mengurangi penggunaan barang sekali pakai seperti kantong plastik. 

Mendaur Ulang Barang Tidak Terpakai 

Selanjutnya adalah dengan mendaur ulang barang yang tidak terpakai. Jika di rumah Anda terdapat banyak sampah berbahan dasar kayu, plastik, seng, kaleng, dan lainnya, Anda bisa memanfaatkan sampah tersebut untuk dikreasikan ke bentuk lain. Misalnya kaleng sebagai pot tanaman, botol plastik sebagai tempat penyimpanan, dan lain sebagainya. Kegiatan membuat perabotan dari barang lainnya merupakan salah satu penerapan konsep Recycle dalam zero waste. 

Memanfaatkan Sampah Organik 

zero waste

Selanjutnya adalah dengan memanfaatkan sampah organik menjadi bahan yang bermanfaat. Jika setelah memasak banyak sampah sayur yang tersisa, Anda bisa memanfaatkannya sebagai kaldu. Prosesnya memang membutuhkan waktu yang lama, namun Anda sudah berkontribusi untuk mengurangi sampah sayuran yang dapat menghasilkan gas metana dan menjadi salah satu faktor pemanasan global. 

Tidak Memesan Makanan Berlebihan 

Selanjutnya adalah dengan tidak memesan makanan secara berlebihan. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), sampah sisa makanan di Indonesia mencapai 46,35 juta ton di tahun 2021. Untuk mencegah sampah sisa makanan yang berlebih dan mengurangi ketidakmerataan pangan, pastikan untuk membeli atau memesan makanan sesuai kebutuhan. Jika tidak habis, Anda bisa membungkusnya dengan pembungkus ramah lingkungan atau menggunakan tempat makan dan memakannya di waktu lain. 

Menggunakan Bahan Pembersih Ramah Lingkungan 

Bukan hanya sampah, salah satu cara menerapkan zero waste juga dapat diterapkan melalui penggunaan bahan pembersih yang ramah lingkungan. Saat ini, banyak produk pembersih yang diciptakan menggunakan bahan organik yang aman untuk lingkungan dan tubuh. Apabila Sobat BFI menerapkan gaya hidup ini, maka kontribusi menjaga lingkungan Anda semakin lengkap. 

Berbelanja Barang Bekas/ Thrifting

Yang terakhir adalah berbelanja barang bekas. Pakaian merupakan salah satu kebutuhan yang dibutuhkan manusia sehari-hari untuk melindungi tubuh. Sangat disayangkan apabila pakaian yang dimiliki berakhir di tempat pembuangan akhir dan mencemari lingkungan. Oleh karena itu, jika Sobat BFI merasa bosan dengan pakaian yang dimiliki dan pakaian tersebut masih dalam keadaan layak, maka Sobat BFI bisa menjual kembali produk tersebut. Sebaliknya, Anda juga bisa membeli pakaian bekas untuk menghindari pembelian baju baru. Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi dari konsep Reuse atau memanfaatkan barang bekas layak pakai. 

Manfaat Menerapkan Gaya Hidup Zero Waste 

Selain menjaga lingkungan, dengan menerapkan gaya hidup zero waste, Anda bisa mendapatkan manfaat seperti berikut ini :

Menjadi Lebih Sehat

Salah salah konsep zero waste adalah dengan mengurangi penggunaan benda yang dapat menjadi sampah seperti plastik. Alhasil, Anda didorong untuk membawa tempat bekal dan bekal sendiri sesuai kebutuhan. Hal inilah yang akan membuat hidup jadi lebih sehat. Selain itu, dengan membawa bekal Anda bisa berhemat. 

Meningkatkan Kreativitas 

Manfaat menerapkan gaya hidup zero waste adalah meningkatkan kreativitas. Hal ini terjadi ketika Anda didorong untuk lebih kreatif memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitar untuk menggunakan sampah menjadi sesuatu hal yang berguna. 

Menghemat pengeluaran 

Seperti yang telah diketahui, penggunaan kantong plastik pada saat berbelanja akan dikenakan biaya sekitar Rp 200-500 per plastik. Oleh karena itu, jika Anda membeli banyak barang dan memilih menggunakan plastik, maka tanpa Anda sadari pengeluaran juga bertambah. Walaupun terlihat tidak begitu besar, nominal tersebut dapat menjadi besar jika dikumpulkan. 

Kesempatan Bisnis dari Gaya Hidup Zero Waste 

Sesuai dengan informasi di atas, menjalani gaya hidup zero waste, selain baik untuk lingkungan, juga memiliki manfaat dari sisi keuangan. Nah, gaya hidup ini juga bisa menjadi peluang untuk memulai bisnis lho Sobat BFI. Simak ide bisnisnya di bawah ini. 

Bisnis Thrift 

Salah satu ide bisnis yang bisa dijadikan sebagai peluang menghasilkan pendapatan dari gaya hidup zero waste adalah bisnis thrift. Bisnis thrift sendiri adalah kegiatan usaha menjual barang bekas dari luar maupun dalam negeri. Barang yang dijual memang tidak baru, sebagian besar sudah terpakai namun masih layak pakai. Untuk mengurangi sampah pakaian yang semakin besar, memilih pakaian thrift menjadi pilihan sebagian besar individu yang peduli dengan lingkungan. 

Simak Artikel Estimasi Modal dan Untung Bisnis Thrift Shop di Artikel Ini. 

Bisnis Packaging Ramah Lingkungan 

zero waste - bisnis dari zero waste

Bisnis selanjutnya yang bisa dijalankan dari banyaknya individu yang melakukan gaya hidup zero waste adalah bisnis percetakan ramah lingkungan. Umumnya, plastik dan styrofoam sudah dilarang untuk penggunaan pembungkus makanan. Selain karena berbahaya bagi kesehatan, penggunaan bahan tersebut juga dapat mencemari lingkungan. 

Anda bisa memulai bisnis kemasan ramah lingkungan untuk menyasar usaha bisnis makanan, fashion, dan bisnis lain yang menggunakan beberapa kemasan sebagai sebagai branding usahanya. 

Baca Panduan Usaha Percetakan di Artikel Berikut  

Demikian informasi mengenai gaya hidup zero waste dan peluang bisnis yang bisa dilakukan untuk menyasar target atau individu yang mulai menerapkan gaya hidup tersebut. Semoga artikel ini bermanfaat. Jika Anda berniat memulai bisnis percetakan atau thrift, Anda bisa mengajukan pinjaman modal di BFI Finance. 

Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Motor 

Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Mobil 

Pengajuan Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah 

 

Sumber: