Artikel

Budidaya Ikan Cupang : Dari Kegemaran Jadi Penghasilan Tambahan

2022-08-27 00:00:00 540
Budidaya Ikan Cupang : Dari Kegemaran Jadi Penghasilan Tambahan

Memelihara hewan peliharaan terutama ikan cupang memang memiliki manfaat tersendiri bagi pemiliknya. Mulai dari mengurangi tingkat stres, memberikan sentuhan estetika pada hunian, dan dapat menghilangkan jentik nyamuk, serta mengontrol tekanan darah. Namun ternyata, selain manfaat tersebut, Anda juga bisa mendapatkan keuntungan jika melakukan budidaya ikan cupang, lho. Yuk, simak informasinya di bawah ini. 

 

Ikan Cupang 

Ikan cupang merupakan salah satu jenis ikan hias yang sangat populer di Indonesia. Tampilan ikan cupang yang indah, membuat beberapa orang tertarik untuk memeliharanya. Ikan cupang sendiri memiliki habitat di Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei, Vietnam, dan Singapura. 

Ikan cupang dibagi menjadi 2 golongan yaitu cupang hias dan cupang adu. Cupang hias dilihat dari keindahan bentuk, warna, dan gerakannya. Sedangkan, ikan cupang adu dilihat dari keagresifannya dalam mempertahankan teritori. 

Kelebihan Ikan Cupang 

Sebenarnya apa saja ya kelebihan ikan cupang? Ikan hias satu ini dikenal dengan bentuk dan ukuran ekor serta siripnya yang cukup besar. Sirip yang rapat dan indah inilah yang membuat banyak orang tertarik untuk memeliharanya. Selain itu, ikan cupang memiliki kemampuan bertahan hidup yang tinggi dimana ia mampu hidup di air dengan kadar oksigen yang rendah. Hal ini disebabkan karena di dalam tubuhnya terdapat rongga labirin yang mirip dengan paru-paru pada manusia. 

Kelebihan lainnya dari ikan cupang adalah pemeliharaannya yang mudah. Habitat ikan cupang pada dasarnya adalah di alam bebas yaitu rawa-rawa, sungai, danau, perairan tenang dan hidup secara berkelompok. Ikan cupang liar memakan jentik-jentik nyamuk atau cacing yang berukuran kecil. Dengan diberi jentik nyamuk, ikan cupang sudah dapat bertahan hidup. Selain jentik nyamuk, cupang juga dapat diberi makan ikan salmon, kutu air, udang air asin, cacing darah, lalat buah, kuning telur, maupun pelet. 

Dari kelebihan di atas, beberapa orang menjadikan ikan cupang sebagai pemasukan sampingan dengan melakukan budidaya ikan cupang. Simak informasi di bawah ini untuk penjelasannya. 

 

Budidaya ikan cupang

Budidaya Ikan Cupang. Image Source: Unsplash/Navin Rai

Cara Budidaya Ikan Cupang 

Berikut adalah cara melakukan budidaya ikan cupang yang didapat dari beberapa sumber. 

  • Pilih Jenis Ikan Cupang 

Langkah pertama adalah memilih ikan cupang yang ingin dibudidayakan dengan mencari bibit yang berkualitas. Ikan cupang yang berkualitas biasanya tidak ada cacat bawaan dan tidak rentan dengan penyakit. Untuk membedakan ikan cupang jantan dan betina, Anda dapat melihat dari gerakan, bentuk ekor, warna, dan bentuk tubuh. Ikan cupang betina memiliki gerakan lebih lamban, bentuk ekor yang lebih pendek, warna yang tidak secerah jantan, dan bentuk tubuh yang relatif kecil. Sebelum proses pemijahan, pastikan indukan jantan dan betina sudah sama-sama matang atau siap kawin. 

  • Siapkan Rumah 

Dalam proses pemijahan, pastikan menyiapkan rumah ikan cupang dengan wadah atau akuarium. Semakin besar wadah atau rumah yang disediakan, maka semakin kecil risiko akuarium menjadi kotor. Akuarium yang kotor akan membuat ikan cupang mudah stres, sakit, bahkan mengalami kematian dini. Walaupun kemampuan bertahan hidupnya tinggi, memberikan filter air juga disarankan untuk menyaring kotoran ikan cupang dan sisa makanan. Apabila tidak ada filter, cobalah rutin untuk membersihkannya. Selanjutnya, Anda bisa menyiapkan peralatan tambahan budidaya ikan cupang seperti pemanas 25 watt untuk membuat suhu air menjadi ideal, filter spons, pompa, tanaman, dan lambu LED. 

  • Sediakan Tempat Berkembang Biak 

Jangan lupa juga untuk menyediakan tempat ikan cupang berkembang biak. Saat kawin, ikan cupang suka bersembunyi dan menyukai privasi. Pastikan untuk memberikan ruang yang jauh dari distraksi aktivitas di sekitar tempat kawin cupang. Anda tidak disarankan mengisi air terlalu dalam demi menghindari cupang sulit meraih permukaan untuk bernapas dan makan. Sebelum dikawinkan, letakan ikan cupang betina dalam satu akuarium namun diberikan partisi dengan pejantan terlebih dahulu. Hal ini berguna untuk memancing pejantan membuat sarang gelembung. Setalah pejantan membuat sarang gelembung, satukan ikan cupang jantan dan betina dan biarkan mereka beradaptasi dengan lingkungannya dan biarkan mereka kawin di tempat perkembangbiakan. 

  • Pantau Perkembangan Cupang 

Setelah kawin, betina akan bertelur dan pejantan akan mengurus telur dengan membuat gelembung yang lebih banyak dan memindahkan telur yang dihasilkan betina ke sarang gelembung baru. Anda bisa memisahkan indukan betina ke wadah lain untuk menghindari betina memakan telur yang sudah dibuahi. Anda bisa memantau perkembangan telur tersebut apakah sudah bisa mentas atau belum (sekitar 3-4 hari). Setelah telur ikan cupang menetas, Anda bisa memindahkannya ke akurium yang lebih besar dan memberikan makan.

  • Perawatan Ikan Cupang 

Agar budidaya ikan cupang dapat menghasilkan anakan yang berkualitas dan menghasilkan keuntungan, pastikan Anda memperhatikan perawatannya dengan tidak memberikan dekorasi yang tajam yang dapat membuat sirip ikan cupang menjadi rusak, memastikan suhu dan kualitas air baik, rajin menyaring kotoran atau gunakan filter, dan memberikan makanan sesuai dengan takaran. 

Itulah sekilas informasi terkait budidaya ikan cupang yang dapat menjadi hobi sekaligus pemasukan tambahan. Ikan cupang dapat dijual dengan harga di kisaran Rp 15 ribu sampai dengan Rp 300 ribu. Cukup menggiurkan bukan? Untuk Anda yang ingin ternak ikan cupang, pastikan untuk memahami semua rangkaiannya ya agar ikan cupang tidak mudah mati dan anakan yang dihasilkan berkualitas. 

Semoga artikel ini bermanfaat! Untuk Anda yang membutuhkan pinjaman modal usaha, klik link berikut ini.

Sumber: