Pinjaman

Dana Tunai: Alternatif Cepat Tanpa Harus Menjual Aset

Diterbitkan: 08 January, 2026
Diperbarui: 08 January, 2026
118
Dana Tunai: Alternatif Cepat Tanpa Harus Menjual Aset

Terkadang kebutuhan mendesak membuat kita harus segera mendapatkan uang tunai, misalnya untuk menutup biaya mendesak, membayar sekolah, atau menyiapkan modal usaha.

Namun, sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman, pahami dulu berbagai jenis pinjaman yang tersedia, beserta syarat, bunga, dan risiko masing-masing, supaya pilihan yang diambil aman dan sesuai kemampuan finansial Anda.

Artikel ini akan membahas berbagai cara mendapatkan pinjaman tunai, mulai dari bank, fintech, hingga opsi lain. Yuk, simak sampai selesai!

 

Apa Itu Dana Tunai?

Pinjaman dana tunai adalah cara memperoleh uang dari bank atau lembaga keuangan lain dengan cepat. Beberapa pinjaman mengharuskan jaminan, seperti BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) motor atau sertifikat rumah, sementara ada juga yang tidak perlu jaminan sama sekali.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa suku bunga dasar kredit (SBDK) berbeda-beda di setiap bank. Karena itu, penting untuk membandingkan beberapa opsi pinjaman supaya Anda mendapatkan pilihan yang paling sesuai kondisi keuangan.

Manfaat Pinjaman Dana Tunai

Sebelum memilih pinjaman dana tunai, ada baiknya Anda mengetahui apa saja manfaat yang bisa didapat. Berikut beberapa keuntungan utama dari dana tunai:

  • Cepat Cair untuk Berbagai Kebutuhan: Dana tunai bisa didapat dengan cepat, membantu menutup kebutuhan mendesak tanpa harus menunggu lama.
  • Cicilan Fleksibel: Tenor atau jangka waktu pembayaran biasanya bisa disesuaikan dengan kemampuan Anda.
  • Bunga Kompetitif: Beberapa lembaga menawarkan suku bunga yang bersaing, tergantung profil risiko peminjam.
  • Bisa untuk Kebutuhan Produktif: Dana tunai sering dipakai sebagai modal usaha, memperluas bisnis, atau membeli stok/inventori.

Cara Mendapatkan Pinjaman Dana Tunai

Supaya lebih mudah mendapatkan dana tunai, penting untuk tahu berbagai cara yang bisa dipilih. Beberapa opsi yang bisa dipertimbangkan antara lain:

1. Pinjam dari Bank

Jika Anda mencari pinjaman yang aman dan resmi, bank bisa menjadi pilihan terbaik. Di sini, ada dua jenis pinjaman yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial:

  • Kredit Tanpa Agunan (KTA): Tidak perlu jaminan, proses cepat, cukup melampirkan KTP (Kartu Tanda Penduduk), slip gaji, dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Bunganya lebih tinggi, limit pinjaman lebih kecil, dan tenor cicilan lebih pendek. Cocok untuk kebutuhan dana cepat.
  • Kredit dengan Agunan: Menggunakan aset seperti rumah, kendaraan, atau tanah sebagai jaminan. Bunganya lebih rendah, limit pinjaman lebih besar, dan cocok untuk kebutuhan dana besar. Namun, jika gagal bayar, aset yang dijadikan jaminan bisa disita bank.

2. Pinjaman Daring

Pinjaman daring lewat layanan fintech kini banyak dipilih karena lebih praktis dan cepat dibanding cara konvensional. Cukup dengan KTP dan mengisi formulir secara digital, Anda bisa memperoleh dana hanya dalam beberapa jam atau hari.

Agar aman, pilih fintech yang berizin di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Jangan lupa juga mengecek besaran bunga dan lama cicilan supaya pinjaman sesuai kemampuan Anda.

3. Kartu Kredit

Jika Anda memiliki kartu kredit, bisa memanfaatkan fitur tarik tunai atau cicilan dana tunai. Perlu diingat, bunganya biasanya lebih tinggi dibanding pinjaman lain, dan ada biaya administrasi saat mengambil uang tunai.

Penggunaan kartu kredit sebaiknya hanya untuk kebutuhan mendesak, dan pastikan Anda mampu membayar tagihannya tepat waktu supaya tidak menumpuk utang.

 

Baca juga: Kesalahan Pinjaman Dengan Jaminan Sertifikat Rumah

 

4. Koperasi

Koperasi simpan pinjam biasanya memberikan pinjaman dengan bunga lebih rendah dibanding bank atau fintech. Untuk bisa mengajukannya, biasanya diperlukan keanggotaan koperasi dan sudah bekerja dalam kurun waktu tertentu, sesuai dengan ketentuan koperasi di masing-masing perusahaan.

Proses pengajuannya lebih mudah dan bunganya lebih ringan. Pinjaman dari koperasi cocok untuk kebutuhan seperti modal usaha kecil atau biaya pendidikan.

5. Kasbon di Kantor

Beberapa perusahaan menawarkan kemudahan bagi karyawannya untuk mendapatkan pinjaman melalui kasbon. Uangnya dipotong langsung dari gaji bulanan. Kelebihannya, tidak ada bunga atau biaya tambahan, membuat pinjaman ini lebih ringan dibanding pinjaman bank atau fintech.

Biasanya fasilitas pinjaman karyawan hanya diberikan untuk karyawan tetap dan nominal pinjamannya tidak terlalu besar.

6. Pinjam ke Keluarga atau Teman

Meminta pinjaman dari orang terdekat, seperti keluarga atau teman, sering lebih mudah karena biasanya tidak ada bunga. Meski begitu, sebaiknya Anda membuat aturan yang jelas tentang berapa jumlah yang dipinjam, kapan harus dikembalikan, dan cara pembayarannya. Tujuannya agar semua pihak sama-sama paham dan hubungan baik tidak terganggu di kemudian hari.

7. Mengikuti Arisan

Arisan bisa menjadi cara praktis untuk memperoleh uang tunai secara berkala bagi sebagian orang. Caranya, anggota kelompok secara rutin menyetor sejumlah uang, kemudian undian menentukan siapa yang menerima dana lebih dahulu.

Metode arisan bisa menjadi alternatif untuk mendapatkan dana tunai tanpa bunga, tetapi pastikan arisan yang Anda ikuti aman dan tepercaya agar tidak tertipu skema palsu.

8. Mengajukan Kredit Modal Usaha

Kalau membutuhkan modal untuk usaha, Anda bisa mencoba mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program pemerintah ini menawarkan bunga ringan dan persyaratan lebih gampang dibanding pinjaman biasa sehingga cocok untuk mendukung perkembangan bisnis Anda.

9. Perusahaan Pembiayaan

Aset berharga, seperti emas, perhiasan, barang elektronik berharga, hingga kendaraan bermotor dan sertifikat rumah, bisa dijadikan jaminan di perusahaan pembiayaan. Cara ini termasuk cepat untuk mendapatkan dana tunai dan bunganya biasanya lebih rendah dibanding pinjaman daring.

Pembiayaan dengan jaminan lebih fleksibel karena Anda bisa menebus kembali barang yang digunakan sebagai agunan setelah melunasi pinjaman. Walau begitu, pastikan untuk dapat membayar cicilan tepat waktu.

Pertimbangan Sebelum Mengambil Pinjaman Dana Tunai

Sebelum mengambil dana tunai, penting untuk menyadari bahwa setiap jenis pembiayaan membawa risiko dan tanggung jawab tersendiri. Uang yang diterima bukan cuma sekadar dana, tapi juga komitmen yang harus dipenuhi selama periode cicilan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Denda Jika Terlambat Bayar: Menunda pembayaran angsuran bisa membuat lembaga jasa keuangan mengenakan denda. Selain itu, catatan kredit Anda bisa terdampak sehingga mempersulit pengajuan pinjaman lain di masa depan.
  • Risiko Aset Disita: Jika Anda menggunakan kendaraan atau aset lain sebagai jaminan, lembaga bisa menarik barang tersebut bila terjadi gagal bayar. Hal ini penting dipertimbangkan sebelum memutuskan pinjaman.
  • Bunga Bisa Berubah: Beberapa penyedia pembiayaan menyesuaikan bunga sesuai kebijakan internal atau kondisi ekonomi sehingga biaya cicilan bisa berubah dari waktu ke waktu.
  • Keamanan Informasi Pribadi: Mengajukan pinjaman melalui lembaga yang tidak resmi atau tidak diawasi berisiko data pribadi disalahgunakan. Pastikan selalu memilih penyedia layanan yang legal dan dapat dipercaya.

Syarat Mengajukan Pinjaman Dana Tunai di BFI Finance

Sebelum mengajukan pinjaman BPKB mobil di BFI Finance, penting untuk mengetahui syarat dan dokumen yang dibutuhkan agar proses pengajuan berjalan lancar. Berikut rincian yang perlu dipersiapkan:

Profil Peminjam

Untuk memastikan pengajuan pinjaman BPKB mobil Anda disetujui, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh peminjam. Berikut profil peminjam yang diterima:

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Usia 21–60 tahun
  • Status perkawinan: belum menikah, menikah, atau cerai
  • Tempat tinggal: rumah sendiri, tinggal dengan pasangan/keluarga, atau kontrak tahunan
  • Pekerjaan: karyawan tetap/kontrak, PNS, atau wiraswasta
  • Profesi harus sesuai hukum.

Dokumen yang Diperlukan

Selain memenuhi kriteria peminjam, Anda juga perlu menyiapkan dokumen-dokumen penting agar proses pengajuan pinjaman BPKB mobil berjalan lancar. Dokumen yang dibutuhkan antara lain:

  • KTP pemohon dan pasangan (jika sudah menikah)
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Bukti tagihan listrik atau PBB
  • STNK, BPKB, dan faktur kendaraan

Cara Mengajukan Pinjaman Dana Tunai di BFI Finance

BFI Finance menghadirkan alur yang cepat dan sederhana sehingga Anda bisa mendapatkan dana tanpa ribet. Berikut tahapan yang perlu Anda ikuti:

  • Isi Formulir Online: Lengkapi data diri dan informasi aset seperti BPKB mobil melalui formulir online.
  • Kontak dari BFI Finance: Call Center akan menghubungi untuk konsultasi jumlah pinjaman dan tenor yang sesuai.
  • Survei dan Validasi Aset: Tim BFI Finance mengecek kondisi kendaraan untuk memastikan layak dijadikan jaminan.
  • Pencairan Dana: Setelah disetujui, dana pinjaman ditransfer ke rekening peminjam dan siap digunakan.

 

Itulah penjelasan mengenai dana tunai hingga cara mendapatkannya. Dengan memahami berbagai jenis pinjaman dan prosedurnya, Anda bisa memilih opsi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.

Memiliki persiapan finansial yang baik membuat Anda lebih siap menghadapi kebutuhan mendesak tanpa membuat kondisi keuangan terguncang. Dengan strategi yang tepat, dana tunai bisa tersedia saat dibutuhkan.

Jika sewaktu-waktu Anda membutuhkan dana tambahan tapi tabungan belum mencukupi, BFI Finance bisa menjadi pilihan untuk memperoleh dana tunai dengan cepat. Dengan jaminan seperti BPKB motor, BPKB mobil, atau sertifikat rumah, ruko, dan rukan, proses pengajuan jadi lebih mudah dan transparan.

Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun dan berizin resmi dari OJK, BFI Finance memberikan layanan yang aman. Dana tunai yang Anda peroleh dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan mendadak tanpa khawatir karena #SelaluAdaJalan dengan BFI Finance.

 

Baca juga: Pertimbangan Sebelum Ajukan Pinjaman Uang Online Terbaik

 

Kategori : Pinjaman
Kukut Ragil Walujodjati

Kukut Ragil Walujodjati

SEO & Content Writer

Kukut Ragil Walujodjati adalah SEO Strategist dan Content Writer dengan pengalaman lebih dari 3 tahun yang berfokus pada pembiayaan berbasis jaminan. Kukut Ragil merupakan lulusan Far Eastern Federal University, program studi Manajemen. Bidang penulisan yang dikuasainya meliputi topik pinjaman, bisnis, UMKM, gaya hidup, dan edukasi finansial. Ia secara aktif mengikuti perkembangan regulasi dan dinamika pasar pembiayaan di Indonesia, sehingga setiap artikel yang ditulis selalu mengutamakan ketepatan konteks dan relevansi praktik di lapangan. Tujuan utamanya adalah membantu pembaca memahami keputusan finansial secara lebih matang dan terinformasi.