Bisnis

Bagaimana Cara Menghitung Harga Jual Makanan agar Bisnis Tetap Untung?

Diterbitkan: 03 July, 2026
Diperbarui: 03 July, 2026
1015
 Bagaimana Cara Menghitung Harga Jual Makanan agar Bisnis Tetap Untung?

Menentukan harga jual makanan tidak bisa dilakukan sembarangan karena setiap komponen biaya perlu diperhitungkan. Dengan perhitungan yang tepat, bisnis makanan dapat berjalan lebih stabil dan menghasilkan keuntungan maksimal.

Meski terlihat sederhana, tidak jarang pelaku usaha baru mengalami kesulitan dalam menentukan harga jual produknya. Jika pelaku usaha salah dalam menentukan harga jual, hal itu dapat membuat bisnis merugi, dan artikel ini dapat membantu Anda menghindari kesalahan tersebut.

Untuk mengetahui cara menghitung harga jual makanan hingga faktor-faktor yang memengaruhinya, simak artikel ini sampai selesai.

 

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Harga Jual Makanan

Sebelum menentukan harga jual makanan, Anda perlu mengetahui faktor-faktor yang dapat memengaruhi penetapan harga. Dengan memahami hal ini, Anda dapat menetapkan harga yang sesuai agar bisnis tetap memperoleh keuntungan dan produk tetap diminati pelanggan.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Biaya Produksi: Hitung seluruh biaya yang dikeluarkan, mulai dari bahan baku, tenaga kerja, sewa tempat, listrik, pemasaran, hingga biaya operasional lainnya.
  • Tingkat Persaingan: Perhatikan harga makanan sejenis dari kompetitor agar harga produk tetap sesuai dengan kondisi pasar.
  • Target Pasar: Sesuaikan harga dengan kemampuan membeli dan kebutuhan pelanggan yang menjadi target bisnis.
  • Kualitas Produk: Kualitas bahan, rasa, dan tampilan makanan dapat memengaruhi nilai jual produk.
  • Lokasi Bisnis: Lokasi usaha yang strategis dan mudah dijangkau dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan harga jual.

Cara Menghitung Harga Jual Makanan

Ada beberapa metode untuk menghitung harga jual makanan yang dapat Anda gunakan untuk menentukan harga produk dengan tepat. Setiap metode memiliki perhitungan yang berbeda dan dapat disesuaikan dengan kondisi serta strategi bisnis Anda.

Berikut beberapa metode yang bisa Anda gunakan, lengkap dengan contoh dan penerapannya:

1. Markup Pricing

Markup pricing merupakan cara menghitung harga jual makanan per pcs dengan menambahkan keuntungan berdasarkan persentase tertentu dari modal atau biaya produksi. Dengan metode ini, Anda dapat menentukan harga jual dengan lebih mudah karena keuntungan sudah dihitung sejak awal.

 

Contoh:

Total biaya membuat makanan = Rp40.000
Persentase markup yang ditetapkan = 25%
Harga jual = Rp40.000 + (Rp40.000 × 25%) = Rp50.000

 

Metode ini cocok digunakan karena proses perhitungannya sederhana dan tidak memerlukan rumus yang terlalu rumit. Namun, Anda perlu memastikan besaran markup tetap sesuai dengan kualitas produk, harga pesaing, serta daya beli pelanggan.

 

Baca juga: Branding Adalah: Pengertian, Jenis, dan Tips Melakukannya

 

2. Margin Pricing

Margin pricing adalah metode menghitung harga jual dengan menentukan besarnya keuntungan yang ingin diperoleh dari harga jual tersebut. Metode ini membantu Anda menetapkan harga agar keuntungan yang didapat sesuai dengan target setelah mempertimbangkan biaya produksi.

 

Contoh:

Biaya produksi makanan = Rp50.000
Target margin keuntungan = 40%
Harga jual = Rp50.000 ÷ (1 - 40%) = Rp83.333 (dapat dibulatkan menjadi Rp85.000)

 

Dengan metode margin pricing, Anda dapat memperkirakan harga jual berdasarkan keuntungan yang ingin dicapai. Namun, perhatikan bahwa perubahan harga, seperti pembulatan angka, dapat membuat persentase margin yang diperoleh sedikit berbeda dari target awal.

3. Bundling Pricing

Bundling pricing adalah strategi menetapkan harga dengan menggabungkan beberapa makanan atau produk menjadi satu paket. Harga paket biasanya lebih hemat dibandingkan membeli produk secara terpisah.

 

Contoh:

Satu paket makanan terdiri dari makanan utama seharga Rp60.000, minuman Rp20.000, dan camilan Rp40.000. Jika dibeli satu per satu, total harganya Rp120.000. Namun, Anda dapat menawarkan paket tersebut seharga Rp100.000.

 

Strategi bundling pricing dapat membuat pelanggan tertarik untuk membeli lebih banyak produk karena merasa mendapatkan harga yang lebih menguntungkan. Bagi bisnis, bundling juga dapat membantu meningkatkan penjualan dan memberikan pengalaman belanja yang lebih praktis bagi pelanggan.

4. Keystone Pricing

Keystone Pricing merupakan cara menentukan harga makanan dengan menetapkan harga jual berdasarkan kelipatan biaya awal yang dikeluarkan. Dalam metode ini, harga produk biasanya ditetapkan dua kali lebih besar dari modal produksi untuk memperoleh keuntungan.

 

Contoh:
Modal pembuatan makanan = Rp30.000
Harga jual = Rp30.000 × 2 = Rp60.000

 

Metode ini memiliki perhitungan yang praktis sehingga mudah digunakan oleh pelaku usaha. Meski begitu, Anda tetap perlu melihat kondisi pasar sebelum menentukan harga akhir agar produk tetap terjangkau bagi pelanggan dan tidak kalah bersaing dengan produk sejenis.

Strategi Menentukan Harga Jual Makanan agar Tetap Kompetitif

Agar harga jual makanan tetap menarik dan mampu bersaing, Anda perlu menerapkan strategi yang tepat. Berikut beberapa strategi yang dapat digunakan:

1. Tentukan Unique Selling Proposition (USP)

Unique Selling Proposition (USP) adalah nilai atau keunggulan khusus yang membuat produk Anda berbeda dari produk pesaing. Keunikan ini bisa berupa penggunaan bahan berkualitas, cita rasa dari resep tertentu, atau pelayanan yang lebih baik.

Dengan memiliki USP yang jelas, pelanggan akan memiliki alasan untuk memilih produk Anda. Hal ini juga membantu Anda mempertahankan harga jual karena produk ini memiliki nilai lebih dibandingkan produk sejenis.

 

Baca juga: Dear Pebisnis, Ini Cara Menghdapi Inflasi Agar Modal Ada Terus

 

2. Optimalkan Promosi di Media Sosial

Manfaatkan media sosial sebagai sarana untuk memperkenalkan produk makanan Anda kepada lebih banyak pelanggan. Buat konten yang menarik, seperti foto menu yang menggugah selera, video proses pembuatan makanan, atau testimoni pelanggan yang puas.

Selain membantu produk lebih dikenal, berinteraksi aktif dengan pelanggan di media sosial juga dapat membangun hubungan yang lebih dekat. Hal ini membuat bisnis Anda lebih mudah bersaing di pasar.

 

3. Bangun Loyalitas Pelanggan dengan Program Eksklusif

Program eksklusif dapat membuat pelanggan merasa mendapatkan perhatian lebih dari bisnis Anda. Dengan memberikan penawaran khusus, diskon tertentu, atau akses khusus bagi anggota, pelanggan akan lebih tertarik untuk membeli kembali. Strategi ini membantu menjaga hubungan baik dengan pelanggan lama sekaligus meningkatkan peluang untuk mendapatkan pelanggan baru.

Strategi Menghadapi Kenaikan Biaya Admin di Shopee

Jualan makanan kini bisa dilakukan di platform online, termasuk marketplace seperti Shopee. Namun, jika biaya admin Shopee meningkat, Anda perlu menyesuaikan strategi dari sisi harga, kemasan, atau promosi agar keuntungan tetap terjaga. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

  • Hitung Ulang Margin dan Harga Jual: Sesuaikan harga dengan biaya admin, biaya tambahan, dan target keuntungan agar tetap mendapatkan hasil yang optimal.
  • Pilih Produk dengan Margin Besar: Utamakan produk dengan biaya produksi rendah, ongkir ringan, dan memiliki peluang pembelian ulang.
  • Maksimalkan Fitur Promosi Shopee: Gunakan voucher, gratis ongkir, dan iklan Shopee sesuai kebutuhan. Pantau hasilnya agar promosi lebih efektif.
  • Bangun Kepercayaan Toko: Tingkatkan kualitas pelayanan, tampilan toko, dan kumpulkan ulasan positif dari pelanggan.
  • Perluas Platform Penjualan: Manfaatkan platform lain seperti TikTok Shop, Tokopedia, Instagram, atau WhatsApp Business.
  • Manfaatkan Program Shopee: Ikuti program seperti Star Seller atau kampanye promo untuk meningkatkan jangkauan toko.

 

Itulah penjelasan mengenai cara menghitung harga jual makanan hingga faktor-faktor yang memengaruhinya. Dengan memahami cara perhitungan dan strategi yang tepat, Anda dapat menentukan harga yang sesuai agar bisnis tetap memperoleh keuntungan sekaligus menarik pelanggan.

Perencanaan harga yang matang juga membantu Anda mengatur keuangan usaha dengan lebih baik serta mendukung perkembangan bisnis di masa depan. Jika Anda membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usaha, seperti menambah persediaan bahan baku, membeli perlengkapan usaha, atau meningkatkan kapasitas produksi, Anda dapat memanfaatkan pembiayaan dari BFI Finance.

BFI Finance menyediakan pinjaman dengan jaminan BPKB motor, BPKB mobil, maupun sertifikat rumah/ruko/rukan. Pilihan tenornya fleksibel, bunga kompetitif, dan proses pengajuan relatif cepat untuk membantu memenuhi kebutuhan dana Anda. Didukung jaringan kantor cabang dan POS BFI Finance yang tersebar di berbagai wilayah, akses pembiayaan menjadi lebih mudah dan praktis.

BFI Finance berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan solusi pembiayaan yang transparan dan sesuai kebutuhan, pengembangan usaha dapat dilakukan secara lebih optimal.

Temukan solusi pembiayaan yang tepat bersama BFI Finance karena #SelaluAdaJalan untuk membantu mewujudkan rencana bisnis Anda.

 

Baca juga: Kenali Istilah-Istilah yang Wajib Diketahui Jika Ingin Buka Bisnis!

Kategori : Bisnis
Kukut Ragil Walujodjati

Kukut Ragil Walujodjati

SEO & Content Writer

Kukut Ragil Walujodjati adalah SEO Strategist dan Content Writer dengan pengalaman lebih dari 4 tahun, yang berfokus pada topik pembiayaan berbasis jaminan. Ia merupakan lulusan Far Eastern Federal University dengan latar belakang pendidikan Manajemen. Bidang penulisan yang dikuasainya mencakup pinjaman, bisnis, UMKM, gaya hidup, dan edukasi finansial. Kukut Ragil secara aktif mengikuti perkembangan regulasi dan tren pasar pembiayaan di Indonesia, sehingga setiap artikel yang dihasilkan selalu mengutamakan akurasi konteks dan relevansi dengan kondisi nyata di lapangan. Tujuan utamanya adalah membantu pembaca mengambil keputusan finansial secara lebih matang dan terinformasi.