Jakarta, 13 Februari 2026 – Fitch Ratings Indonesia (Fitch) menegaskan Peringkat Nasional Jangka Panjang PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) di 'AA-(idn)' dengan outlook Stabil. Fitch juga kembali mengafirmasi Peringkat Nasional Jangka Pendek di 'F1+(idn)' dan peringkat Obligasi dalam mata uang lokal di 'AA-(idn)'.
Peringkat Nasional 'AA' menunjukkan ekspektasi tingkat risiko gagal bayar yang sangat rendah dibandingkan dengan emiten atau surat utang lainnya di negara yang sama. Risiko gagal bayar inheren hanya sedikit berbeda dari emiten atau surat utang dengan peringkat tertinggi di negara tersebut.
Peringkat Nasional Jangka Pendek ‘F1’ menunjukkan kapasitas terkuat dalam melakukan pembayaran tepat waktu atas komitmen keuangan dibandingkan emiten atau surat utang lain di negara yang sama. Berdasarkan skala Peringkat Nasional dari Fitch, peringkat ini menunjukkan risiko gagal bayar terendah dibandingkan dengan emiten lain di Indonesia. Untuk profil likuiditas dinilai sangat kuat, maka tanda "+" ditambahkan pada peringkat tersebut.
FAKTOR UTAMA PENILAIAN
Kekuatan Profil Independen (Stand-Alone) Menopang Peringkat: Peringkat mencerminkan posisi BFI Finance di pasar yang kuat sebagai perusahaan pembiayaan dan leasing independen terbesar di Indonesia. Posisi ini didukung oleh profitabilitas di atas rata-rata industri khususnya dalam pembiayaan mobil bekas dengan imbal hasil tinggi, manajemen kualitas aset yang memadai, tingkat leverage yang rendah, dan ketersediaan likuiditas yang memadai sehingga dapat mendukung kemampuan pembayaran kewaijbannya di berbagai siklus ekonomi.
Fokus pada Pembiayaan Kendaraan Bekas: Portofolio BFI Finance terkonsentrasi pada pembiayaan kendaraan bekas, terutama untuk konsumen berpenghasilan menengah ke bawah. Perusahaan memiliki pangsa pasar terbesar dalam pembiayaan mobil bekas domestik, dengan pangsa 3%-4% dari total piutang yang dikelola di industri pembiayaan dan leasing secara keseluruhan. Perusahaan juga memiliki bisnis pembiayaan alat berat yang mapan. Eksposur portofolio terhadap produk lain seperti pembiayaan properti dan pembiayaan syariah diperkirakan tetap terbatas.
Kualitas Aset yang Tangguh: Meskipun portofolio produk memiliki risiko relatif tinggi, Fitch menilai bahwa standar penyaluran dan pengendalian risiko BFI Finance yang mapan mampu menjaga kualitas aset di berbagai kondisi ekonomi. Walau rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing) sedikit meningkat menjadi 1,5% per akhir September 2025 (dari 1,3% pada akhir 2024) seiring meningkatnya penurunan kualitas kredit di industri, namun angka ini masih jauh di bawah rata-rata sektor sebesar 2,5%. Rasio pencadangan tetap seimbang dengan peningkatan keterlambatan pembayaran, sekitar 250% dari total pembiayaan bermasalah, sehingga menyediakan bantalan terhadap potensi pelemahan kualitas aset.
Profitabilitas di Atas Industri: Bisnis utama pembiayaan kendaraan bekas BFI Finance yang menghasilkan imbal hasil tinggi, membantu menahan volatilitas biaya pencadangan dan pendanaan. Bersama manajemen kualitas aset yang baik, hal ini mendukung kinerja laba yang solid. Rasio laba sebelum pajak terhadap aset rata-rata menurun sedikit dari tahun sebelumnya (2024: 7,9%) menjadi 7,6% di September 2025, namun angka ini tetap jauh di atas rata-rata industri sebesar 4,8% pada periode yang sama.
Leverage yang Moderat: Struktur permodalan BFI Finance diuntungkan oleh kemampuan Perusahaan dalam menghasilkan modal internal secara konsisten, serta pendekatan leverage yang konservatif. Rasio utang terhadap ekuitas berwujud tercatat sebesar 1,3x pada akhir kuartal III 2025, membaik dari 1,4x di akhir 2024. Fitch tidak memperkirakan kenaikan tajam dalam leverage seiring pertumbuhan perusahaan, karena perolehan modal internal dinilai cukup untuk mendukung ekspansi. Leverage yang moderat juga memberikan bantalan terhadap tekanan kualitas aset dan likuiditas.
Cadangan Likuiditas yang Memadai: BFI Finance mempertahankan likuiditas yang memadai untuk memenuhi kewajiban jangka pendek, didukung oleh cadangan kas yang substansial dan fasilitas kredit (dengan komitmen) yang belum ditarik. Rasio kecukupan likuiditas, yang dihitung sebagai kas dan fasilitas kredit (dengan komitmen) yang belum ditarik/utang jangka pendek yang jatuh tempo, tetap lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan pembiayaan dan leasing besar lainnya di Indonesia. Pembayaran piutang jangka pendek oleh debiturnya lebih lanjut mendukung likuiditas dan sangat memadai menutupi kewajiban jangka pendeknya.
Kemampuan BFI memperoleh pinjaman tanpa jaminan dalam jumlah yang meningkat juga menunjukkan kepercayaan pemberi pinjaman terhadap profil kreditnya, sementara berkurangnya aset yang diagunkan akibat peningkatan pendanaan tanpa jaminan menambah fleksibilitas pendanaan perusahaan.
SENSITIVITAS PERINGKAT
Penurunan peringkat terjadi apabila; terjadi pelemahan signifikan pada kualitas aset yang tercermin dari rasio pembiayaan bermasalah di atas 2% secara berkelanjutan; peningkatan leverage yang signifikan; atau penurunan cadangan likuiditas yang menyebabkan rasio cakupan likuiditas turun di bawah 1,5x secara berkelanjutan.
Pelemahan berkelanjutan atas posisi pasar atau pendapatan operasional BFI Finance juga dapat menekan peringkat. Selain itu, peningkatan selera risiko yang jelas seperti pelonggaran standar kredit, pertumbuhan cepat pada produk baru berisiko tinggi, atau kejadian operasional berulang seperti serangan siber atau kejadian luar biasa lainnya, juga akan berdampak negatif terhadap peringkat.
Sementara, kenaikan peringkat hanya dimungkinkan jika Fitch menilai lingkungan operasi sektor pembiayaan dan leasing di Indonesia membaik secara signifikan, yang mungkin didukung oleh peningkatan peringkat utang negara Indonesia (BBB/Stabil) atau peningkatan nyata pada PDB per kapita, disertai dengan peningkatan berkelanjutan dalam kinerja dan profil keuangan BFI. Namun, Fitch tidak memperkirakan perbaikan menyeluruh seperti ini akan terjadi dalam satu hingga dua tahun ke depan.
PERINGKAT UTANG DAN INSTRUMEN LAIN : FAKTOR UTAMA
Obligasi BFI Finance berada diperingkat yang sama dengan Peringkat Nasional Jangka Panjang perusahaan, karena obligasi tersebut merupakan kewajiban langsung perusahaan dan memiliki peringkat sejajar (pari passu) dengan kewajiban lain dalam kelas utang yang sama.
Sejak 2024, BFI menerbitkan obligasi sepenuhnya tanpa jaminan.
PERINGKAT UTANG DAN INSTRUMEN LAIN : SENSITIVITAS PERINGKAT
Peringkat obligasi BFI Finance sensitif terhadap perubahan pada Peringkat Nasional Jangka Panjang perusahaan. Setiap tindakan penurunan atau peningkatan peringkat terhadap penerbit akan diikuti oleh tindakan serupa pada peringkat obligasi. Informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: Fitchratings.