Ibadah haji dan umrah memiliki sejumlah rangkaian yang perlu dipahami oleh setiap jamaah. Salah satunya adalah miqat. Ketentuan ini menjadi bagian dari syarat pelaksanaan ibadah karena berkaitan dengan waktu dan tempat dimulainya ihram atau niat.
Agar perjalanan ibadah Anda di Tanah Suci lebih tertib dan sesuai ketentuan, pahami pengertian miqat, jenis, tempat, tata cara, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam artikel ini.
Apa Itu Miqat?
Miqat adalah batas waktu atau tempat bagi jamaah haji dan umrah untuk mulai berniat ihram. Ketika seseorang telah sampai di miqat, ia wajib berniat ihram dan mulai mematuhi berbagai larangan ihram yang berlaku.
Miqat menjadi tanda bahwa jamaah harus mempersiapkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki tanah suci untuk menjalankan ibadah.
Jenis-Jenis Miqat dalam Ibadah Haji dan Umrah
Berikut jenis-jenis miqat yang perlu Anda pahami agar tidak keliru saat memulai rangkaian ibadah haji atau umrah:
Miqat Zamani
Miqat zamani adalah batas waktu yang ditetapkan untuk melaksanakan ibadah haji. Waktu pelaksanaan haji dimulai pada bulan-bulan haji, yaitu Syawal, Zulkaidah, dan beberapa hari pada bulan Zulhijah. Miqat zamani untuk haji dimulai dari 1 Syawal hingga terbit fajar 10 Zulhijah.
Sementara itu, untuk ibadah umrah dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun sehingga tidak memiliki batas waktu khusus seperti haji.
Miqat Makani
Miqat makani adalah batas tempat yang telah ditetapkan untuk memulai ihram. Setiap jamaah yang melewati batas tersebut dan hendak melaksanakan haji atau umrah wajib mengenakan ihram serta berniat sebelum melintasinya.
Adapun lokasi miqat makani berbeda-beda tergantung pada arah kedatangan jamaah menuju Kota Makkah.
Baca juga: Haji Furoda: Biaya, Fasilitas, Keunggulan, dan Proses Pendaftaran
Tempat Melakukan Miqat
Bagi jamaah Indonesia, lokasi miqat disesuaikan dengan jalur perjalanan dan pembagian kelompok keberangkatan. Berikut beberapa tempat miqat yang umum digunakan:
- Gelombang I
- Jamaah biasanya berangkat ke Madinah terlebih dahulu.
- Setelah beberapa hari di Madinah, jamaah akan bergerak menuju Makkah.
- Miqat biasanya dilakukan di Dzul Hulaifah atau yang lebih dikenal sebagai Bir Ali, kurang lebih 450 km dari Makkah.
- Di tempat ini, jamaah mulai memakai pakaian ihram, berniat umrah atau haji, lalu melanjutkan perjalanan ke Makkah.
- Gelombang II
- Jamaah biasanya langsung menuju Makkah atau masuk melalui Jeddah.
- Miqat umumnya dilakukan di atas pesawat ketika posisi pesawat sejajar dengan batas miqat, seperti Yalamlam atau area miqat lain sesuai rute penerbangan.
- Biasanya, awak kabin atau pembimbing ibadah akan memberikan pengumuman sebelum pesawat melewati batas miqat.
- Jamaah disarankan untuk sudah memakai pakaian ihram sebelum sampai pada titik miqat agar lebih siap ketika waktu niat tiba.
Selain lokasi tersebut, ada beberapa tempat miqat makani lain yang dikenal dalam ketentuan ibadah, seperti Juhfah, Qarnul Manazil, dan Dzat Irq. Namun, bagi jamaah Indonesia, lokasi yang digunakan tetap perlu mengikuti rute perjalanan serta arahan resmi dari pembimbing atau penyelenggara.
Tata Cara Melakukan Miqat
Miqat menjadi penanda dimulainya ihram. Oleh karena itu, jamaah perlu memahami tata cara pelaksanaannya dengan benar. Berikut langkah-langkah melakukan miqat:
1. Membersihkan Diri sebelum Ihram
Sebelum tiba di miqat, jamaah dianjurkan untuk mandi, merapikan diri, dan menjaga kebersihan tubuh. Hal ini dilakukan sebagai bentuk persiapan sebelum memasuki rangkaian ibadah.
2. Memakai Pakaian Ihram
Bagi laki-laki, pakaian ihram berupa dua helai kain tanpa jahitan. Sementara itu, perempuan memakai pakaian yang menutup aurat sesuai ketentuan syariat, tanpa menutup wajah dan telapak tangan.
3. Melaksanakan Salat Sunah Ihram
Jika memungkinkan, jamaah dapat melaksanakan salat sunah sebelum berniat ihram. Namun, jika situasi tidak memungkinkan, misalnya sedang berada di pesawat, jamaah dapat mengikuti arahan pembimbing ibadah.
4. Melafalkan Niat Ihram
Setelah berada di miqat atau sejajar dengan batas miqat, jamaah melafalkan niat sesuai dengan ibadah yang akan dilakukan, baik umrah maupun haji.
5. Membaca Talbiyah
Setelah berniat, jamaah mulai membaca talbiyah. Bacaan ini menjadi tanda bahwa jamaah telah memasuki rangkaian ibadah dan siap memenuhi panggilan Allah.
6. Menjaga Larangan Ihram
Setelah niat ihram, jamaah wajib menjaga diri dari larangan yang berlaku selama ihram. Maka dari itu, pastikan Anda telah memahami hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat ihram.
Hal yang Perlu Diperhatikan saat Melakukan Miqat Makani
Saat melakukan miqat makani, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan agar tidak melakukan kesalahan saat pelaksanaannya, antara lain:
- Pastikan sudah mengetahui lokasi miqat yang akan dilalui sebelum keberangkatan.
- Kenakan pakaian ihram sebelum sampai di miqat agar tidak terburu-buru saat berniat.
- Jangan melewati batas miqat tanpa niat ihram apabila tujuan perjalanan adalah untuk melaksanakan haji atau umrah.
- Perhatikan arahan pembimbing ibadah atau petugas yang mendampingi perjalanan.
- Jika menggunakan pesawat, dengarkan informasi dari awak kabin mengenai waktu melintasi miqat.
- Pelajari larangan-larangan ihram sebelum berangkat agar tidak melakukan pelanggaran secara tidak disengaja.
- Siapkan perlengkapan yang dibutuhkan sebelum memasuki area miqat, seperti sandal, sabuk ihram, dan dokumen perjalanan.
- Jaga kondisi fisik agar dapat menjalankan rangkaian ibadah berikutnya dengan nyaman.
Miqat umrah maupun haji merupakan batas dimulainya niat ihram yang perlu dipahami lokasinya, aturannya, dan cara pelaksanaannya sebelum berangkat. Dengan memahami tata caranya serta hal-hal yang perlu diperhatikan, Anda dapat menjalani ibadah dengan lebih siap dan tertib, sehingga setiap tahapan mulai dari miqat hingga selesainya rangkaian ibadah bisa dilalui tanpa kebingungan.
Selain memahami aturan ibadah, persiapan finansial juga tidak kalah penting. Bagi Anda yang sedang merencanakan perjalanan ke Tanah Suci, Pembiayaan Umrah My Ihram dari BFI Finance Syariah membantu mewujudkan impian itu menjadi nyata. My Ihram BFI Finance adalah pembiayaan umrah sesuai prinsip syariah dengan menggunakan akad Ijarah dan telah bekerja sama dengan puluhan travel umrah tepercaya. Unit Usaha Syariah (UUS) BFI Finance atau BFI Finance Syariah telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dewan Pengawas Syariah (DPS), sehingga keamananya dapat dipercaya. Dengan persiapan ibadah dan finansial yang lebih matang bersama BFI Finance, perjalanan umrah Anda bisa terasa #JauhLebihTenang!
Baca juga: Umrah Bersama Keluarga: Keutamaan, Persiapan, dan Tipsnya